<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442</id><updated>2011-10-27T05:02:57.416+07:00</updated><category term='Gembala'/><category term='Sunah Rosul 1'/><category term='bersambung'/><category term='Ahir Romadhon 1431 H'/><category term='http://www.completequran.net/'/><category term='Saatnya Meninggalkan Musik'/><category term='Ikhlash'/><category term='BACALAH DENGAN PERLAHAN LAHAN'/><category term='Nasihat Imam Syafi’I dalam Persahabatan'/><category term='Syukur Ni&apos;mat'/><category term='http://www.almanhaj.or.id/content/2713/slash/0'/><category term='AMAL DAN GANJARAN'/><category term='http://www.facebook.com/profile.php?id'/><category term='www.purdiechandra.com'/><category term='MA'/><category term='anani (egoist)'/><category term='bloger'/><category term='Puncak Pengabdian Seorang Hamba'/><category term='HIJRAH'/><category term='DO&apos;A UNTUK KEDUA ORANG TUA'/><category term='lailaiyul qadhar'/><category term='Dimanakah Hati Kita Berlabuh?'/><category term='Tanggung Jawab Seorang Ayah'/><category term='DOA DAN WIRID SHOLAT MALAM'/><category term='http://www.dakwahkampusmalang.com/'/><category term='Obat Hati'/><category term='Untuk Para Suami'/><category term='Cinta Allah'/><category term='CINTA PADA ALLAH'/><category term='بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ'/><category term='TUNJUKAN KAMI JALAN YANG LURUS'/><category term='ह्त्त्प://www.muslim.or.id'/><category term='SELINGKUH'/><category term='MUDAHKANLAH HAMBA-MU'/><category term='JEANNY DIVE'/><category term='Komitmen'/><category term='Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari'/><category term='Jangan Paksa Orang Untuk Berubah'/><category term='Menyoal Nikah Sirri'/><category term='Penghuni Surga'/><category term='muslimah.or.id'/><category term='Sunag Rosul2'/><category term='JILBAB'/><category term='MUSIBAH'/><category term='SYUKUR'/><category term='WANITA'/><category term='NAHDATUL ULAMA'/><category term='DENGKI'/><category term='PUTRI-PUTRI NABI'/><category term='SURGA DAN NERAKA'/><category term='Untuk dibaca'/><category term='IMAN KEPADA ALLAH'/><category term='RAMADHAN'/><category term='Ateis tercengang jawabannya bangkit dan melarikan diri.'/><category term='AMPUNILAH DOSA2KU YA ALLAH'/><category term='DETIK TERAKHIR KEHIDUPAN RASULULLAH S.A.W.'/><category term='MEMOAR IN MUHARRAM…..Perjuangan Dua Hari Mencari Sesuap'/><category term='lagu marawis'/><category term='TAQDIR'/><category term='NIAT'/><category term='SABAR'/><category term='Ada Apa Antara Yahudi Dengan Kita'/><category term='MARAWIS CIREBONAN'/><category term='http://syiarislam.wordpress.com/2007/11/07/keajaiban-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan/'/><category term='Napsu'/><category term='Sungguh sangat menyedihkan'/><category term='HUKUM ALLAH'/><category term='Engkau Bersama Orang Yang Engkau Cinta'/><category term='H Ridwan Husen'/><category term='KABAH KIBLATKU'/><category term='http://www.facebook.com'/><category term='I LOVE ALLAH'/><category term='RASA TAKUT'/><category term='DO&apos;A DALAM KESEDIHAN'/><category term='Akhlak dan Adab |'/><category term='SEPERTI BURUNG'/><category term='H Fadlolan Musyaffa’ Mu’thi'/><category term='PERTANYAAN ALAM KUBUR'/><category term='HIZRAH'/><category term='LOGIKA'/><category term='MENJADI PEMBELAJAR SEJATI'/><category term='Malu Sebagian dari Iman'/><category term='PERJALANAN'/><category term='CERITA'/><category term='SUAMI'/><category term='IBRAH'/><category term='Untuk PWanita'/><category term='Tiga Ciri Orang Ikhlas'/><category term='RIZKI'/><category term='UJIAN SUATU KEHARUSAN'/><category term='Majelis Taklim Arrahmat Banjarmasin'/><category term='KETENTUAN ALLAH'/><title type='text'>BERSEGERALAH DALAM KEBAIKAN</title><subtitle type='html'>Diriwayatkan dari Anas r.a. sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hambanya, maka Ia percepat hukuman baginya di dunia, dan apabila Ia menghendaki keburukan pada seorang hambanya, maka Ia tangguhkan dosanya sampai ia penuhi balasannya nanti pada hari kiamat."(HR. Tirmidzi dan Al Hakim)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>263</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2099249848305282993</id><published>2011-07-23T13:45:00.002+07:00</published><updated>2011-07-31T11:16:22.275+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="news" height="25"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; font-weight: bold;"&gt;Nasehat Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellspacing="1"&gt;&lt;!--&lt;tr&gt;  &lt;td class="news" height="25"&gt;Larangan saat Ihram&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;--&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain memerintahkan shaum, dalam menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan ketika memasuki bulan Ramadhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini &lt;strong&gt;nafas-nafasmu menjadi tasbih&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;tidurmu ibadah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;amal-amalmu diterima &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;doa-doamu diijabah&lt;/strong&gt;. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. &lt;strong&gt;Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat&lt;/strong&gt;..... &lt;strong&gt;Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muliakanlah orang tuamu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;sayangilah yang muda&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;sambungkanlah tali persaudaraanmu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;jaga lidahmu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;tahan pandanganmu&lt;/strong&gt; dari apa yang tidak halal kamu memandangnya &lt;strong&gt;dan pendengaranmu&lt;/strong&gt; dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah anak-anak yatim&lt;/strong&gt;, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu&lt;/strong&gt; karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan &lt;strong&gt;mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia, sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka &lt;strong&gt;bebaskanlah dengan istighfar&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu&lt;/strong&gt;, maka ringankanlah dengan &lt;strong&gt;memperpanjang sujudmu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia! &lt;strong&gt;Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini&lt;/strong&gt; ia &lt;strong&gt;akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan &lt;strong&gt;meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa&lt;strong&gt; menahan kejelekannya di bulan ini&lt;/strong&gt;, Allah akan&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa &lt;strong&gt;memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa &lt;strong&gt;menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) &lt;/strong&gt;di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa&lt;strong&gt; memutuskan kekeluargaan di bulan ini&lt;/strong&gt;, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan &lt;strong&gt;shalat sunat&lt;/strong&gt; di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya &lt;strong&gt;kebebasan dari api neraka&lt;/strong&gt;. Barangsiapa melakukan &lt;strong&gt;shalat fardu&lt;/strong&gt; baginya &lt;strong&gt;ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memperbanyak &lt;strong&gt;shalawat kepadaku di bulan ini&lt;/strong&gt;, Allah akan &lt;strong&gt;memberatkan timbangannya&lt;/strong&gt; pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca &lt;strong&gt;satu ayat Al-Quran&lt;/strong&gt;, ganjarannya sama &lt;strong&gt;seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! &lt;strong&gt;Amal yang paling utama di bulan in&lt;/strong&gt;i adalah &lt;strong&gt;menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah&lt;/strong&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dialah bulan yang&lt;strong&gt; permulaannya rahmat&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;pertengahannya ampunan&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;akhirnya pembebasan dari neraka&lt;/strong&gt;. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Oleh karena itu banyakkanlah yang &lt;strong&gt;empat perkara&lt;/strong&gt; di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Dua perkara yang pertama&lt;/strong&gt; ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa &lt;strong&gt;tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya&lt;/strong&gt; . &lt;strong&gt;Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Puasa bersama Rasulullah, Pengarang : Ibnu Muhammad (Pustaka Al-Bayan Mizan)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2099249848305282993?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2099249848305282993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2099249848305282993&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2099249848305282993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2099249848305282993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/07/nasehat-rasulullah-saw-menyambut.html' title=''/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2887577771934678369</id><published>2011-07-17T11:42:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T11:42:00.269+07:00</updated><title type='text'>3 kunci dalam menghadapi cobaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;3 kunci dalam menghadapi cobaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="popupmenu" id="blograting"&gt;&lt;h6&gt;&lt;/h6&gt;&lt;form action="blog.php" id="blog_blograte_form" method="post"&gt;&lt;div class="popupbody"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakala sering kali kita terlupa akan apa yang ada pada diri kita masing-masing, segala yang masih melekat, segala yang masih utuh dan masih sempurna dalam takaran masing-masing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tak jarang pula, pikiran bahwasannya kitalah orang yang penuh dengan masalah, kitalah orang yang selalu miskin, kitalah orang yang selalu terkena musibah, juga anggapan bahwa kitalah orang yang akan selalu kaya raya melebihi yang lainnya.. yah.. itulah anggapan yang salah. Sangat salah dan benar-benar salah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya, apa yang ada di dalam pikiran kita itu hanyalah sebatas penglihatan, perasaan yang bernilai Kabur. Kita tidak benar-benar tau apa sejatinya yang ada didalam setiap permasalahan, ujian dan cobaan, juga dibalik semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kunci yang selama ini telah coba saya terapkan, beberapa kunci yang menjadi penelitian saya sejak sebuah penyakit telah menggerogoti separuh tubuh saya, juga sejak saya menyadari betapa besar kesalahan yang pernah saya lakukan dimasa lampau, Juga tentang Nisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal itu adalah... hadapi, hayati, nikmati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa harus itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab sebuah permasalahan tidak akan pernah menjadi selesai selama kau tak pernah mau untuk menghadapinya.. mungkin hanya terlewat tapi tidak terselesaikan “ yang namanya terlewat, hanya dilewati untuk nantinya dihadapi dibelakang”. Jangan pernah ada kata lari.. dalam menghadapi permasalahan dan cobaan. Sebab ia takkan pernah menjadikan mudah, hanya semakin memperparah. Berdo'a, Berusaha dan bangkit untuk melangkah kedepan menembus kabut yang melanda itu lebih baik, lebih nikmat dari pada lari meninggalkan permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah permasalahan tidak akan pernah membuat pikiran kita berkembang dan dewasa dalam menyikapi segala hal jika kita tidak pernah menghayatinya. Mereka adalah orang yang sejatinya hanya bisa mengeluh dan menyerah. Tidak pernah tau betapa indahnya perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik, dan tidak pernah tau betapa nikmatnya hasil jerih payah dalam bertahan hidup dan berbuat yang lebih. Pastinya ia bukanlah orang yang pernah memperjuangkan hal yang sepatutnya untuk diperjuangkan. Berbeda dengan orang yang menghayati segala hal yang tengah melanda dirinya, dialah orang yang takkan pernah terkalahkan oleh permasalahan dan selalu bangkit tanpa kenal kata Menyerah. Dia lah orang yang akan selalu tumbuh dewasa pikirnya sebab belajar dari hal yang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah permasalahan tidak akan pernah menjadi sebuah hal yang berat dan hal yang menyiksa bila kita mampu untuk menikmatinya. Hanya orang yang merugi yang tidak bisa merasakan betapa nikmatnya hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, jangan pernah berpikir.. karna kita kaya dan kita bahagia kita lebih merasa tinggi dan lebih dari segalanya di atas saudara yang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pernah kita berpikir karna kita miskin lalu kita menyatakan kita lah orang yang paling menyedihkan dan tidak beruntung dibanding yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah kita berpikir hanya karna kita masih sehat lalu dengan seenaknya kita berbuat sesuka hati pada diri kita juga orang lain. Dan menghina mereka yang terkena musibah(sakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pernah kita berpikir hanya karna sebuah penyakit yang tengah menggerogoti tubuh kita jadi seenaknya menyerah merasa tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah permasalahan, cobaan, juga ujian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan jadikan kaya kita menjadikan diri kita sombong dan lupa, jangan pula menjadikan miskin kita menjadikan diri kita jauh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita yang sabar dengan kekayaan dalam menjaga amanah Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang qona'ah dengan ketidak punyaan kita, kemiskinan kita dalam menghadapi ujiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita yang istiqomah dalam sehat maupun sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah rela bila mereka membolak balikkan iman mu, sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama kita bisa, bersama kita melangkah.. saling bergandeng tangan dalam 1 cahaya demi sebuah 1 tujuan yang nyata.. Ridho' Ilahi..&amp;nbsp; insyaallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian yang bisa jingga tuliskan malam ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.. amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2887577771934678369?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2887577771934678369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2887577771934678369&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2887577771934678369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2887577771934678369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/07/3-kunci-dalam-menghadapi-cobaan.html' title='3 kunci dalam menghadapi cobaan'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-6166765230453453587</id><published>2011-05-26T11:15:00.000+07:00</published><updated>2011-05-26T11:15:25.870+07:00</updated><title type='text'>Islam Bukan Teroris - suar.okezone.com</title><content type='html'>&lt;a href="http://suar.okezone.com/read/2011/05/18/58/458236/islam-bukan-teroris"&gt;Islam Bukan Teroris&lt;/a&gt;&lt;h1&gt;Islam Bukan Teroris&lt;/h1&gt;                                          &lt;h6&gt;&lt;span&gt;Rabu, 18 Mei 2011 - 12:08 wib&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;                     &lt;div class="dimg"&gt;                                         &lt;img src="http://i.okezone.com/content/2011/05/18/58/458236/D6DjXebpja.jpg" border="0" /&gt;                                         &lt;h6&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;                                         &lt;/div&gt; Isu terorisme terus  bergulir. Terakhir diberitakan, adegan mirip dalam game counter strike  terjadi di daerah Sukoharjo. Peristiwa ini menewaskan 3 orang yang  terdiri dari 2 orang terduga teroris dan 1 pedagang angkringan atau di  Solo biasa disebut "warung hik". Hal ini sama halnya dengan eksekusi  tanpa siding dan pembuktian terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali banyak  kejanggalan-kejanggalan aneh ketika terjadi peristiwa teror maupun saat  penyergapan teroris tersebut. Hingga berkembang di masyarakat, isu  teroris ini adalah konpirasi tingkat tinggi yang sarat akan muatan  politis dengan berbagai motifnya. Seperti halnya kasus di Sukoharjo baru  ini, sebagaimana penjelasan TPM Solo dalam konsperesi pers (14/5/2011),  bahwa terduga Sigit tidak punya senjata api, beberapa barang bukti yang  ditemukan Densus 88 berupa senjata laras panjang ternyata hanyalah  senapan angin yang biasa digunakan berburu oleh ortunya, dan uang  sejumlah puluhan juta yang diketemukan adalah pemberian orang tua juga  hasil penjualan sepetak tanah di Mojosongo, supaya digunakan untuk  membeli rumah di Wonogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang lain seperti sebuah samurai  yang ditemukan oleh Densus adalah milik kakeknya Sigit yang diberikan  oleh Keraton Surakarta. Rompi juga milik orang tua Sigit yang dibeli  dari Jakarta. Bahkan, soal serbuk arang warna hitam yang ditemukan oleh  polisi di rumah tersebut, hanya bahan untuk merias temanten. Karena,  orang tua Sigit sebagai perias dan penyewakan pakaian untuk temanten.  Menurut koordinator TPM, Anies Prijo, jika semua itu tidak ada  hubungannya dengan yang didakwakan Sigit. (antaranews.com, 16/5/2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komnas  HAM mencatat Densus 88 banyak melakukan salah tangkap dan tak  mengindahkan norma-norma yan berlaku. KONTRAS juga merilis, pendekatan  senjata api banyak dilakukan oleh Densus 88 dalam dua tahun terakhir.  Setidaknya, dari 6 operasi antiterorisme di tahun 2010 ada 24 orang  tewas tertembak, 9 luka terkena timah panas, 420 ditangkap dan diproses  hukum. 19 orang menjadi korban penangkapan sewenang-wenang akhirnya  dibebaskan karena tidak terbukti terlibat terorisme. (Media  Indonesia.com, 16/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ifdhal Khasim, Ketua KOMNAS HAM pernah  mengatakan bahwa penangkapan yang diikuti penahanan tersebut sering  kali tidak diindahkan hak-hak orang yang di antaranya hak untuk  mendapatkan penasihat hukum. Pihak keluarga juga sering kali tidak  diberi akses informasi yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada Apa dengan War On Terrorism?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;War  on Terrorism biasa disebut hanyalah sebagai topeng untuk memerangi  Islam, hal ini terbukti dari beberapa fakta yang terekam di lapangan,  bahwa AS lebih banyak menginvasi ke negeri-negeri Islam, daftar teroris  mayoritas adalah umat Islam. Sangat aneh ketika Israel yang jelas-jelas  melakukan tindakan teror terhadap warga Palestina tidak dicantumkan ke  daftar teroris, sedangkan Hamas dalam mempertahankan negerinya untuk  mengusir penjajah Zionis dimasukkan dalam daftar teroris mereka. Bukti  lain, mayoritas korban adalah masyarakat Islam, mereka juga sering  menggunakan istilah; teroris Islam, militan Islam, Radikal Islam. Hal  yang tidak disematkan kepada Teroris yahudi (Israel), Teroris hindu  (macan tamil), bahkan kalau mereka mau jujur, mereka sangat layak  menyandang gelar teroris kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascaruntuhnya komunis yang  dipimpin Uni Soviet, satu-satunya ancaman terhadapap dominasi Amerika  Serikat terhadap dunia dengan Ideologi kapitalismenya, otomatis hanyalah  tinggal Islam, dengan catatan Islam diterapkan sebagai sebuah Ideologi.  Samuel P Hutington dalam bukunya “who are you?” mengatakan ” bagi  barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalis Islam, tapi Islam  itu sendiri”. Sedangkan menurut mereka Ideologi Islam memiliki beberapa  kriteria, yakni seperti yang diungkap Mantan PM Inggris Tony Blair saat  konggres buruh (16/ Juli/2006). Ia menjelaskan ”Islam sebagai Ideologi  Iblis: ingin mengeliminasi Israel, menjadikan syariat sebagai sumber  hukum, menegakkan khilafah dan bertentangan dengan nilai-nilai liberal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  dari itu, untuk membendung potensi pesaing ini, Amerika Serikat  melakukan berbagai cara guna menanggulanginya. Bermacam kebijakan mereka  tempuh, salah satunya dengan melakukan invasi militer secara langsung  terhadap negeri-negeri Islam, selain itu, mereka juga melancarkan perang  pemikiran (ghoswul fikri) secara masif sehingga terbukti lumayan ampuh  membuat umat Islam sendiri meninggalkan Ideologinya, termasuk menanamkan  antek-anteknya di berbagai negara untuk memuluskan niat jahat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan  perang fisik mereka gunakan untuk melumpuhkan seteru-seteru Ideologi  mereka di kawasan Timor tengah dan lainnya, sedangkan kebijakan perang  non fisik (perang pemikiran) di tempuhnya di seluruh negri Islam, baik  yang di duduki secara militer maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia  Pemikiran Amerika (barat) telah berhasil merengsek masuk ke berbagai  sendi kehidupan, (ekonomi, sosial, budaya, politik, dst). Untuk  mensukseskan upayanya ini mereka juga menciptakan kader-kader  intelektual dari tubuh kaum Muslim itu sendiri yang telah dicuci otaknya  sehingga mindset berfikirnya pun telah berubah menjadi mindset berfikir  yang bukan lagi Islam, melainkan pro terhadap Amerika dan bahkan  cenderung memusuhi Ideologi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking pentingnya perang  pemikiran ini, sekretaris menteri pertahanan AS Wolfowitz  merekomendasikan: ”saat ini, kita sedang bertempur dalam perang melawan  teror, perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih besar yang  kita hadapi adalah perang pemikiran, jelas suatu tantangan. Tetapi yang  (ini) juga harus dimenangkan”. Bermacam sarana dan prasarana mereka  gunakan, diantaranya dengan mengintervensi pendidikan, yakni mengatur  kurikulum pendidikan yang berbasis sekulerisme, termasuk  kurikulum-kurikulum pesantren yang sudah banyak digembosi melalui  dana-dana bantuan yang mereka salurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran Media Massa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media  massa punya kontribusi besar dalam mempengaruhi hati dan pemikiran  masyarakat, karena itu kami berharap rekan-rekan media lebih adil dan  objektif dalam pemberitaannya. Jangan sampai terpengaruh dengan  rekomendasi-rekomendasi tidak sehat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Culumbus dan  Wolf dalam tulisannya (Pengantar hubungan Internasional hal.186-187)  mengatakan ” salah satu fungsi bisnis propaganda adalah memonitor,  mengklasifikasi, mengevaluasi, dan mempengaruhi media massa. Para  wartawan, kolumnis, komentator, dan pembuat opini yang dianggap  bersahabat biasanya diundang ke kedutaan besar. Pihak kedutaan besar  biasanya memberikan informasi eksklusif,bila perlu menawarkan bonus. Di  negara-negara barat, peran dinas propaganda luar negeri sangat luar  besar. Hal ini mengingat opini publik, kelompok penekan, dan media massa  terlibat terus menerus untuk mempengaruhi kebijakan sebuah negara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariel  Cohen Ph.d (pengamat) juga pernah merekomendasikan ”AS harus  menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh  negatif dari aplikasi syariah”. Sedangkan Cheril Bernard mengatakan:  “ide-ide yang harus terus menerus diangkat ialah menjelekkan citra  Islam: perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan  Islam, minoritas, pakaian wanita,kebolehan suami untuk memukul istri”.  (Cheril Benard, Cicil democratic Islam, partners, resources, and  strategies, the rand corporation halaman.1-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang harus dilakukan umat Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat  Islam sudah seharusnya mengambil langkah-langkah strategis untuk  meminimalisir dampak-dampak negatif dari ”war on terroris” yang  dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya ini. Ada beberapa langkah yang  harus ditempuh diantarannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina umat, terutama para  intelektualnya dengan pemikiran Islam yang Ideologis. Berdakwah dengan  tanpa kekerasan. Menjelaskan kepada umat secara umum atas kepalsuan  ide-ide selain Islam (counter opini) seperti Kapitalisme, sosialisme,  sekulerisme, pluralisme, Liberalisme Dst. Dan melakukan dakwah yang  bersifat politis dengan mengajak umat untuk menerapkan Islam secara  kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu sudah dilakukan,  maka Allah sendiri yang akan membalikkan makar sebagaimana tercermin  dalam firman-Nya. Allah SWT berfirman: “Mereka membuat Makar dan Allah  pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imran :  54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun bentuknya, tidakan teror yang menyelesihi syara’  jelas dilarang di dalam Islam, apalagi sebuah tindakan teror yang telah  ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin memperburuk citra Islam. Satu  hal yang perlu dicatat, perang melawan teroris berarti harus ada pelaku  teror dan kejadian teror di tempat itu, jika tidak ada, alasan apa yang  akan digunakan untuk memerangi teroris. Maka tidak heran lagi ketika ada  salah seorang artis Holliwood yang mengatakan bahwa “G.W.Bush ada  dibalik serangan WTC” beberapa tahun lalu yang telah dimanfaatkan AS  untuk memerangi Teroris. (sumber: eramuslim.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kami  berharap pihak berwenang lebih profesional dan transparan dalam  menangani kasus terorisme. Citra kepolisian yang akhir-akhir ini cukup  membaik sebagai partner sehat masyarakat, jangan biarkan kembali suram.  Sungguh, Islam bukan teroris. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ali Mustofa&lt;br /&gt;Direktur Riset Media Surakarta&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://suar.okezone.com/read/2011/05/18/58/458236/islam-bukan-teroris"&gt; - suar.okezone.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-6166765230453453587?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://suar.okezone.com/read/2011/05/18/58/458236/islam-bukan-teroris' title='Islam Bukan Teroris - suar.okezone.com'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/6166765230453453587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=6166765230453453587&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6166765230453453587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6166765230453453587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/05/islam-bukan-teroris-suarokezonecom.html' title='Islam Bukan Teroris - suar.okezone.com'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-6289998581980568421</id><published>2011-05-08T14:13:00.000+07:00</published><updated>2011-05-08T14:13:24.623+07:00</updated><title type='text'>BENARKAH KESABARAN ADA BATASNYA.....???</title><content type='html'>Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah  seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan  ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim  &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; mengatakan, &lt;strong&gt;“Kedudukan sabar dalam iman  laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka  tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (&lt;em&gt;Al Fawa’id&lt;/em&gt;, hal. 95)&lt;/strong&gt;&lt;span id="more-3249"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Sabar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata&lt;/strong&gt;,  “Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah,  menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari  perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (&lt;em&gt;Syarh Tsalatsatul Ushul&lt;/em&gt;, hal. 24)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Macam-Macam Sabar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;ol start="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang  dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang  timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain (&lt;em&gt;Syarh Tsalatsatul Ushul&lt;/em&gt;, hal. 24)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;Sebab Meraih Kemuliaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dalam &lt;em&gt;Taisir Lathifil Mannaan&lt;/em&gt; Syaikh As Sa’di &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;  menyebutkan sebab-sebab untuk menggapai berbagai cita-cita yang tinggi.  Beliau menyebutkan bahwa sebab terbesar untuk bisa meraih itu semua  adalah &lt;strong&gt;iman&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;amal shalih&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Di samping itu, ada sebab-sebab lain yang merupakan bagian dari kedua  perkara ini. Di antaranya adalah kesabaran. Sabar adalah sebab untuk  bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai keburukan. Hal  ini sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqarah [2]: 45).&lt;br /&gt;Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat  dalam menangani semua urusan kalian. Begitu pula sabar menjadi sebab  hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman kepada penduduk surga, &lt;em&gt;“Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.”&lt;/em&gt; (QS. Ar Ra’d [13] : 24).&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, &lt;em&gt;“Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.”&lt;/em&gt; (QS. Al Furqaan [25] : 75).&lt;br /&gt;Selain itu Allah pun menjadikan sabar dan yakin sebagai sebab untuk  mencapai kedudukan tertinggi yaitu kepemimpinan dalam hal agama.  Dalilnya adalah firman Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Dan Kami menjadikan  di antara mereka (Bani Isra’il) para pemimpin yang memberikan petunjuk  dengan titah Kami, karena mereka mau bersabar dan meyakini ayat-ayat  Kami.”&lt;/em&gt; (QS. As Sajdah [32]: 24) (Lihat &lt;em&gt;Taisir Lathifil Mannaan&lt;/em&gt;, hal. 375)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;SABAR DALAM KETAATAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar Dalam Menuntut Ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nu’man mengatakan, “Betapa banyak gangguan yang harus dihadapi  oleh seseorang yang berusaha menuntut ilmu. Maka dia harus bersabar  untuk menahan rasa lapar, kekurangan harta, jauh dari keluarga dan tanah  airnya. Sehingga dia harus bersabar dalam upaya menimba ilmu dengan  cara menghadiri pengajian-pengajian, mencatat dan memperhatikan  penjelasan serta mengulang-ulang pelajaran dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati Yahya bin Abi Katsir yang pernah mengatakan,  “Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan banyak mengistirahatkan badan”,  sebagaimana tercantum dalam shahih Imam Muslim. Terkadang seseorang  harus menerima gangguan dari orang-orang yang terdekat darinya, apalagi  orang lain yang hubungannya jauh darinya, hanya karena kegiatannya  menuntut ilmu. Tidak ada yang bisa bertahan kecuali orang-orang yang  mendapatkan anugerah ketegaran dari Allah.” (&lt;em&gt;Taisirul wushul&lt;/em&gt;, hal. 12-13)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar Dalam Mengamalkan Ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nu’man mengatakan, “Dan orang yang ingin beramal dengan  ilmunya juga harus bersabar dalam menghadapi gangguan yang ada di  hadapannya. Apabila dia melaksanakan ibadah kepada Allah menuruti  syari’at yang diajarkan Rasulullah niscaya akan ada ahlul bida’ wal  ahwaa’ yang menghalangi di hadapannya, demikian pula orang-orang bodoh  yang tidak kenal agama kecuali ajaran warisan nenek moyang mereka.&lt;br /&gt;Sehingga gangguan berupa ucapan harus diterimanya, dan terkadang  berbentuk gangguan fisik, bahkan terkadang dengan kedua-keduanya. Dan  kita sekarang ini berada di zaman di mana orang yang berpegang teguh  dengan agamanya seperti orang yang sedang menggenggam bara api, maka  cukuplah Allah sebagai penolong bagi kita, Dialah sebaik-baik penolong” (&lt;em&gt;Taisirul wushul&lt;/em&gt;, hal. 13)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar Dalam Berdakwah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nu’man mengatakan, “Begitu pula orang yang berdakwah mengajak  kepada agama Allah harus bersabar menghadapi gangguan yang timbul karena  sebab dakwahnya, karena di saat itu dia tengah menempati posisi  sebagaimana para Rasul. Waraqah bin Naufal mengatakan kepada Nabi kita &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, “Tidaklah ada seorang pun yang datang dengan membawa ajaran sebagaimana yang kamu bawa melainkan pasti akan disakiti orang.”&lt;br /&gt;Sehingga jika dia mengajak kepada tauhid didapatinya para da’i  pengajak kesyirikan tegak di hadapannya, begitu pula para pengikut dan  orang-orang yang mengenyangkan perut mereka dengan cara itu. Sedangkan  apabila dia mengajak kepada ajaran As Sunnah maka akan ditemuinya para  pembela bid’ah dan hawa nafsu. Begitu pula jika dia memerangi  kemaksiatan dan berbagai kemungkaran niscaya akan ditemuinya para pemuja  syahwat, kefasikan dan dosa besar serta orang-orang yang turut  bergabung dengan kelompok mereka.&lt;br /&gt;Mereka semua akan berusaha menghalang-halangi dakwahnya karena dia  telah menghalangi mereka dari kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan yang  selama ini mereka tekuni.” (&lt;em&gt;Taisirul wushul&lt;/em&gt;, hal. 13-14)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar dan Kemenangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata, “Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman kepada Nabi-Nya, &lt;em&gt;“Dan  sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar  menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai  tibalah pertolongan Kami.”&lt;/em&gt; (QS. Al An’aam [6]: 34).&lt;br /&gt;Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula  datangnya kemenangan. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas  hanya pada saat seseorang (da’i) masih hidup saja sehingga dia bisa  menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud  pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. Yaitu  ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima  dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk  pertolongan yang didapatkan oleh da’i ini meskipun dia sudah mati.&lt;br /&gt;Maka wajib bagi para da’i untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya  dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam  menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia  bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi  dakwahnya. Lihatlah para Rasul &lt;em&gt;shalawatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim&lt;/em&gt;. Mereka juga disakiti dengan ucapan dan perbuatan sekaligus.&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Demikianlah,  tidaklah ada seorang Rasul pun yang datang sebelum mereka melainkan  mereka (kaumnya) mengatakan, ‘Dia adalah tukang sihir atau orang gila’.”&lt;/em&gt; (QS. Adz Dzariyaat [51]: 52). Begitu juga Allah &lt;em&gt;‘azza wa jalla&lt;/em&gt; berfirman, &lt;em&gt;“Dan demikianlah Kami menjadikan bagi setiap Nabi ada musuh yang berasal dari kalangan orang-orang pendosa.”&lt;/em&gt; (QS. Al Furqaan [25]: 31). Namun, hendaknya para da’i tabah dan bersabar dalam menghadapi itu semua…” (&lt;em&gt;Syarh Tsalatsatul Ushul&lt;/em&gt;, hal. 24)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar di atas Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bagaimana kisah Bilal bin Rabah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;  yang tetap berpegang teguh dengan Islam meskipun harus merasakan siksaan  ditindih batu besar oleh majikannya di atas padang pasir yang panas  (Lihat &lt;em&gt;Tegar di Jalan Kebenaran&lt;/em&gt;, hal. 122). Ingatlah bagaimana  siksaan tidak berperikemanusiaan yang dialami oleh Ammar bin Yasir dan  keluarganya. Ibunya Sumayyah disiksa dengan cara yang sangat keji  sehingga mati sebagai muslimah pertama yang syahid di jalan Allah.  (Lihat &lt;em&gt;Tegar di Jalan Kebenaran&lt;/em&gt;, hal. 122-123)&lt;br /&gt;Lihatlah keteguhan Sa’ad bin Abi Waqqash &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; yang dipaksa oleh ibunya untuk meninggalkan Islam sampai-sampai ibunya&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;bersumpah&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;mogok  makan dan minum bahkan tidak mau mengajaknya bicara sampai mati. Namun  dengan tegas Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan, “Wahai Ibu, demi Allah,  andaikata ibu memiliki seratus nyawa kemudian satu persatu keluar,  sedetikpun ananda tidak akan meninggalkan agama ini…” (Lihat &lt;em&gt;Tegar di Jalan Kebenaran&lt;/em&gt;,  hal. 133) Inilah akidah, inilah kekuatan iman, yang sanggup bertahan  dan kokoh menjulang walaupun diterpa oleh berbagai badai dan topan  kehidupan.&lt;br /&gt;Saudaraku, ketahuilah sesungguhnya cobaan yang menimpa kita pada hari  ini, baik yang berupa kehilangan harta, kehilangan jiwa dari saudara  yang tercinta, kehilangan tempat tinggal atau kekurangan bahan makanan,  itu semua jauh lebih ringan daripada cobaan yang dialami oleh salafush  shalih dan para ulama pembela dakwah tauhid di masa silam.&lt;br /&gt;Mereka disakiti, diperangi, didustakan, dituduh yang bukan-bukan,  bahkan ada juga yang dikucilkan.Adayang tertimpa kemiskinan harta,  bahkan ada juga yang sampai meninggal di dalam penjara, namun sama  sekali itu semua tidaklah menggoyahkan pilar keimanan mereka.&lt;br /&gt;Ingatlah firman Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; yang artinya, &lt;em&gt;“Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim.”&lt;/em&gt; (QS. Ali ‘Imran [3] : 102).&lt;br /&gt;Ingatlah juga janji Allah yang artinya, &lt;em&gt;“Barang siapa yang  bertakwa kepada Allah niscaya akan Allah berikan jalan keluar dan Allah  akan berikan rezeki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka.”&lt;/em&gt; (QS. Ath Thalaq [65] : 2-3).&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Ketahuilah,  sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama  kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti akan  ada kemudahan.”&lt;/em&gt; (HR. Abdu bin Humaid di dalam Musnadnya [636] (Lihat &lt;em&gt;Durrah Salafiyah&lt;/em&gt;, hal. 148) dan Al Haakim dalam &lt;em&gt;Mustadrak ‘ala Shahihain&lt;/em&gt;, III/624). (&lt;em&gt;Syarh Arba’in Ibnu ‘Utsaimin&lt;/em&gt;, hal. 200)&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Sabar Menjauhi Maksiat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Bersabar  menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah, sehingga dia berusaha  menjauhi kemaksiatan, karena bahaya dunia, alam kubur dan akhirat siap  menimpanya apabila dia melakukannya. Dan tidaklah umat-umat terdahulu  binasa kecuali karena disebabkan kemaksiatan mereka, sebagaimana hal itu  dikabarkan oleh Allah &lt;em&gt;‘azza wa jalla&lt;/em&gt; di dalam muhkam al-Qur’an.&lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang ditenggelamkan oleh Allah ke dalam lautan,  ada pula yang binasa karena disambar petir, ada pula yang dimusnahkan  dengan suara yang mengguntur, dan ada juga di antara mereka yang  dibenamkan oleh Allah ke dalam perut bumi, dan ada juga di antara mereka  yang di rubah bentuk fisiknya (dikutuk).”&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pentahqiq kitab tersebut memberikan catatan, “Syaikh memberikan isyarat terhadap sebuah ayat,&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“Maka  masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, Maka di  antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di  antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di  antara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka  ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak  menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka  sendiri.”&lt;/em&gt; (QS. Al ‘Ankabuut [29] : 40).&lt;br /&gt;“Bukankah itu semua terjadi hanya karena satu sebab saja yaitu maksiat kepada Allah &lt;em&gt;tabaaraka wa ta’ala&lt;/em&gt;.  Karena hak Allah adalah untuk ditaati tidak boleh didurhakai, maka  kemaksiatan kepada Allah merupakan kejahatan yang sangat mungkar yang  akan menimbulkan kemurkaan, kemarahan serta mengakibatkan turunnya  siksa-Nya yang sangat pedih. Jadi, salah satu macam kesabaran adalah  bersabar untuk menahan diri dari perbuatan maksiat kepada Allah.  Janganlah mendekatinya.&lt;br /&gt;Dan apabila seseorang sudah terlanjur terjatuh di dalamnya hendaklah  dia segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya,  meminta ampunan dan menyesalinya di hadapan Allah. Dan hendaknya dia  mengikuti kejelekan-kejelekannya dengan berbuat kebaikan-kebaikan.  Sebagaimana difirmankan Allah &lt;em&gt;‘azza wa jalla&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan.”&lt;/em&gt; (QS. Huud [11] : 114). Dan juga sebagaimana disabdakan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad, dll, dihasankan Al Albani dalam &lt;em&gt;Misykatul Mashaabih&lt;/em&gt; 5043)…” (&lt;em&gt;Thariqul wushul&lt;/em&gt;, hal. 15-17)&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Sabar Menerima Takdir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Macam  ketiga dari macam-macam kesabaran adalah Bersabar dalam menghadapi  takdir dan keputusan Allah serta hukum-Nya yang terjadi pada  hamba-hamba-Nya. Karena tidak ada satu gerakan pun di alam raya ini,  begitu pula tidak ada suatu kejadian atau urusan melainkan Allah lah  yang mentakdirkannya. Maka bersabar itu harus. Bersabar menghadapi  berbagai musibah yang menimpa diri, baik yang terkait dengan nyawa,  anak, harta dan lain sebagainya yang merupakan takdir yang berjalan  menurut ketentuan Allah di alam semesta…” (&lt;em&gt;Thariqul wushul&lt;/em&gt;, hal. 15-17)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar dan Tauhid &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al Imam Al Mujaddid Al Mushlih Muhammad bin Abdul Wahhab &lt;em&gt;rahimahullahu&lt;/em&gt; &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; membuat sebuah bab di dalam Kitab Tauhid beliau yang berjudul, &lt;strong&gt;“Bab Minal iman billah, ash-shabru ‘ala aqdarillah”&lt;/strong&gt; (Bab Bersabar dalam menghadapi takdir Allah termasuk cabang keimanan kepada Allah)&lt;br /&gt;Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh &lt;em&gt;hafizhahullahu&lt;/em&gt; &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;  mengatakan dalam penjelasannya tentang bab yang sangat berfaedah ini,  “Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam  agama). Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang sangat mulia. Ia  menempati relung-relung hati, gerak-gerik lisan dan tindakan anggota  badan. Sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi  tanpa kesabaran.&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan ibadah merupakan perintah syari’at (untuk  mengerjakan sesuatu), atau berupa larangan syari’at (untuk tidak  mengerjakan sesuatu), atau bisa juga berupa ujian dalam bentuk musibah  yang ditimpakan Allah kepada seorang hamba supaya dia mau bersabar  ketika menghadapinya.&lt;br /&gt;Hakikat penghambaan adalah tunduk melaksanakan perintah syari’at  serta menjauhi larangan syari’at dan bersabar menghadapi  musibah-musibah. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah &lt;em&gt;jalla wa ‘ala&lt;/em&gt; untuk menempa hamba-hamba-Nya. Dengan demikian ujian itu bisa melalui sarana ajaran agama dan melalui sarana keputusan takdir.&lt;br /&gt;Adapun ujian dengan dibebani ajaran-ajaran agama adalah sebagaimana tercermin dalam firman Allah &lt;em&gt;jalla wa ‘ala&lt;/em&gt; kepada Nabi-Nya &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; di dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari ‘Iyaadh bin Hamaar. Dia berkata, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pernah bersabda &lt;em&gt;“Allah ta’ala berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu’.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maka hakikat pengutusan Nabi &lt;em&gt;‘alaihish shalaatu was salaam&lt;/em&gt;  adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap  sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau  sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan.&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal  kesabaran. Untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal  kesabaran. Begitu pula saat menghadapi keputusan takdir kauni (yang  menyakitkan) tentu juga diperlukan bekal kesabaran. Oleh sebab itulah  sebagian ulama mengatakan, “Sesungguhnya sabar terbagi tiga; sabar dalam  berbuat taat, sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala  menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan.”&lt;br /&gt;Karena amat sedikitnya dijumpai orang yang sanggup bersabar tatkala  tertimpa musibah maka Syaikh pun membuat sebuah bab tersendiri, semoga  Allah merahmati beliau. Hal itu beliau lakukan dalam rangka menjelaskan  bahwasanya &lt;strong&gt;sabar termasuk bagian dari kesempurnaan tauhid&lt;/strong&gt;. Sabar termasuk kewajiban yang harus ditunaikan oleh hamba, sehingga ia pun bersabar menanggung ketentuan takdir Allah.&lt;br /&gt;Ungkapan rasa marah dan tak mau sabar itulah yang banyak muncul dalam  diri orang-orang tatkala mereka mendapatkan ujian berupa ditimpakannya  musibah. Dengan alasan itulah beliau membuat bab ini, untuk menerangkan  bahwa sabar adalah hal yang wajib dilakukan tatkala tertimpa takdir yang  terasa menyakitkan. Dengan hal itu beliau juga ingin memberikan  penegasan bahwa bersabar dalam rangka menjalankan ketaatan dan  meninggalkan kemaksiatan hukumnya juga wajib.&lt;br /&gt;Secara bahasa sabar artinya tertahan. Orang Arab mengatakan, “Qutila  fulan shabran” (artinya si polan dibunuh dalam keadaan “shabr”) yaitu  tatkala dia berada dalam tahanan atau sedang diikat lalu dibunuh, tanpa  ada perlawanan atau peperangan. Dan demikianlah inti makna kesabaran  yang dipakai dalam pengertian syar’i.&lt;br /&gt;Ia disebut sebagai sabar karena di dalamnya terkandung penahanan  lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa marah  dan menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan dalam  bentuk menampar-nampar pipi, merobek-robek kain dan semacamnya. Maka  menurut istilah syari’at sabar artinya: Menahan lisan dari mengeluh,  menahan hati dari marah dan menahan anggota badan dari menampakkan  kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu dan tindakan lain  semacamnya.&lt;br /&gt;Imam Ahmad &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata, “Di dalam al-Qur’an kata  sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman,  sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya  kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk  menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang  menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan”&lt;br /&gt;Perkataan beliau “Bab Minal imaan, ash shabru ‘ala aqdaarillah”  artinya: salah satu ciri karakteristik iman kepada Allah adalah bersabar  tatkala menghadapi takdir-takdir Allah. Keimanan itu mempunyai  cabang-cabang. Sebagaimana kekufuran juga bercabang-cabang.&lt;br /&gt;Maka dengan perkataan “Minal imaan ash shabru” beliau ingin  memberikan penegasan bahwa sabar termasuk salah satu cabang keimanan.  Beliau juga memberikan penegasan melalui sebuah hadits yang diriwayatkan  oleh Muslim yang menunjukkan bahwa &lt;em&gt;niyaahah&lt;/em&gt; (meratapi mayit)  itu juga termasuk salah satu cabang kekufuran. Sehingga setiap cabang  kekafiran itu harus dihadapi dengan cabang keimanan. Meratapi mayit  adalah sebuah cabang kekafiran maka dia harus dihadapi dengan sebuah  cabang keimanan yaitu bersabar terhadap takdir Allah yang terasa  menyakitkan” (&lt;em&gt;At Tamhiid&lt;/em&gt;, hal.389-391)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-6289998581980568421?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://abuyahya8211.wordpress.com/2011/05/07/benarkah-kesabaran-ada-batasnya/' title='BENARKAH KESABARAN ADA BATASNYA.....???'/><link rel='enclosure' type='' href='http://abuyahya8211.wordpress.com/2011/05/07/benarkah-kesabaran-ada-batasnya/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/6289998581980568421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=6289998581980568421&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6289998581980568421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6289998581980568421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/05/benarkah-kesabaran-ada-batasnya.html' title='BENARKAH KESABARAN ADA BATASNYA.....???'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-1095298486454246706</id><published>2011-03-30T10:36:00.000+07:00</published><updated>2011-03-30T10:36:04.212+07:00</updated><title type='text'>UMAT ISLAM, AYO BANGKIT</title><content type='html'>Kita sadar, umat sering diadu domba. Kita tahu, ukhuwah masih  terseok-seok. Tapi apakah kita berpura-pura tidak mau mengakui kenyataan  ini atau memang tidak mau untuk kembali bangkit? Pertanyaan ini pernah  terlontar dari seorang kawan yang berprofesi sebagai jurnalis. &lt;br /&gt;Di negeri yang mayoritas Muslim, seperti Indonesia, sering kali media  massa menjadikan Islam sebagai pihak tersudut. Indepedensi media yang  telah terkontaminasi oleh banyak kepentingan acap menyudutkan Islam di  hampir setiap kasus yang melibatkan kepentingan umat. Kasus jadi  mencuat, lalu dibesar-besarkan atau diputarbalikkan. &lt;br /&gt;lhasil, informasi yang diolah, sering melukai hati umat Islam. &lt;br /&gt;Fenomena ini amat menyedihkan. Menusuk relung hati. Frame media yang  menyudutkan umat terjadi berulang kali. Kasus terorisme, penangkapan  ulama, kasus HKBP, Ahmadiyah, dan sebagainya. Peristiwa yang melibatkan  umat kadang dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk ‘mencuci otak’   khalayak dengan menggiring opini seolah Islam sebagai agama yang suka  kekerasan, agama yang suka berbuat onar, agama yang tidak menghargai hak  asasi manusia, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Berita semacam ini dikonstruksikan sedemikian rupa. Dicetak atau  diputar berulang-ulang. Dikemas dalam beragam acara diskusi di layar  kaca dengan menghadirkan nara sumber yang cenderung menitik beratkan  kepentingan yang tak memihak umat. Akhklak media massa telah terkikis.  Tergerus oleh rating yang mendulang rupiah. Masa bodoh dengan masa depan  akidah.&lt;br /&gt;Ironis, umat belum memiliki kekuatan mendobrak agenda setting media.  Siaran atau informasi yang terserak dan dikonsumsi masyarakat semakin  jauh dari nilai Islami, baik informasi dalam berita atau tayangan lain.  Kemasan acara yang jarang memuat nilai edukasi terus dibiarkan. Protes  demi protes seperti angin semilir yang jarang didengar pihak media.  Ketika hadir media massa yang menyiarkan/menyebarkan nilai Islami, pamor  media itu masih kalah telak. Umat pun jarang meliriknya. &lt;br /&gt;Gerakan diet televisi, matikan televisimu, atau tinggalkan televisi;  belum banyak mengubah moral bangsa ini, khususnya dalam konteks  menggerakkan kebangkitan umat Islam Indonesia. Sebaliknya, kesadaran  untuk kembali kepada nilai Quran dan Sunnah semakin jauh. Ulama sebagai  pewaris nabi tinggal sedikit yang mau bergerak dari kampung ke kampung,  dari pintu ke pintu. Jarang kita temui ustadz yang berdakwah seperti  cara para wali dahulu. Jarang pula di setiap ba’da Maghrib kita dengar  lantunan Quran di rumah-rumah. &lt;br /&gt;Dengan kondisi ini, kita malah sering mendengar teriakan tegakkan  syariat Islam, dirikan khilafah Islamiyah. Melihat realita umat, hal ini  seperti utopis. Bukan untuk melemahkan semangat atau bersikap pesimis.  Namun, sepertinya sulit merealisasikan penegakan syariat Islam di negeri  ini bila melihat kondisi kita masih lemah; kelemahan mengembangkan  nilai Islami dalam mendidik anak, kelemahan ekonomi, ukhuwah, penguasaan  ilmu Islam, kelemahan strategi pengumpulan, pengolahan dan penyebaran  informasi hingga kepentingan umat dinjak-injak media, serta kelemahan  lain.&lt;br /&gt;Kita sadar, umat sering diadu domba. Kita tahu, ukhuwah masih  terseok-seok. Tapi apakah kita berpura-pura tidak mau mengakui kenyataan  ini atau memang tidak mau untuk kembali bangkit? Pertanyaan ini patut  kita renungkan. Sesama umat masih banyak yang saling caci, adu jotos,  dan mementingkan bendera kelompok, organisasi, atau partai. Bukan  kepentingan Dinnul Islam secara kaffah. Kekerasan bernuansa agama yang  mengakibatkan darah tumpah masih terjadi di antara umat. Banyak pula  umat Islam yang masih membela kelompok yang jelas-jelas mendangkalkan  akidah. Sebaliknya, persaudaraan di tubuh non Muslim; Nasrani maupun  Yahudi semakin kuat. &lt;br /&gt;Mari bercermin, mereka rela mengeluarkan sejumlah hartanya untuk  menolong sesamanya. Bagaimana kekuatan persaudaraan mereka dalam  mengangkat harkat martabat ekonomi kaumnya yang lemah, membuat sekolah  bonafit bagi siswa mereka yang kurang mampu, menyediakan lapangan  pekerjaan bagi kaumnya yang menganggur, menggalang ragam bantuan bagi  kaumnya yang sakit, dan sebagainya. Atau Yahudi yang memilih memutarkan  uangnya di kalangan mereka sendiri. Semaksimal mungkin mereka menjaga  agar perputaran uang tak lari dari kaumnya.&lt;br /&gt;Rasulullah yang membawa nilai ukhuwah, justru dipraktekkan oleh  mereka yang non Muslim. Alangkah naif, dari sekian juta rakyat miskin di  negeri ini didominasi umat Islam. Lalu, kemana orang-orang kaya kita?  Mengapa potensi zakat (fitrah dan mal) belum mampu mendongkrak  kesejahteraan umat? Untuk apa menggalang kekuatan di parlemen tapi  kesejahteraan dan pendidikan umat di kalangan bawah kian berantakan?&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin masih bisa menikmati hidup di mobil mewah tapi  masih cuek dengan para gembel yang menahan lapar? Bagaimana mungkin  paham dengan sejarah kehidupan, perjuangan, kesederhanaan Rasul dan  Sahabat tapi dalam kesehariannya kita tetap bermewah-mewahan? Untuk apa  berteori ukhuwah bila dengan lingkungan sekitar tak peka. Ini bisa saja  masih kita alami.&lt;br /&gt;Sebab, bisa jadi, ketika bersama istri dan anak-anak kita bahagia  tapi kita tak tahu bahwa kakak kandung, adik kandung, saudara, atau  tetangga kita ada yang berteriak kelaparan, berteriak kesulitan  membiayai pendidikan buah hatinya. Kadang kita mementingkan kepentingan  terlalu besar, tapi kebutuhan krusial dari orang terdekat terlupakan.  Kebutuhan fundamental untuk memajukan umat dilalaikan. &lt;br /&gt;Hingga kini tetap ada sekolah Islam terpadu (TKIT, SDIT, dll) yang  memang berkualitas tapi masih harus mensyaratkan biaya menjulang. Jarang  bisa disentuh oleh masyarakat yang kurang mampu. Kelengkapan fasilitas  sekolah dan kualitas didik yang baik memang membutuhkan biaya besar,  tapi apakah memang benar-benar tak bisa menjangkau umat yang miskin?  Adakah sekolah Islam dimana pihak yayasan atau pengelolanya tak meraih  keuntungan? Sepertinya lembaga pendidikan Islam telah beralih kepada  orientasi bisnis, kurang memprioritaskan pada ketulusan mencerdaskan  umat.&lt;br /&gt;Mungkin salah satu indikasi ini bisa terekam dari kebanyakan sekolah  Islam terpadu yang siswanya didominasi dari kalangan menengah ke atas.  Muslim yang miskin lebih banyak menyekolahkan siswanya di sekolah  negeri--yang maaf, barangkali, kurikulum dan out poutnya standar. Masih  banyak pula generai umat yang putus sekolah lantaran tak ada biaya. Jika  demikian, dimana peran aktif pengelola/yayasan sekolah Islam? Sejauh  mana kesungguhan mencerdaskan umat seperti yang tertera dalam visi atau  brosur-brosur lembaga pendidikan Islam yang disebar di jalan-jalan, di  banyak tempat.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;Dan hendaklah takut orang-orang yang  seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah,  khawatir terhadap mereka. Karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada  Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan benar &lt;/em&gt;(An Nisa, ayat 9). &lt;br /&gt;Tanggung jawab besar terhadap masyarakat miskin memang ada di pundak  pemerintah. Tapi alangkah indahnya bila seluruh pengelola sekolah Islam  di negeri ini bisa mengambil alih peran pemerintah dalam hal memberi  pendidikan bagi umat lapisan bawah. Menjadi oase bagi anak-anak jalanan  yang putus sekolah. Alangkah eloknya bila potensi zakat benar-benar  dimanfaatkan secara optimal mengangkat derajat kehidupan kaum dhuafa.  Betapa bahagianya, sesama umat saling membantu keperluannya.&lt;br /&gt;Kemajuan suatu umat atau bangsa tak bisa dipisahkan dari pendidikan  dan ukhuwah/persatuan. Jika pendidikan umat masih mahal, sulit rasanya  untuk memajukan Islam. Ini berkorelasi erat dengan kekuatan ukhuwah.  Bila ukhuwah kita sudah kuat, tentu, akan semakin banyak sekolah Islam  berkualitas dirasakan oleh umat yang ekonominya rendah. Pada saatnya  umat tak mudah dicekoki dengan informasi yang mampu mendangkalkan  akidah. Sulit untuk diadu domba. Lebih cepat untuk bergerak maju.&lt;br /&gt;Rasulullah berwasiat agar kita membantu orang-orang fakir. “Sekalipun  hanya secuil kurma atau setetes air.” Hal itu diulangi hingga tiga  kali. Makna hadits di atas menunjukkan manusia harus memberi uluran  tangan kepada orang lain dan memberi bantuan kepada mereka yang  membutuhkan. Sekalipun pemasukannya terbatas, hendaknya ia tetap  membantu orang yang lebih miskin darinya. Orang yang hidup bahagia  bersama istri dan anaknya, ia harus berusaha membagi kebahagiaannya ke  dalam kehidupan orang lain, semampunya. Hal ini harus diajarkan kepada  seluruh anak-anak, baik pria dan wanita. (Husain Mazhahiri: Pintar  Mendidik Anak, 1999). &lt;br /&gt;Untuk mewujudkan kebangkitan Islam, mari bercermin pada non Muslim  yang benar-benar mempraktekkan kekuatan ukhuwah, mengoptimalkan nilai  Islami yang dibawa Rasulullah. Lalu, mari bandingkan dengan kualitas  ukhuwah kita saat ini. Kita masih harus belajar lagi memperbaiki  kualitas ukhuwah di segala bidang. Terutama mengasah kepekaan terhadap  lingkungan sekitar. Selanjutnya, barulah kita bisa bergerak untuk  kemudian berjuang menegakkan syariat Islam di negeri ini. &lt;br /&gt;Kita sadar, umat sering diadu domba. Kita tahu, ukhuwah masih  terseok-seok. Kembali ke pertanyaan awal: Apakah kita berpura-pura tidak  mau mengakui kenyataan ini atau memang tidak mau untuk kembali bangkit?  Duhai saudaraku, mari kuatkan ukhuwah. Ayo, bangkitkan kekuatan itu!  Barangkali bisa diawali dengan lebih memperhatikan dan membantu  lingkungan terdekat, semampu kita. Semoga... Wallahu ‘alammu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-1095298486454246706?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://eramuslim.com' title='UMAT ISLAM, AYO BANGKIT'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/1095298486454246706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=1095298486454246706&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1095298486454246706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1095298486454246706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/03/umat-islam-ayo-bangkit.html' title='UMAT ISLAM, AYO BANGKIT'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7942873332632159680</id><published>2011-01-29T09:03:00.002+07:00</published><updated>2011-01-29T09:03:55.929+07:00</updated><title type='text'>KAROMAH PARA WALI ALLAH</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;Sabda Rasulullah SAW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada beberapa orang yang  dirindui para nabi dan syuhada. Ditanya kepada baginda: “Siapakah mereka  ya Rasulullah?” Baginda menjawab: “Mereka adalah kaum yang saling  mencintai dengan cahaya Allah, bukan atas dasar harta dan hubungan  keluarga. Wajah mereka bercahaya,mereka berada diatas mimbar-mimbar yang  terbuat dari cahaya,mereka tidak merasa takut ketika manusia  ketakutan,mereka juga tidak pernah sedih ketika manusia bersedih hati”  (HR Nasai &amp;amp; Ibnu Hibban) . Lalu Nabi SAW membacakan ayat ini, tapi  saya tidak pasti dari surah mana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah! Sesungguhnya wali-wali Allah tidak memiliki ketakutan dan tidak pula bersedih hati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari sudut pandangan 4 mazhab,tidak ada satu mazhab pun  yang menolak karomah ini. Karomah adalah kejadian luar biasa yang tidak  diikuti dengan pengakuan kenabian. Manakala Mu’jizat muncul dari orang  yang mengaku Nabi Allah. Karomah biasanya terjadi kepada hamba yang  nyata kesholehannya,selalu mengikuti Sunnah Rasulullah dan menjalankan  syariat dengan keyakinan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul persoalan masyarakat masa kini diantara perbezaan Karomah dan  Sihir. Jawabnya adalah bahawa Sihir itu timbul dari tangan orang yang  fasiq,zindik dan kafir yang berada diluar agama,percaya kepada kuasa  selain Allah dan bukan mengikut Sunnah dan Syariat Nabi SAW. Sedangkan  Karomah tidak terjadi kecuali kepada orang yang bersungguh-sungguh dalam  mengikuti syariat sehingga mencapai puncak Ma’rifatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahawasanya para Wali adalah orang-orang yang mengenal ALLAH  SWT menurut kemampuan mereka dalam ketaatan,menjauhi maksiat dan  berpaling dari terjerumus kedalam nafsu-syahwat. Sepertimana sabda  Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terdepanlah orang-orang yang menyepikan diri”. Baginda ditanya  “Siapakah mereka wahai Rasulullah? ”. Maka Baginda menjawab ”Mereka  adalah orang yang sangat senang dengan mengingati Allah. Allah  meletakkan zikir yang berat-berat untuk mereka,hingga mereka mendatangi  Allah pada hari kiamat dengan ringan.” (HR Muslim dan Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) &lt;br /&gt;Diantara kenyataan terjadinya Karomah telah tersebut didalam Al-Quran.  Diantaranya adalah kisah Maryam dan puteranya Isa AS yang telah lahir  tanpa perantaraan suami. Juga fenomena ajaib yang terjadi pada diri  Maryam ketika dijaga Nabi Zakaria AS. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap kali Zakaria masuk kepada Mihrab(yang diduduki) Maryam, ia  mendapati disisinya rezeki(makanan). Zakaria bertanya: “Dari mana kamu  dapatkan rezeki ini ?” Ia menjawab “Ini(makanan) dari Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tidak ada masuk ke mihrab itu selain dirinya,apabila Nabi  Zakaria AS keluar dari ruangan Maryam,ia pasti mengunci semula pintunya,  dan dia mendapati disamping Maryam jenis makanan(buahan) kemarau  dimusim hujan dan buahan hujan dimusim kemarau..SUBHANALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) &lt;br /&gt;Juga kisah penghuni gua (Ashabul Kahfi). Mereka adalah sekelompok  orang-orang mukmin yang takut imannya berubah kerana raja mereka. Maka  mereka telah keluar dari negerinya dan mereka masuk kedalam gua. Mereka  telah tinggal didalamnya tanpa makanan dan minuman selama 309 tahun  dalam keadaan tidur tanpa sakit atau mati. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Kamu lihat: ketika matahari terbit…….dan mereka tinggal di gua itu selama tiga ratus Sembilan tahun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)&lt;br /&gt;Demikian juga kisah Ashif,seorang menteri Nabi Sulaiman. Ketika Nabi  Allah Sulaiman berkata kepada pasukannya. “Wahai para pembesar,siapakan  diantara kamu yang dapat mendatangkan istana Ratu Balqis sebelum  mendatangiku dengan menyerah dan masuk Islam?”. Ketika itu,rombongan  Balqis hanya jauhnya 1 fasakh lagi dari kerajaan Nabi Sulaiman AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Ifrit dari bangsa Jin. “Saya akan mendatangkannya kepadamu  sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu”. Maka Nabi Sulaiman membalas.  “Aku mahu yang lebih cepat dari itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Ashif Bin Barkhaya, setiausaha nabi Sulaiman. Dia sangat  jujur dan mengetahui rahsia nama Allah yang Maha Dasyat yang apabila  berdoa dengan Nama itu, maka doa itu akan terkabul,dan apabila meminta  kepadaNYA,IA akan memberi.&lt;br /&gt;“Aku akan mendatangkannya kepadamu sebelum kamu membalikkan(mengembalikan) pandanganmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)&lt;br /&gt;Begitu juga kisah Karomah para sahabat,tabi’in dan orang-orang  selepasnya hinggalah sekarang ini. Telah Mutawatir peristiwa-peristiwa  ini. Diantaranya ialah kisah Umar RA. Ia berkata: “Wahai Sariyah  berlindunglah digunung,berlindunglah digunung.”. Ketika dalam khutbahnya  pada hari Jumaat. Secara langsung suara itu terdengar oleh Sariyah dan  dengan spontan dia berlindung dari musuh di satu tempat digunung itu.  Dalam hal ini, Umar memiliki 2 Karomah iaitu nampaknya keadaan Sariyah  dan sahabat-sahabat muslim yang lain beserta keadaan musuh. Dan yang  kedua sampainya suara Umar kepada Sariyah yang berada dinegeri yang  jauh..Subhanallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara riwayat lain adalah bahawasanya Umar RA berkata kepada singa yang  menghalangi jalan umum: “Menyingkirlah” kemudian singa itu  mengibas-ngibas ekornya lalu pergi. Kemudian Umar berkata: “Benarlah  Rasulullah bersabda” . “Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah akan  membuat takut kepadanya segala sesuatu” (HR Abussyaikh,Al-Hakim dan  Rafi’ie dalam kitab Amali-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5)&lt;br /&gt;Banyak lagi kisah dan riwayat yang telah tersebut didalam kitab-kitab  hadis,antaranya Hadis Bukhari. Jika saudara-saudara ingin tahu lebih  banyak lagi mengenai karomah para wali Allah ini, silalah membaca dan  mempelajari manaqib-manaqib mereka. Anataranya manaqib Quthubul Aulia  Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-7942873332632159680?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/7942873332632159680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=7942873332632159680&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7942873332632159680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7942873332632159680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/01/karomah-para-wali-allah.html' title='KAROMAH PARA WALI ALLAH'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2509626090058348571</id><published>2011-01-24T08:37:00.000+07:00</published><updated>2011-01-24T08:37:26.893+07:00</updated><title type='text'>h, semua orang lebih fakih dari Aku</title><content type='html'>Dalam hidup ini, Allah pasti jumpakan kita dengan orang-orang yang luar biasa. Kalau kita tidak bisa mengeja tarbiyah-Nya, itu murni karena kekurangpekaan kita, atau kita malah sudah mati rasa sehingga tidak bisa mengambil pelajaran dari kejadian yang ada disekitaran kita. “Fa`tabirû yâ ulî l-abshâr.”Karenanya, belajar dari episode kehidupan di sekeliling kita adalah sebuah kemustian agar kita menjadi lebih baik, dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah-kisah berikut ini bermanfaat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, ada sms yang masuk, “Akh, ana minta dijemput di masjid al Karim, -Pabelan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan sms dari seorang teman yang baru selesai dari acara outbondnya, aku langsung menuju tempat yang dimaksud. Sesampainya di sana, aku tidak mendapati temanku. Langsung saja aku balik kirim sms, “Antum dimana? Sudah sampai mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian, ada jawaban yang muncul di layar hape K310-ku, “Ana masih di perjalanan. Kira-kira seperempat jam lagi.” Ah, berarti aku harus menunggu dulu. Heu..kenapa tidak bilang bahwa ia belum sampai masjid ini, dan memberi keterangan sampai seperempat jam kemudian. But, no problem lah. Masa menunggu itu aku pergunakan untuk beristirahat dengan merebahkan tubuhku di atas lantai masjid bagian depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tengah merebahkan badan, ada seorang ibu yang tengah melewati pintu gerbang masjid. Ia berpakaian kumal, tertambal sana-sini tidak karuan. Kelelahan tersirat jelas dari raut wajahnya karena berjalan tanpa tujuan. Ia pun tampak kelaparan. Entah berapa kali ia tidak makan. Melihatku, ia beranikan diri meminta. Dari jarak sekitar 4 meter itu –jarak gerbang dengan serambi masjid-, ia menengadahkan tangannya, dan berkata memelas, “Mas, minta uangnya.” Langsung. Polos. Tanpa basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku mengamatinya, dan memintanya untuk mendatangi tempatku berbaring. Ia mendekat, dan aku bangkit dari tidurku kemudian merogoh kantong. Kuberi uang dua lembar seribuan. Hanya 2000 rupiah. Seperti biasa, ia berucap terima kasih. Tetapi ada yang istimewa dari sekedar terima kasihnya. Ternyata ia membaca, “Alhamdulillah, subhanalllah.” Sambil melihat-lihat uang dua ribu yang sangat berharga, menurutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memegang erat-erat uang dua ribu itu, dan menimang-nimangnya seolah mendapatkan sesuatu yang diidamkan. Ia terus berucap hamdalah dan tasbih tanpa henti. Bahkan ketika berada di pintu gerbang masjid pun, ia masih menatapku seolah menyiratkan rasa terima kasihnya yang amat sangat. Selain itu, ia juga masih melihat uang dua ribu itu, sembari meletakkan di depan dadanya dan masih berucap, “Alhamdulillah, subhanallah.” Berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapnya, “Alhamdulillah, subhanallah.” berulang-ulang itu benar-benar menegurku. Dalam hati, kuberucap lirih, “Subhanallah.” Ah, semua orang memang lebih fakih daripada aku…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ada seorang tukang angkut yang selalu berucap tahmid dan istighfar. Satu waktu mengangkut air, ia berucap tahmid, dan waktu yang lain ia beristighfar. Selalunya begitu. Di tengah aktivitasnya mengangkut itu, ada seorang ulama` yang memperhatikannya. Dialah Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau meminta lelaki itu untuk berkunjung ke rumahnya. Selama di rumah, beliau mengamati lisan tamunya dengan seksama. Ada dzikir yang senantiasa keluar dari lisan tamunya. Beliau takjub dengan kebiasaan lelaki itu, dan hatinya tak bisa menahan untuk tidak bertanya. Tanyanya, “Kalau boleh tahu, sejak kapan anda selalu berucap tahmid dan istighfar setiap kali anda mengangkut air?” “Sudah lama.” Jawabnya. Imam Ahmad kembali bertanya, “Kenapa hanya dua kalimat thoyyibah itu saja?” ia menjawab, “Karena kita berada di antara dua hal; nikmat Allah yang harus kita syukuri dengan memuji-Nya, dan kelalaian yang selalu membersamai kita sehingga kita harus memohon ampunan-Nya.” Imam Ahmad kembali bertanya, “Apa faedah dan manfaat yang kamu dapatkan dengan kebiasaanmu itu?” “Banyak. Tidak ada kebutuhan yang aku inginkan kecuali dikabulkan oleh Allah Ta’ala”jawabnya “Tetapi ada satu permintaan yang sampai saat ini belum diperkenankan.” “Apa itu?” Tanya Imam Ahmad penasaran. Lelaki itu menjawab, “Aku belum pernah bertemu dengan Imam Ahmad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad kemudian memeluknya, dan memberitahukan bahwa beliaulah yang selama ini dicari-carinya. Lelaki itu terkejut, dan tak henti-henti memanjatkan puji syukur kepada Allah Ta’ala. Allah telah mengabulkan semua pintanya. Subhanallah. Dan ketika lelaki itu pulang, Imam Ahmad tertegun, dan berkata, “Ah, semua orang lebih fakih dari Ahmad, semua orang lebih fakih dari Ahmad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain, tersebut sebuah kisah singkat tetapi mengandung pelajaran berharga. Umar bin Khattab radhiyallahu `anhu, khalifah kaum muslimin ke-dua, mendengarkan sebuah lantunan doa yang dipanjatkan oleh salah seorang rakyatnya. Doanya, “Ya Allah, jadikanlah aku golongan yang sedikit… Ya Allah, jadikanlah aku golongan yang sedikit…” begitu terus, berulang-ulang hingga Umar bin Khattab bosan mendengarnya. Beliaupun bertanya dengan suara keras, “Wahai hamba Allah, apa yang kamu maksudkan dengan doamu, “Ya Allah, jadikanlah aku golongan yang sedikit?” lelaki itu menjawab, “Aku ingin dimasukkan Allah menjadi golongan yang sedikit, karena Dia pernah berfirman, “Wa qalîlun min `ibadiya s-syakûr.” Dan memuji orang yang beriman, “Wa mâ âmana ma`ahu illâ qalîl.” Begitulah, aku ingin dimasukkan sebagai golongan yang sedikit yang dipuji oleh Allah.” Umar terdiam, dan pergi dengan berlinang airmata sembari berkata, “Ah, semua orang lebih fakih dari Umar. Ah, semua orang lebih fakih dari Umar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…, dalam mengarungi episode hidup ini, kita akan dipertemukan Allah dengan orang-orang yang memiliki amalan yang mungkin tidak kita miliki. Ada amal-amal andalan yang mereka punya. Seperti halnya rizki, dimana semua orang diberi sesuai dengan ketentuan Dzat yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi, maka begitu pula dengan amal. Masing-masing sudah ditakdirkan memiliki amalan-amalan yang menjadi kelebihan mereka. Ada yang Allah mudahkan menjaga shalat berjama`ah dan shalat sunah rawatibnya, ada yang Allah mudahkan melaksanakan shalat malam, ada yang Allah mudahkan menangis karena Allah semata lantaran teringat semua dosa-dosa-nya hingga seolah-olah dosa seluruh manusia dibebankan kepadanya, ada yang Allah mudahkan bersedekah, ada yang Allah mudahkan berdzikir sepanjang waktunya, ada yang Allah mudahkan berbagi dengan orang lain, dan kemudahan-kemudahan dalam amal yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, kita harus sadar diri; jangan ada anggapan bahwa diri kita lebih baik dari orang lain, hatta kepada orang yang kita anggap tak berpendidikan sekalipun, pun begitu juga kepada orang banci. Ada pesan indah dari Sirri as Saqathi yang diabadikan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab monumentalnya, Shifatus shafwah. (Huem, maraji` andalan nieh ^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نَصِيْرٍ يَقُوْلُ : سَمِعْتُ الْجُنَيْدَ يَقُوْلُ : سَمِعْتُ السِّرِّيَّ قَالَ : مَا أَرَى لِيْ عَلَى أَحَدٍ فَضْلًا قِيْلَ : وَلَا عَلَى الْمُخْنِثِيْنَ؟ قَالَ : وَلَا عَلَى الْمُخْنِثِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ja’far bin Muhammad bin Bashir berkata, Aku mendengar Junaid berkata, Aku mendengar as Sirri berkata, “Aku tidak pernah berpendapat bahwa aku memiliki keutamaan atas orang lain.” Ada yang bertanya, “Tidak juga atas orang-orang yang banci.” Beliau menjawab, “Tidak juga atas orang-orang yang banci.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, menganggap diri lebih baik dari orang lain, dan mengangap ada orang yang lebih buruk darinya adalah kesombongan. Nasehat Abu Yazid al Busthami, yang juga disebutkan oelh Ibnul Jauzi dalam kitab yang sama, Shifatus shafwah, perlu kita renungkan bersama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ أَبُوْ يَزِيْدٍ: مَا دَامَ الْعَبْدُ يَظُنُّ أَنَّ فِي الْخَلْقِ مَنْ هُوَ شَرٌّ مِنْهُ فَهُوَ مُتَكَبِّرٌ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid berkata, “Selama seorang hamba menganggap bahwa ada orang yang lebih buruk daripada dirinya maka ia adalah orang yang sombong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, semua orang lebih fakih daripada aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a`lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ukhuwah dari akhukum fillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2509626090058348571?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://desasagablogspot.com' title='h, semua orang lebih fakih dari Aku'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2509626090058348571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2509626090058348571&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2509626090058348571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2509626090058348571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/01/h-semua-orang-lebih-fakih-dari-aku.html' title='h, semua orang lebih fakih dari Aku'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7107023181195553860</id><published>2011-01-22T07:05:00.000+07:00</published><updated>2011-01-22T07:05:17.047+07:00</updated><title type='text'>NASIHAT SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Alhamdulillah,akhirnya selesailah saya membaca dan menghayati mutiara kata dan nasihat-nasihat daripada Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani ini. Buku ini saya dapatkannya dari Perpustakaan Sultanah Zanariah UTM. Pada mulanya, perancangan ialah ingin mencari buku berkaitan aliran Tariqat, tetapi apabila terjumpa buku ini, hati ini tertarik rasanya ingin membacanya kerana Syeikh Abdul Qadir adalah ahli sufi yang amat terkenal didunia islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani atau nama sebenar beliau ialah Muhyiddin Abu Muhammad Abdul Qadir. Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW melalui puteri Baginda Siti Fatimah Al-Zahra. Beliau adalah seorang ahli sufi yang tidak asing lagi di dunia islam, sehinggakan terdapat satu aliran Tariqat yang diasaskannya iaitu Tarikat Qadariah. Tulisan, nasihat dan buah fikiran beliau berkenaan dengan ketuhanan dan tasawuf sentiasa mendapat perhatian dan menjadi rujukan walaupun ianya telah berlalu lebih kurang 900 tahun yang lampau. Sama-samalah kita hayatinya dan semoga kita semua dapat mengambil sedikit pengajaran daripada tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUNDUKKAN NAFSUMU SEBELUM ENGKAU DITUNDUKKANNYA.&lt;br /&gt;(disampaikan di Madrasah al-Ma’murah,hari Ahad pagi,3 Syawal 545 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, siapa yang ingin memperbaiki dirinya, maka hendaklah dia berlatih memerangi nafsunya, sehingga dirinya bebas daripada cengkaman nafsu kerana seluruh nafsu itu mengajak kepada kejahatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai pemuda…! Nasihatilah dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum kamu menasihati orang lain. &lt;br /&gt;Janganlah engkau berlebih-lebihan dalam menasihati orang lain sedangkan dalam dirimu sendiri masih bersemayam sesuatu yang engkau perlu perbaiki&lt;br /&gt;Celakalah engkau…! Sekiranya engkau tahu bagaimana membersihkan orang lain, sedangkan engkau buta untuk membersihkan dirimu sendiri. Bagaimana seorang yang buta dapat memimpin orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai hati…! Wahai roh…! Wahai manusia..! Wahai jin…! Wahai orang-orang yang berharap kepada Maha Raja..! Marilah kita ketuk pintu Maha Raja. Bersegeralah kamu kepada-NYA dengan tapak hatimu, dengan tapak takwa dan tauhid kamu, makrifat dan kewarakan kamu yang tinggi, kezuhudan kamu di dunia, di akhirat dan didalam sesuatu selain daripada yang berkaitan secara langsung dengan Tuhanmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah…! Bahawa taubat itu adalah pusat kekuasaan dan menyesali segala perbuatan. Tanggalkanlah baju kederhakaanmu itu dengan taubat yang tulus ikhlas. Jika engkau bertaubat, hendaklah taubat itu lahir dari hatimu, bertaubatlah engkau zahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEGERA MENCAPAI PINTU TAUBAT&lt;br /&gt;(Ahad,10 Syawal 545 H)&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : &lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dibukakan pintu kebaikan, maka hendaklah dia mencapainya, kerana sesungguhnya ia tidak mengetahui, bila pintu itu akan tertutup baginya”&lt;br /&gt;Wahai pemuda. “Bertaubatlah kamu. Bukankah kamu telah melihat, bahawa Allah akan menguji kamu dengan berbagai dugaan hingga kamu bertaubat…? Sementara engkau tidak berfikir, mlahan engkau bertahan dalam kederhakaanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-SAQJ berkata : “Tetaplah engkau untuk sentiasa redha dengan Allah, dalam keadaan petaka atau sengsara, dalam keadaan miskin atau kaya, dalam keadaan susah atau senang, dalam keadaan sihat atau sakit, dalam keadaan buruk atau baik, ketika memperoleh yang engkau kehendaki atau tidak. Aku tidak tahu ubat apa yang sesuai untukmu, selain daripada menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah yang Al-Haq. Jika dia menetapkan sesuatu yangmerugikan kamu, janganlah kamu benci kepada-NYA serta jangan pula kamu menjauhkan diri daripadanya.Kerana semua itu adalah ujian dan cubaan terhadapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-jika sedar dan berubah,pasti Allah menukarkan kegelisahmu dengan ketenangan dan jiwamu akan menjadi tenang,tenteram dalam mentauhidkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Al-Haq menghendaki agar hambanya menjadi baik, maka Dia akan memberikan Hidayah, mengajar mereka, mengawasi mereka, menerangi mereka, memberikan kesempatan kepada mereka, mendekatkan mereka kepada-Nya dan memberikan sinar kedalam hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah kamu, kamu membaca dan menghafal sunnah Rasulullah, tetapi kamu tidak mengamalkannya. Engkau menyuruh manusia mengerjakan kebaikan sedangkan engkau sendiri tidak melakukannya.&lt;br /&gt;Seperti Firman Allah SWT dalam surah Al-Shaf ayat 3 yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Sebesar-besar kebencian Allah, ialah bahawa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiapa yang telah beramal sehingga kemudian mereka mencapai satu kedudukan(maqam) dimana tiada lagi perintah ataupun larangan. Tidak henti-henti mereka menyendiri(khalwat) bersama ALLAH. Kerana meninggalkan ibadah-ibadah wajib, bermakna seorang itu telah jatuh Zindiq. Tidak ada kewajipan yang gugur dari seseorang, walau dalam keadaan bagaimana juapun dia, atau apa pun tahap dan maqamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaumku, Ambillah nasihat dari Al-Quran itu dengan mengamalkannya, bukan dengan mendiskusi, memperdebat, atau menseminarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan ada kebahagiaan di hatimu, apabila disana bersemayam sesuatu selain Allah, bahkan seandainya kamu sujud selama seribu tahun diatas bara api sekalipun, sementara hatimu kepada selain Allah, maka hal itu tidak bermanfaat kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati..! Hatilah yang beriman…! Hatilah yang mengesakan Allah…! Hatilah yang memurnikan aqidah..! Hatilah yang ikhlas…! Hatilah yang bertakwa…! Hatilah yang memelihara diri daripada yang Haram dan Syubhat…! Hatilah yang yakin…! Hatilah yang zuhud…! Hatilah yang arif…! Hatilah yang beramal…! Hatilah yang memimpin seluruh tubuh manusia, sementara seluruh anggota adalah anggota pasukan dan pengikutnya. Oleh itu, jika kamu ingin menyucapkan LAILA HAILLALLAH, maka lebih dulu hendaklah kamu ucapkan dengan hatimu, kemudian kamu iringinya dengan lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad Batin – Lebih berat dari jihad zahir kerana jihad batin adalah satu jihad yang berterusan. Bermaksud memutuskan semua kehendak dan dorongan hawa nafsu untuk melakukan perkara-perkara yang terlarang serta mengekang keinginan terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hamba…! Setiap yang engkau pandang sebagai kebaikan dan engkau mencintainya, maka cintamu itu adalah bukan cinta yang sejati. Engkau sedang terpedaya. Cinta yang hakiki adalah cinta yang tidak berubah, iaitu cinta kepada Allah, yakni cinta yang engkau lihat dengan dua mata hatimu, iaitu cinta para Al-Shiddiqin Ruhaniyyin. Mereka tidam menyintai dengan keimanan mereka, tetapi dengan keyakinan dan mata hati mereka. Terbukalah hijab yang menyelubungi mata hati mereka, sehingga mereka mampu melihat apa yang ada di alam ghaib, melihat sesuatu yang tidak mungkin bagi mereka untuk menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berzuhud dan berada pada tahap permulaan, mesti menghindarkan diri daripada semua manusia dan orang-orang fasiq yang melakukan maksiat. Tetapi setelah mencapai tahap kesempurnaan, dia tidak akan menghindarkan,diri bahkan dia akan mencari mereka kerana penawar mereka itu ada padanya. Kerana apabila seseorang itu telah mengenal Allah, dia tidak akan menghindar dari sesuatu apapun dan tidak akan takut selain daripada Allah. Barangsiapa yang sudah sempurna ma’rifatnya kepada Allah, maka ma’rifat itulah yang akan menjadi pemandu baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Syeikh bagaimana untuk mengeluarkan cinta kepada dunia.&lt;br /&gt;“Hendaklah engkau melihat dengan kedua-dua mata hatimu kepada cacat-cela dunia ini. Perangilah hawa nafsumu hingga ia menjadi tenang. Jika nafsumu telah tenang, maka engkau akan mampu melihat cacat-cela dunia ini dan kamu akan bersikap zuhud terhadap dunia ini. Ketenangan itu akan wujud jika engkau memandang dari hati dan menyesuaikannya dengan bisikan batinmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika engkau menginginkan kema’rifatan kepada Allah, maka engkau redhalah dengan qada dan qadar-Nya, dan janganlah engkau jadikan nafsu, syahwat, perangai, dan keinginanmu sebagai sekutu bagi-Nya dalam kedua-dua hal tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahawa para guru amal dan guru ilmu akan menunjukkan engkau jalan menuju Allah. Langkah tahap pertama ialah dengan perkataan, dan pada tahap kedua ialah dengan mengamalkannya. Dengan cara ini, engkau akan bertemu dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beramallah engkau kepadanya dan janganlah engkau mengharapkan pahala yang banyak. Beramallah dengan tujuan untuk mencapai dan meraih keredhaannya serta kedekata kepadanya. Pahala adalah keredhaan-Nya kepadamu dan kedekatanmu kepada-Nya dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat pertama ialah engkau belajar kepada makhluk berkenaan hokum. Kemudian pada peringkat kedua hendaklah engkau belajar dari Khaliq mengenai ilmu Ladunni, Yakni ilmu-ilmu yang khusus untuk hati dan batin. Oleh itu carilah guru yang mursyid, kerana engkau tidak dapat belajar tanpa guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa di antara kamu yang ingin menghidupkan hatinya, maka hendaklah dia membiasakan berzikir kepada Allah didalam hatinya itu dan hendaklah dia merasakan ketenteraman bersama-Nya.Wahai hamba…! Berzikirlah engkau kepada Allah dengan hatimu sebanyak seribu kali dan dengan lisanmu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berzikir yang dilakukan hanya dengan lisan tanpa menggunakan hati, tidak memberikan kemuliaan kepadamu. Zikir adalah zikir hati dan zikir batin, kemudian zikir lisan. Berzikirlah kamu kepada-Nya, sehingga zikir itu melebur dosa-dosamu, dengan demikian engkau tidak menanggung dosa sama sesekali&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-7107023181195553860?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/7107023181195553860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=7107023181195553860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7107023181195553860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7107023181195553860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/01/nasihat-syeikh-abdul-qadir-al-jailani.html' title='NASIHAT SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7438623490872986610</id><published>2011-01-22T07:03:00.000+07:00</published><updated>2011-01-22T07:03:25.568+07:00</updated><title type='text'>MUNAJAT UNTUK HAMBA YANG MENDAMBAKAN KEDAMAIAN</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Alhamdulillah, disebabkan ramainya sahabat-sahabat diluar sana yang berada didalam keadaan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;kedukaan,keresahan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kebimbangan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang membelenggu diri. Terlintas dihati saya untuk berkongsi sedikit coretan yang diharapkan dapat membantu sahabat sekalian dalam mencari kedamaian dan ketenangan didalam menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh dengan dugaan ini.. &lt;br /&gt;Diharapkan coretan ini dapat membantu sahabat sekalian untuk :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Mengubati luka dijiwa akibat daripada peristiwa silam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Melalui hari-hari yang mendatang dengan jiwa yang sentiasa tenang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Menerima semua Qada’ dan Qadar dari Allah dengan syukur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Sentiasa berfikiran positif walau dalam keadaan apa sekalipun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;ALLAH MAHA MENGETAHUI YANG TERBAIK UNTUK HAMBANYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Firman ALLAH SWT dalam Surah Al-Baqarah : Ayat 216 yang bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Dan boleh jadi kamu benci akan sesuatu, sedang ia lebih baik bagimu : dan boleh jadi kamu kasihi sesuatu, sedang ia melarat kepadamu. Dan ALLAH mengetahui, tetapi kamu tidak mengetahui. “&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada ayat diatas ini dapatlah kita simpulkan bahawa Allah SWT adalah Maha Mengetahui dalam semua perkara baik yang kita suka mahupun tidak. Contohnya apabila seseorang itu putus cinta ataupun putus tunang, mereka pasti kecewa dan merasakan tunangannya itulah yang terbaik untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sesungguhnya kita hanya mampu untuk merancang, Allah yang menentukan segalanya. Qada dan Qadar yang diputuskan Allah ini adalah yang terbaik untuk hambanya. Allah pastinya tidak akan mengabulkan hajat dan doa hambanya sekiranya ia membawa keburukan kepada kita kerana DIA Maha Mengetahui apa yang akan berlaku dimasa hadapan. Seperti Sabda Rasulullah SAW :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #990000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Demi dzat yang diriku ada ditangannya, tiadalah Allah menentukan sesuatu keputusan kepada hamba-NYA yang mukmin melainkan akan membawa kebaikan kepadanya” (HR MUSLIM)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #990000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Allah ingin menganugerahkan kepada kita sesuatu yang lebih baik daripada apa yang telah kita hilang dan mungkin juga Allah ingin mengelakkan kita daripada malapetaka yang lebih buruk. Oleh itu janganlah kita berasa dukacita atas apa sahaja yang berlaku kepada diri ini, terimalah Qada’ dan Qadar Allah dengan redha dan tawadu’ , pasti kita akan menjadi orang yang bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;HIDUP INI ADALAH PENGABDIAN KEPADA ALLAH SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut: Ayat 2 &amp;amp;3 yang bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami Beriman !, dan mereka tidak akan diuji(dengan sesuatu cubaan)? Dan demi sesungguhnya, Kami telah menguji orang terdahulu daripada mereka, maka nyata apa yang diketahui Allah tentang orang yang sebenar-benar beriman “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #741b47; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengabdikan diri kepada Yang Maha Esa. Oleh itu, pastinya ia penuh dengan dugaan dan cabaran yang diberikan oleh Allah SWT. Semua dugaan ini juga menunjukkan kasihnya Allah kepada kita kerana Allah seakan-akan memberikan peringatan kepada kita supaya kita lebih mengingatinya. Peringatan ini juga dapat mengelakkan kita daripada terus tersesat jauh dari jalan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sabda Rasulullah SAW : Ada dua perkara jika ada pada diri seseorang, maka ALLAH akan mencatatnya menjadi orang-orang yang bersyukur serta sabar dan jika tidak,ALLAH mencatat sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #bf9000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Barangsiapa dalam perkara agama dia melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya, lalu dia mengikutinya. Seadangkan tentang hal dunia, dia melihat orang yang lebih rendah darinya, lalu dia bersyukur kepada ALLAH SWT atas nikmat yang telah diberikan. Allah akan mencatat orang ini sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Begitu juga sebaliknya, ALLAh akan mencatat sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #bf9000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #bf9000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(HR Tarmizi)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #bf9000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Daripada hadis diatas, dapat kita simpulkan bahawa sekiranya kita menyangka ujian yang kita terima itu sungguh berat, pasti ada hamba lain yang menerima dugaan yang lebih teruk daripada kita. Contohnya : “Penduduk di Gaza yang sedang menghadapi peperangan dengan tentera Zionis Israel sekarang ini”. Dan sekiranya kita merasakan telah banyak beribadah dan membuat amal kebajikan, pasti masih jauh jika ingin dibandingkan dengan keimanan para sahabat, malahan jika dibandingkan dengan para wali ALLAH pun bagai langit dan bumi..Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, ingatlah bahawa dunia ini adalah siri ujian dan Tarbiyyah daripada Allah SWT termasuklah dugaan yang kita terima. Janganlah kita sesekali mendurhakai Allah, hadapilah ia dengan penuh ketaatan dan keredhaan bagi menunjukkan kesyukuran kita terhadap semua nikmat dan rahmatnya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;DUGAAN DAPAT MENCUCI DOSA DAN MENGANGKAT DARJAT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah : &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;“Tiada sesuatupun yang menimpa seseorang muslim dari susah hati, dukacita, penat dan penyakit yang berterusan, tidak pula dengan kesedihan dan kesakitan, hinggakan kepada tusukan duri, melainkan dihapuskan dengannya Allah dosa hamba itu” (HR AL-BUKHARI &amp;amp; MUSLIM)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada hadis diatas, dapatlah diketahui bahawa daripada sekecil-kecil kesulitan seperti tusukan duri hinggalah menghidap sakit yang teruk seperti kusta merupakan salah satu cara Allah menyucikan dosa dan kesalahan kita. Dugaan ini dapat membersihkan jiwa dan mengangkat darjat kita, contonya : selepas mendapat bala, Allah mengangkat darjat kita sekiranya kita menjadi seorang Islam yang lebih baik dari dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;JANGAN BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam Surah Yusuf : Ayat 87 yang bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Dan janganlah kamu berputus asa dari Rahmat ALLAH. Sesungguhnya tiadalah yang berputus asa dari rahmat ALLAH melainkan kaum yang kafir “.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Pastinya ramai diantara kita yang pernah berputus asa terhadap sesuatu perkara, saya sendiri pernah melalui saat-saat seperti itu. Jika dilihat dari ayat diatas, Allah telah melarang kita daripada berputus asa daripada rahmatnya. Oleh itu, apabila kita menghadapi sesukar manapun sesuatu masalah itu, berusahalah kita untuk menyelesaikannya, pertolongan Allah pasti akan tiba sekiranya kita betul-betul sabar seperti Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah : Ayat 214 yang bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Bilakah datangnya pertolongan ALLAH ? Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada Agama Allah).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Dan juga Sabda Rasulullah : &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Akan dikabulkan (doa) seseorang kamu selama dia dia tidak terburu-buru, sehingga dia mengatakan : Aku sudah berdoa tetapi tidak dikabulkan bagiku. (HR BUKHARI,MUSLIM,ABU DAUD &amp;amp; AT-TIRMIZI)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sahabatku, semua masalah itu pasti ada jalan penyelesaiannya, janganlah kita mengambil jalan &lt;br /&gt;mudah dengan berputus asa sahaja. Berusaha dan bertawakallah kita kepada Allah SWT, semoga kita semua termasuk didalam orang-orang yang sentiasa didalam rahmat ALLAH..amin ya rabbal alamin..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;KEBAHAGIAAN PASTI DATANG SELEPAS KEDUKAAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Firman Allah SWT dalam Surah An-Nasrh : Ayat 5&amp;amp;6 yang bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #bf9000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Oleh itu(tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesusahan disertai kemudahan “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #bf9000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Dan Sabda Rasulullah SAW : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Dan ketahuilah bahawa kemenangan itu terhasil sesudah kesabaran, dan kelapangan itu mencul sesudah kesusahan. Dan ingatlah bahawa bersama kesulitan itu sentiasa akan timbul kesenangan” (HR IBNU ABBAS).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sahabat-sahabat ku bahawa sesungguhnya kesenangan yang kita kecapi sekarang ini tidak akan selamanya. Begitu juga selepas sesuatu kesusahan yang menimpa diri kita, pastinya ada kesenangan selepas itu sepertimana Firman Allah dan Sabda Rasulullah SAW diatas. Oleh itu hendaklah kita sentiasa berfikiran positif dan sentiasa ingat kepada Allah SWT apabila sesuatu musibah menimpa kita. Ingatlah pada janji-janji Allah ini,pastinya kita akan sentiasa berasa tenang dalam menghadapi apa jua yang perkara dihari yang mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-SAHABATKU, renung dan fikirkanlah tulisan saya yang tidak seberapa ini, sebarang komen amatlah dialu-alukan. Semoga anda semua menemui kedamaian itu seperti mana saya telah menemuinya. Selepas melalui pelbagai dugaan didalam hidup yang serba mencabar ini, akhirnya Allah SWT menunjukkan jalan kepada hamba yang mendambakan kedamaian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insyaallah, semoga kita semua dapat bermuhasabah diri dengan tulisan ini, bagi menguatkan diri dan ikatan kita kepada Allahu Taala..INSYAALLAHU TAALA..AMIN...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #990000; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-Al-Faqir Ilallah- &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-7438623490872986610?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/husenuceng' title='MUNAJAT UNTUK HAMBA YANG MENDAMBAKAN KEDAMAIAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/7438623490872986610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=7438623490872986610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7438623490872986610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7438623490872986610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/01/munajat-untuk-hamba-yang-mendambakan_22.html' title='MUNAJAT UNTUK HAMBA YANG MENDAMBAKAN KEDAMAIAN'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7678729203897645598</id><published>2011-01-20T07:38:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T07:38:25.904+07:00</updated><title type='text'>MUNAJAT UNTUK HAMBA YANG MENDAMBAKAN KEDAMAIAN</title><content type='html'>&lt;shape style="height: 4405px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 568px;"&gt;&lt;fill&gt;&lt;/fill&gt;&lt;/shape&gt;&lt;shape style="height: 4405px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 568px;"&gt;&lt;stroke&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;/shape&gt;&lt;shape style="height: 4405px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 568px;"&gt;&lt;stroke&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;/shape&gt;&lt;shape style="height: 4405px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 568px;"&gt;&lt;stroke&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;/shape&gt;&lt;shape style="height: 4405px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 568px;"&gt;&lt;stroke&gt;&lt;/stroke&gt;&lt;/shape&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-outer" closure_uid_d7jbt4="13" style="background: none transparent scroll repeat 0% 0%; border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; left: 1px; margin: 0px; position: relative; top: 1px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-7678729203897645598?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jamaluddinab.blogspot.com/2009/08/munajat-untuk-hamba-yang-mendambakan.html' title='MUNAJAT UNTUK HAMBA YANG MENDAMBAKAN KEDAMAIAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/7678729203897645598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=7678729203897645598&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7678729203897645598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7678729203897645598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2011/01/munajat-untuk-hamba-yang-mendambakan.html' title='MUNAJAT UNTUK HAMBA YANG MENDAMBAKAN KEDAMAIAN'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-4788247967809334447</id><published>2010-12-09T09:43:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T09:43:02.764+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span xmlns=''/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-4788247967809334447?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/4788247967809334447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=4788247967809334447&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4788247967809334447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4788247967809334447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/12/blog-post.html' title=''/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2900700860419020113</id><published>2010-12-07T16:02:00.000+07:00</published><updated>2010-12-07T16:02:32.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIZRAH'/><title type='text'>Yakinilah Engkau Akan Datang Sendiri-Sendiri</title><content type='html'>HijrTak ada yang akan dapat menolong kita kelak. Siapapun. Semuanya sibuk  dengan urusan sendiri-sendiri. Mereka sudah tidak ada lagi kesempatan  memikirkan orang lain. Seorang ayah tidak lagi dapat menolong anaknya,  isterinya, saudaranya, dan sebaliknya. Semuanya harus sendiri-sendiri.  Ketika menghadap Rabbul Alamin. Inilah kehidupan di akhirat, kelak.&lt;br /&gt;Orang-orang yang terbiasa dengan pertolongan orang lain, ketika masih  di dunia, pasti akan kecewa di akhirat. Tidak mungkin lagi dapat  mengharapkan bantuan dari orang lain, yang selama di dunia sering  menolongnya. Tidak ada tempat bergantung. Semuanya manusia yang menjadi  tempat gantungannya putus. Semuanya tak berarti  apa-apa. Di akhirat  nanti manusia hanya dapat bergantung dengan amalannya selama di dunia.  Itulah satu-satu tempat bergantung.&lt;br /&gt;Manusia akan mengeluh, bersedih, dan menderita, yang sifatnya kekal.  Mereka akan menerima musibah, bencana, dan hukuman, semuanya bagian dari  kehidupannya di dunia. Seperti digambarkan dalam surah al-Waqi’ah, bagi  golongan ‘kiri’ (ashabul syimal), yang akan menerima ‘raport’ (cataran)  kehidupannya selama di dunia dengan wajah yang sangat masam, sedih.&lt;br /&gt;Gambaran bagi orang-orang yang menolak agama Allah, mendustakan, dan   berbuat durhaka. Di dunia tak merasakannya. Mereka hidup dengan  gantungan orang-orang yang dianggap kuat, memberikan perlindungan,  kebahagiaan, dan serba lengkap dan melengkapi kebutuhan dan keinginan  hidupnya, sampai tidak lagi mempercayai Rabbul Alamin.&lt;br /&gt;Tidak guna lagi menangis. Bersedih. Meratap dengan nada yang pilu.  Akibat dari apa yang sudah diperbuatnya selama hidup di dunia. Mereka  sangat asyik dengan kehidupan dunia. Penuh dengan tawa. Lalai  kewajibannya. Lalai akan nikmatnya. Lalai akan pemberian yang diberikan  Rabbul Alamin. Merasa segala yang didapatkan adalah hasil pribadinya.  Karena itu tak  pernah merasa besyukur. Naluri hidupnya hanyalah  mengikuti hawa nafsunya.  Tiba-tiba mereka harus mempertanggungjawabkan  segala apa yang sudah diperbuat selama di dunia. Sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kamu menangis atau tidak sama saja. Demi Allah yang menggenggam  jiwaku, hai Jabir, para malaikat terus menaungi ayahmu dengan sayap  mereka mengangkatnya. Demi Allah yang menggenggam jiwaku, hai Jabir  sungguh Allah berbicara dengan ayahmu tanpa perantara. Dia berfirman :  “Berharaplah!” Dia berkata : “Saya berharap Engkau mengembalikan saya ke  dunia agar terbunuh lagi di jalan-Mu”. Allah berfirman ; “Tapi Aku  telah menetapkan bahwa yang mati tidak daspat kembali ke dunia lagi.  Berharaplah (yang lain)!” Dia berkata : “ Saya berharap Engkau ridho  kepadaku sebab  saya  telah ridha kepada-Mu. Allah berfirman : “Aku  telah memberi keridhaan-Ku kepadamu. Aku tidak akan murka kepadamu  selamanya”. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Di akhirat nanti hanyalah orang-orang yang mendapatkan ridha-Nya yang  akan mendpatkan kebahagiaan. Bukan manusia-manusia yang selama hidupnya  mencari ridha manusia. Menjadikan manusia sebagai sesembahan.  Menjadikan manusia tempat bergantung dan meminta pertolongan. Manusia  yang telah menempatka manusia lainnya, sebagai sesembahan dan tempat  bergantung hidupnya, dia tidak akan pernah mendpatkan ridha dari Allah  Rabbul Alamin, di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Mereka hanya orang-orang yang menyesali hidupnya. Mereka tidak lagi  dapat bertemu dan mendapatkan pertolongan dari orang-orang yang  dahulunya di dunia telah memberikan mereka pertolongan. Orang-orang yang  dianggap hebat 'super'. Masing-masing orang hanya akan  mempertanggungjawabkan sesuai dengan amalnya. Sebesar apapun kekuasaan  manusia di dunia, yang disangka oleh manusia lainnya, yang dianggap  dapat memberikan pertolongan dan perlindungan itu, hanyalah akan menjadi  sia-sia dihadapan Allah Rabbul Alamin.&lt;br /&gt;Maka Allah Ta’ala berfirman  :&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا  أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن  يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا  وَهُمْ يَعْلَمُونَ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji  atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon  ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni  dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tiadk meneruskan perbuatan dosa itu,  sedang mereka mengetahui&lt;/i&gt;”. (QS. Al-Imran [3] : 135)&lt;br /&gt;Ingatlah ketika kelak menghadap Rabbul Alamin Yang Maha Agung, setiap  manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Maka ketika menyadari  telah menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan Rabb, segeralah  memohon ampun, dan bertaubat. &lt;i&gt;Wallahu’alam&lt;/i&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2900700860419020113?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/yakinilah-engkan-akan-datang-sendiri-sendiri.htm' title='Yakinilah Engkau Akan Datang Sendiri-Sendiri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2900700860419020113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2900700860419020113&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2900700860419020113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2900700860419020113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/12/yakinilah-engkau-akan-datang-sendiri.html' title='Yakinilah Engkau Akan Datang Sendiri-Sendiri'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7633132307356586969</id><published>2010-11-27T06:40:00.000+07:00</published><updated>2010-11-27T06:40:45.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www.purdiechandra.com'/><title type='text'>Menyelaraskan Otak Berfikir &amp; Otak Emosional</title><content type='html'>Tidak mudah menyelaraskan kedua otak tersebut. Tapi kita harus berani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL penelitian Daniel Goleman, pengarang "Emotional Intelligence", &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang otak dan ilmu perilaku yang dimuat "The New York Times", menarik untuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikaji. Dikatakannya, sesungguhnya kita memiliki 2 otak, satu yang berpikir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(otak berpikir) dan satu yang merasakan (otak emosional). Biasanya, otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpikir itu kita sebut otak kiri, dan otak emosional kita sebut otak kanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, apa-apa yang kita ketahui ada di otak berpikir, dan apa-apa yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita rasakan ada di otak emosional. Saya kira, dikotomi emosional dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpikir kurang lebih sama denagn istilah "hati" dengan "kepala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mana yang lebih dulu terjadi? menurut penelitiannya itu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goleman menyebutkan, bahwa otak emosional ternyata terjadi lebih dulu sebelum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;otak berpikir. Lantas, sebenarnya apa segi manfaat yang bisa kita petik dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penelitiannya itu, khususnya bagi kita yang bergerak di dunia usaha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, penelitian ini mengingatkan kita, bahwa di dalam kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggeluti dunia usaha, sebaiknya bisa menyelaraskan antara otak berpikir dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;otak emosional. Keselarasan kedua otak itu bagi kita sangat dibutuhkan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terutama di dalam kita mengambil keputusan penting dalam bisnis. Keselarasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua otak itu bagi kita sangat dibutuhkan, terutama di dalam kita mengambil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keputusan penting dalam bisnis. Keserasan itu akan membuat kita lebih tepat dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bijaksana dalam mengambil keputusan bisnis terlebih di saat persaingan bisnis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti sekarang ini yang kerap kali menghadapkan kita kepada rentetan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pilihan-pilihan cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, kedua otak tersebut, yang emosional dan yang berpikir, pada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;umumnya bekerja dalam keselarasan yang erat, saling melengkapi, saling terkait &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam otak. Dimana, emosi memberi masukan dan informasi kepada proses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpikir atau pikiran rasional. Sementara pikiran rasional memperbaiki dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang memveto masukan emosi tersebut. Tapi sebaliknya, jika saja keduanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada keselarasan atau katakanlah otak emosional-lah yang dominan serta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menguasai otak berpikir, maka keseimbangan kedua otak itu akan goyah. Kita akan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cenderung tidak bisa berpikir jernih, suka bertindak gegabah dan sering &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan kesalahan fatal dalam setiap mengambil keputusan penting dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisnis. Kalau dominan otak berpikir, maka kita hanya sekadar bersikap analitis, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Akibatnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menimbulkan hilangnya kegairahan dan antusiasme bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita jangan sampai kehilangan keselarasan kedua otak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut. Sebab, seperti yang juga ditegaskan oleh Dr. damasio, seorang ahli &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neurologi, bahwa perasaan atau emosi biasanya sangat dibutuhkan untuk keputusan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasional. Otak emosional kita akan menunjukkan pada arah yang tepat. Maka, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah tindakan yang tepat, jika mulai sekarang kita bisa mengatur emosi kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, saya sependapat dengan pakar manajemen, Dr. Patricia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patton. Yang mengatakan, bahwa untuk mengatur emosi, kita bisa melakukan dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara belajar, yaitu: Pertama, belajar mengidentifikasi apa biasanya yang memicu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emosi kita dan respon apa yang kita berikan. Kedua, belajar dari kesalahan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajar membedakan segala hal di sekitar kita yang dapat memberikan pengaruh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada diri kita. Ketiga, belajar selalu bertanggung jawab terhadap setiap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tindakan kita. Keempat, belajar mencari kebenaran, belajar memanfaatkan waktu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara maksimal untuk menyelesaikan masalah, dan kelima, belajar menggunakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuatan sekaligus kerendahan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga merasakan, bahwa dampak positif dari terciptanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keselarasan kedua otak itu juga akan memunculkan tindaka-tindakan produktif, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat kita semakin mantap dalam berbisnis, dan pada akhirnya akan berdampak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;positif bagi kemajuan bisnis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, keselarasan itu sangat berkaitan dengan pemberdayaan diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita. Dimana, kita mesti bisa mengontrol diri, dan menggunakan akal sehat. Dan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu saja, keselarasan itu tidak akan terwujud kalau kita masih juga memegang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teguh sifat mementingkan diri sendiri. Sehingga, seorang wirausahawan yang bisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyelaraskan otak berpikir dan otak emosionalnya, akan sangat mungkin lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhasil dalam bisnisnya. Boleh jadi peluang menjadi wirausahawan yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kompeten, bernilai, profisional, dan bahagia akan lebih bisa dicapai. Meski tak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah kita menyelaraskan kedua otak tersebut, tapi saya yakin, kita harus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berani mencobanya.&lt;br /&gt;Sumber : http://www.purdiechandra.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-7633132307356586969?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg05406.html' title='Menyelaraskan Otak Berfikir &amp; Otak Emosional'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/7633132307356586969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=7633132307356586969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7633132307356586969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7633132307356586969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/11/menyelaraskan-otak-berfikir-otak.html' title='Menyelaraskan Otak Berfikir &amp; Otak Emosional'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-1782632366219444315</id><published>2010-11-17T11:21:00.000+07:00</published><updated>2010-11-17T11:21:18.303+07:00</updated><title type='text'>Shakira ft. Freshlyground - Waka Waka (This Time for Africa) (The Offici...</title><content type='html'>&lt;object height="295" style="background-image: url(&amp;quot;http://i1.ytimg.com/vi/pRpeEdMmmQ0/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pRpeEdMmmQ0?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pRpeEdMmmQ0?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" height="295" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-1782632366219444315?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://youtu.be/pRpeEdMmmQ0' title='Shakira ft. Freshlyground - Waka Waka (This Time for Africa) (The Offici...'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/1782632366219444315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=1782632366219444315&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1782632366219444315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1782632366219444315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/11/shakira-ft-freshlyground-waka-waka-this.html' title='Shakira ft. Freshlyground - Waka Waka (This Time for Africa) (The Offici...'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-4824051123970729186</id><published>2010-11-16T12:42:00.000+07:00</published><updated>2010-11-16T12:42:25.562+07:00</updated><title type='text'>YouTube - Tu Jaane Na (Full Song) Atif Aslam - Ajab Prem ki Ghazab Kahani - Atif Aslam - ShAn Malik</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=EvYjUvWPXSk&amp;amp;NR=1"&gt;YouTube - Tu Jaane Na (Full Song) Atif Aslam - Ajab Prem ki Ghazab Kahani - Atif Aslam - ShAn Malik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-4824051123970729186?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.youtube.com/watch?v=EvYjUvWPXSk&amp;NR=1' title='YouTube - Tu Jaane Na (Full Song) Atif Aslam - Ajab Prem ki Ghazab Kahani - Atif Aslam - ShAn Malik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/4824051123970729186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=4824051123970729186&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4824051123970729186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4824051123970729186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/11/youtube-tu-jaane-na-full-song-atif.html' title='YouTube - Tu Jaane Na (Full Song) Atif Aslam - Ajab Prem ki Ghazab Kahani - Atif Aslam - ShAn Malik'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5507846033522410401</id><published>2010-11-16T09:50:00.000+07:00</published><updated>2010-11-16T09:50:28.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SUAMI'/><title type='text'>Suami Sholeh, harta yang paling berharga buat Istri</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: magenta; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #999999; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak. Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #ff6600; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: olive; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: green; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: teal; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh alloh.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #ff9900; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan Alloh.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: magenta; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: purple; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 10pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: red; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5507846033522410401?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://lovie.wordpress.com/2008/04/02/suami-sholeh/' title='Suami Sholeh, harta yang paling berharga buat Istri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5507846033522410401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5507846033522410401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5507846033522410401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5507846033522410401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/11/suami-sholeh-harta-yang-paling-berharga.html' title='Suami Sholeh, harta yang paling berharga buat Istri'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-1833389698928140589</id><published>2010-11-14T15:57:00.000+07:00</published><updated>2010-11-14T15:57:12.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><title type='text'>PERAN WANITA DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TN-kOhdpDOI/AAAAAAAABFA/uf_EZLelCbY/s1600/Foto0105.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TN-kOhdpDOI/AAAAAAAABFA/uf_EZLelCbY/s320/Foto0105.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran  Wanita dalam Membangun Negara Dan Umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wanita sebagai  hamba Allah yang lemah, memiliki peran amat besar dalam kehidupan  bermasyarakat dan bernegara. Tanpanya, kehidupan tidak akan berjalan  semestinya. Sebab ia adalah pencetak generasi baru. Sekiranya di muka  bumi ini hanya dihuni oleh laki-laki, kehidupan mungkin sudah terhenti  beribu-ribu abad yang lalu. Oleh sebab itu, wanita tidak bisa diremehkan  dan diabaikan, karena dibalik semua keberhasilan dan kontinuitas  kehidupan, di situ ada wanita.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I. Peranan Wanita dalam  Mendidik Umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syauqi mengatakan “Ibu ibarat madrasah,  jika kau persiapkan maka sesungguhnya anda sedang menyiapkan bangsa  (besar) yang wangi keringatnya.”&lt;br /&gt;Wanita adalah guru pertama bagi  sang anak, sebelum dididik orang lain. Sejak ruh ditiupkan ke dalam  rahim, proses pendidikan sudah dimulai. Sebab mulai saat itu, anak telah  mampu menangkap rangsangan-rangsangan yang dberikan oleh ibunya. Ia  mampu mendengar dan merasakan apa yang dirasakan ibunya. Bila ibunya  sedih dan cemas, ia pun merasakan demikian. Sebaliknya, bila ibunya  merasa senang, ia pun turut senang.&lt;br /&gt;Kemudian bertambah hari,  minggu dan bulan, yang pada wakunya ia terlahir ke muka bumi. Dari enol  hari, ia sudah berusaha memahami apa yang diajarkan oleh seorang ibu.  Bila seorang ibu membiasakan anaknya dari kandungan sampai dewasa dengan  adab-adab Islam, ia pun akan terbiasa dengan hal itu. Tapi sebaliknya,  bila ibu membiasakan dengan adab-adab yang tidak Islami, ia pun akan  ikut seperti ibunya. Saat inilah shibgah seorang ibu sangat berpengaruh  pada anak. Karena perkembangan otak sangat cepat. Daya ingat masih kuat.  Bagi seorang ibu perlu memperhatikan hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.  Tarbiyah Ruhiyyah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Pendidikan Akidah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana  seorang ibu mampu menanamkan akidah sedini mungkin, sehingga anak  meyakini bahwa kita hidup tidak semau kita. Tapi di sana ada pengatur,  pengawas tujuan hidup, akhir dari kehidupan. Kemudian meyakini bahwa apa  yang terjadi pada kita, pasti akan kembali pada sang khalik. Hal itu  terangkum dalam rukun iman yang enam. Ketika ia besar, ia tidak lagi  ragu dan bingung mencari jati diri. Siapakah aku? untuk apa aku hidup?  siapakah yang harus aku ikuti dan dijadikan idola ? Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.  Pendidikan Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika ibu menjalani kehamilan sampai  melahirkan, tidaklah berat baginya untuk mengajak si calon bayi untuk  ikut serta dalam melakukan ibadah harian. Seperi: sholat, puasa, baca  Alquran, berdoa, berdzikir, dan lain sebagainya. Walau mungkin anak  tidak paham apa yang dilakukan dan diinginkan ibunya, tapi ketika ia  menginjak dewasa (baligh), Insya Allah ibadah-ibadah tadi akan mudah  diajarkan. Sebab sudah sering melihat dan mendengar, sehingga takkan  terasa berat menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Pendidikan Akhlak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembiasaan  akhlak yang baik tidak perlu menunggu anak dewasa. Dari sini harus  sudah dibiasakan. Sebab kebiasaan yang baik, kalau tidak dibiasakan  dalam waktu yang lama, sangat sulit untuk menjadi akhlak. Justru ketika  kebiasaan baik tidak ada dalam diri kita, dengan sendirinya kebiasaan  buruk akan menghiasinya tanpa harus dibiasakan.&lt;br /&gt;Jika semenjak  dalam kandungan seorang anak dibiasakan mencintai orang lain, maka  ketika lahir, ia pun akan berusaha untuk mencintai orang lain. Apabila  sfat-sifat sabar, tawadlu, itsar, tabah, pemurah, suka menolong orang  lain dan sebagainya dibiasakan, insya Allah ketika anak sudah paham dan  mengerti, akhlak-akhlak tadi akan menghiasi kehidupannya.&lt;br /&gt;Oleh  sebab itu, Rasul menganjurkan kepada para pemuda yang sudah waktunya  nikah, untuk memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama dan  berakhlak baik. Sebab dari wanita inilah, akan terlahir generasi yang  beragama dan berakhlak baik juga. Ibu seperti inilah yang akan  mengajarkan tuntunan agama yang telah terbiasa dan tertathbiq dalam  dirinya. Di antara tuntunan tersebut adalah akhlak yang mulia. Sedangkan  wanita yang cantik, pintar, atau kaya tidak menjamin akan melahirkan  anak-anak yang berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Tarbiyah Aqliyyah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kata  seorang penulis puisi, “Otak tidak diasah, akan tumpul”. Pengasahan  otak semenjak kecil akan lebih bagus, ketimbang jika sudah besar. Bagai  sebuah pisau, semakin lama waktu mengasahnya, maka akan semakin tajam.  Dalam nasyid juga disebutkan, “Belajar diwaktu kecil, bagai mengukir di  atas batu”. Tapi seorang ibu juga harus bijaksana dalam hal ini. Jangan  sembarangan dalam memberikan buku-buku bacaan, untuk mengasah otak.  Cukup banyak buku-buku yang ingin menghancurkan generasi Islam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.  Tarbiyah Jasadiyyah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan inilah yang sering  mendapat perhatian dan jadi topik pembicaraan para ibu yang baru  mempunyai anak. Rangsangan-rangsangan ibu berupa olah-raga balita,  sangat membantu anak dalam perkembangan tubuhnya. Percepatan proses  semenjak si anak tengkurap, merangkak, jalan dan lari, tidak bisa  dibiarkan sendiri. Namun bantuan ibu untuk melakuan gerakan-gerakan itu  sangatlah dibutuhkan anak. Karena pada hakikatnya, insting yang dimiliki  anak belum mampu menjangkau apa yang harus ia lakukan agar bisa berbuat  seperti orang dewasa. Contoh kecilnya, ketika lahir, Rasulullah  menyuruh para orang tua untuk mentahniq dengan memijat langit-langit  mulut agar mampu mengisap air susu ibunya. Olah raga atau tarbiyyah  jasadiyyah ini tidak terbatas pada usia balita, tapi bahkan sampai  dewasa dan tua.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Peran Wanita dalam Mendampingi Suami.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suami  shaleh kebanyakan dibelakangnya ada istri shalehah. Laki-laki dalam  menjalankan tugasnya baik di dalam atau di luar rumah sering mendapat  kendala ujian dan cobaan. Kegoncangan jiwanya kadang-kadang tidak mampu  menngendalikannya sendiri. Nah, saat-saat seperti inilah peran dan  batuan istri sangat dibutuhkan. Istri yang shalehah selalu memberi  dorongan untuk terus maju memberi siraman ruhiyyah agar tetap semangat  dalam menapaki duri-duri jalanan, memberi bensin untuk tetap berjalan di  atas rel Islam. Ketika suami sedang panas tidak selayaknya istri  mengompori, tapi berusaha untuk meredam dan mendinginkan agar suami  sadar dan sabar.&lt;br /&gt;Banyak sekali suami terjerumus ke lembah hina  disebabkan istrinya tidak bisa membimbing ke arah yang baik. Juga tidak  sedikit suami dulunya kurang baik setelah beristri justru ia makin  membaik. Oleh sebab itu, wahai para ibu-ibu shalehah marilah kita dukung  suami kita untuk menjadi suami yang shaleh. Mencurahkan tenaga,  pikiran, bahkan nyawa untuk tegaknya Islam di muka bumi dengan tidak  membebaninya dengan tugas-tugas rumah yang mana pabila kita  mengerjakannya dengan ikhlas, kita akan dapat pahala dan suami kita  semakin sayang pada kita.&lt;br /&gt;Semangat di medan dakwah dan juang,  marilah kita berikan waktu seluas-luasnya pada suami kita untuk  mencurahkan waktu hidupnya untuk Islam tercinta. Istri selain sebagai  motor bagi suami, ia juga dibebani kewajiban-kewajiban terhadap suaminya  agar tercipta keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah. Karena  dari keluarga inilah akan terbentuk mujamaâ€™ mitsaly dan dari  mujtamaâ€™ mujtamaâ€™ ini akan terbentuk daulah Islamiyyah.&lt;br /&gt;Di  antara kewajiban istri terhadap suami adalah :&lt;br /&gt;Taat Suami&lt;br /&gt;Tidak  Keluar rumag tanpa idzin suami&lt;br /&gt;Tidak menjauhi tempat tidur suami&lt;br /&gt;Iffah.&lt;br /&gt;Qona’ah  dan ridlo dengan apa yang Allah berikan.&lt;br /&gt;Berhias dan memakai  wangi-wangian .&lt;br /&gt;Melaksanakan tugas-tugas rumah tangga.&lt;br /&gt;Mendidik  anak-anak.&lt;br /&gt;Berlemah lembutdan berkata-kata manis.&lt;br /&gt;Sembilan  point ini bila kita mampu untuk menjalankan semua, Insya Allah suami  bahagia di rumah dan semangat di medan dakwah. Wahai para ibu, jangalah  engkau nyalakan api di keluargamu disebabkan kelalaiyanmu atas  kewajibanmu terhadap suami.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Peran Wanita dalam  Menegakkan Negara.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1) Peran Wanita dalam Dakwah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di  samping wanita sebagai ibu rumah tangga dan pendidik generasi, ia dalam  satu waktu juga berperan sebagai pendidik para pemudi-pemudi dan  ibu-ibu. Di dalam rumah ia pendidik anak-anak, sedang di luar rumah ia  pendidik sebagian anggota masyarakat.&lt;br /&gt;Jumlah wanita di dunia ini  lebih banyak dari pada jumlah laki-laki. Bila potensi ini tidak  diarahkan dan dididik dengan baik, ia akan menjadi penghancur  masyarakat, negara bahkan dunia. Suatu masyarakat dikatakan berhasil,  bila wanitanya berakhlak mulia. Wanita bagaikan mahkota, bila mahkota  baik, maka seluruhnya akan kelihatan cantik dan bagus. Tapi bila  mahkotanya rusak, maka yang lainpun tidak ada artinya apa-apa.&lt;br /&gt;Seorang  wanita tidaklah cukup berkutat dalam rumah saja sebagai IRT, karena  para tunas bangsa dan agama telah menunggu uluran tangannya. Apalagi  pada saat ini, umat sedang mengalami penurunan akidah, moral dan ibadah.  Wanita tak segan-segan lagi melepas jilbabnya. Bahkan menanggalkan  pakaian muslimahnya, justru pakaian-pakaian barat, pakaian orang kafir  yang menjadi kebanggan mereka. Tidak malu-malu lagi wanita menggandeng,  ngobrol, pegang sana pegang sini dengan laki-laki bukan mahram. Pergi  berduaan tanpa merasa berdosa.&lt;br /&gt;Berkhalwat dengan alasan urusan  organisasi, kantor dan sebagainya. Tidak sampai di situ saja, bahkan  lebih dari itu. Oleh sebab itu tugas kita adalah mentarbiyah diri kita,  anak-anak dan seluruh lapisan masyrakat, khususnya kaum wanita. Sedang  kaum lelaki, akan dididik oleh para suami dan pemuda-pemuda yang akan  mentarbiyah mereka. Bahu membahu antara kita dan suami akan menciptakan  sebuah masyarakat Islami, yang pada akhirnya akan menjadi sebuah negara  Islam.&lt;br /&gt;Adalah Ummu Syarik, setelah masuk Islam, beliau mendakwahi  wanita-wanita Qurasiy secara diam-diam dan mengajak mereka menerima  Islam. Zainab Al-Ghazali adalah di antara figur wanita modern penerus  Ummu Syarik. Meskipun wanita dibolehkan keluar rumah -khususnya  berdakwah- namun tetap ada batasan-batasan seputar pakaian:&lt;br /&gt;Pakaian  harus menutup seluruh anggota tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan  (dalam hal ini para ulama berbeda pendapat).&lt;br /&gt;Pakaian tidak menarik  perhatian.&lt;br /&gt;Pakaian tidak sempit.&lt;br /&gt;Tidak pendek bagian  bawahnya.&lt;br /&gt;Tidak beraroma minyak wangi.&lt;br /&gt;Tidak menyerupai  pakaian laki-laki, karena Rasulullah melaknat perempuan yang menyerupai  laki-laki.&lt;br /&gt;Tidak memakai pakaian dengan maksud agar terkenal di  antara manusia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2). Peran Wanita dalam Peperangan dan  Jihad.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peperangan pada hakekatnya diwajibkan atas  laki-laki, kecuali pada waktu-waktu darurat. Tapi tidak menutup  kemungkinan perempuan ikut andil di dalamnya. Di antara perannya dalam  hal ini adalah memberikan minuman, mengobati yang luka-luka akibat  perang, menyiapkan bekal dan lain-lain. Bila para wanita melakukan hal  ini dengan ikhlas, pahalanya sama dengan orang yang berjihad.&lt;br /&gt;Sejarah  pun telah menuliskan dengan tinta emas, peranan wanita dalam  peperangan. Ketika perang Yarmuk, Khalid bin Walid sebagai panglimanya  menugaskan wanita, diantaranya Khansa`, untuk berbaris di belakang  barisan laki-laki, tapi jaraknya agak jauh sedikit. Tugas mereka adalah  menghalau prajurit laki-laki yang melarikan diri dari medan perang.  Mereka dibekali pedang, kayu dan batu. Shafiyah binti Abdul Muthalib  juga pernah membunuh seorang Yahudi pengintai. Dan banyak lagi  contoh-contoh yang nyata yang dapat menjadi suri tauladan bagi kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-1833389698928140589?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://desasaga.blogspot.com' title='PERAN WANITA DALAM ISLAM'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/1833389698928140589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=1833389698928140589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1833389698928140589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1833389698928140589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/11/peran-wanita-dalam-islam.html' title='PERAN WANITA DALAM ISLAM'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TN-kOhdpDOI/AAAAAAAABFA/uf_EZLelCbY/s72-c/Foto0105.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-8257805214097126649</id><published>2010-10-28T20:18:00.000+07:00</published><updated>2010-10-28T20:18:04.169+07:00</updated><title type='text'>Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin</title><content type='html'>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata,&lt;br /&gt;Adapun mengenai firman Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya&lt;/em&gt;.”  (QS. Ath Tholaq: 2-3). Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah akan  menghilangkan bahaya dan memberikan jalan keluar bagi orang yang  benar-benar bertakwa pada-Nya. Allah akan mendatangkan padanya berbagai  manfaat berupa dimudahkannya rizki. Rizki adalah segala sesuatu yang  dapat dinikmati oleh manusia. Rizki yang dimaksud di sini adalah rizki  dunia dan rizki akhirat.&lt;br /&gt;Sebagian orang mengatakan, “Orang yang bertakwa itu tidak pernah  merasa fakir sama sekali.” Lalu ada yang bertanya, “Mengapa bisa  begitu?” Ia menjawab, “Karena Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya&lt;/em&gt;.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”&lt;br /&gt;Kemudian ada yang bertanya kembali, “Kami menyaksikan sendiri bahwa  di antara orang yang bertakwa, ada yang tidak punya apa-apa. Namun  memang ada sebagian lagi yang diberi banyak rizki.”&lt;br /&gt;Jawabannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang bertakwa akan  diberi rizki dari jalan yang tak terduga. Namun ayat itu tidak  menunjukkan bahwa orang yang tidak bertakwa tidak diberi rizki. Bahkan  setiap makhluk akan diberi rizki sebagaimana Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya&lt;/em&gt;”  (QS. Huud: 6). Bahkan hamba yang menerjang yang haram termasuk yang  diberi rizki. Orang kafir tetap diberi rizki padahal rizki itu boleh  jadi diperoleh dengan cara-cara yang haram, boleh jadi juga dengan cara  yang baik, bahkan boleh jadi pula diperoleh dengan susah payah.&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang bertakwa, Allah memberi rizki pada mereka dari  jalan yang tidak terduga. Rizkinya tidak mungkin diperoleh dengan  cara-cara yang haram, juga tidak mungkin rizki mereka dari yang &lt;em&gt;khobits&lt;/em&gt; (yang kotor-kotor). &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Perlu diketahui bahwa orang yang bertakwa tidak mungkin dihalangi dari rizki yang ia butuhkan&lt;/span&gt;. Ia hanyalah dihalangi dari materi dunia yang berlebih sebagai rahmat dan kebaikan padanya. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Karena  boleh jadi diluaskannya rizki malah akan membahayakan dirinya.  Sedangkan disempitkannya rizki malah mungkin sebagai rahmat baginya&lt;/span&gt;. Namun beda halnya dengan keadaan manusia yang Allah ceritakan,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;{ فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إذَا  مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي  أَكْرَمَنِ } { وَأَمَّا إذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ  فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ } { كُلًّا }&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia  dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata:  “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu  membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.  Sekali-kali tidak (demikian).”&lt;/em&gt; (QS. Al Fajr: 15-16)&lt;br /&gt;Senyatanya tidak demikian. Belum tentu orang yang diluaskan rizkinya,  ia berarti dimuliakan. Sebaliknya orang yang disempitkan rizkinya,  belum tentu ia dihinakan. Bahkan boleh jadi seseorang dilapangkan rizki  baginya hanya sebagai &lt;em&gt;istidroj&lt;/em&gt; (agar ia semakin terlena dengan  maksiatnya). Begitu pula boleh jadi seseorang disempitkan rizkinya untuk  melindungi dirinya dari bahaya. Sedangkan jika ada orang yang sholih  yang disempitkan rizkinya, boleh jadi itu karena sebab dosa-dosa yang ia  perbuat sebagaimana sebagian salaf mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;إنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Seorang hamba boleh jadi terhalang rizki untuknya karena dosa yang ia perbuat.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Dalam hadits, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ  جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ  مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Barang siapa yang memperbanyak beristighfar, maka Allah pasti  akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan  kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki  kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.html#_ftn1" linkindex="19"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; telah mengabarkan bahwa &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;kebaikan itu akan menghapus kejelekan, &lt;em&gt;istighfar&lt;/em&gt; adalah sebab datangnya rizki dan berbagai kenikmatan, sedangkan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan&lt;/span&gt;. (Kita dapat menyaksikan hal tersebut dalam ayat-ayat berikut ini).&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ  آَيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ (1) أَلَّا  تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ (2)  وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ  مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ  فَضْلَهُ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun  dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari  sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak  menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi  peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan  hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.  (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi  kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang  telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang  mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya&lt;/em&gt;” (QS. Huud: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا  رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ  مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ  جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan  membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun  dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai&lt;/em&gt;.” (QS. Nuh: 10-12)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;{ وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا } { لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ }&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas  jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada  mereka air yang segar (rezki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada  mereka padanya.&lt;/em&gt;” (QS. Al Jin: 16-17)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى  آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ  وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa,  pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan  bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa  mereka disebabkan perbuatannya.&lt;/em&gt;” (QS. Al A’rof: 96)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا  التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ  لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat  dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya,  niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki  mereka.&lt;/em&gt;” (QS. Al Maidah: 66)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan  oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar  (dari kesalahan-kesalahanmu).&lt;/em&gt;” (QS. Asy Syura: 30)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari  Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi  putus asa lagi tidak berterima kasih.&lt;/em&gt;” (QS. Hud: 9)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.&lt;/em&gt;” (QS. An Nisa’: 79)&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;{ فَأَخَذْنَاهُمْ  بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ } { فَلَوْلَا  إذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ  وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan  kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk  merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah)  dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka,  bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan  kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.&lt;/em&gt;” (QS. Al An’am: 42-43)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala telah mengabarkan dalam kitabnya bahwa Dia akan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;menguji  hamba-Nya dengan kebaikan atau dengan kejelekan. Kebaikan yang dimaksud  adalah nikmat dan kejelekan adalah musibah. Ujian ini dimaksudkan agar  hamba tersebut teruji sebagai hamba yang bersabar dan bersyukur&lt;/span&gt;. Dalam hadits shahih, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا  يَقْضِي اللَّهُ لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ وَلَيْسَ  ذَلِكَ لِأَحَدِ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ  فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا  لَهُ&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Allah tidaklah menetapkan  bagi seorang mukmin suatu ketentuan melainkan itu baikk baginya. Hal  ini tidaklah mungkin kita jumpai kecuali pada seorang mukmin. Jika ia  mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia  ditimpa suatu bahaya, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Demikian penjelasan dari Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;dalam Majmu’ Al Fatawa (16/52-54). Semoga bermanfaat dan dapat sebagai penyejuk hati yang sedang gundah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-8257805214097126649?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.html/comment-page-1#comment-62208' title='Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/8257805214097126649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=8257805214097126649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8257805214097126649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8257805214097126649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa.html' title='Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5669502781496958865</id><published>2010-10-26T20:14:00.000+07:00</published><updated>2010-10-26T20:14:17.983+07:00</updated><title type='text'>Tips Terapi Menyesal dan Rasa Bersalah Kepada Diri</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://rahmadsyahnlp.blogspot.com/2010/10/tips-terapi-menyesal-dan-rasa-bersalah.html" linkindex="28"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost { display: inline; }&lt;/style&gt; &lt;style&gt;@font-face {  font-family: "Tahoma";}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0in 0in 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman"; }a:link, span.MsoHyperlink { color: blue; text-decoration: underline; }a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed { color: purple; text-decoration: underline; }div.Section1 { page: Section1; }ol { margin-bottom: 0in; }ul { margin-bottom: 0in; }&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Assalamul’aikum wr.wb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Shahabat  saya di Muliakan Allah. Yang sedang menanti sebaik-baiknya keputusan  dari Allah atas harap, cemas, was-was dalam penuh kepasrahannya. Semoga,  apa yang telah kita lakukan, menjadi pembukti keseriusan dari doa-doa  yang kita panjatkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Sehingga, terkabullah rintihan curhat kita dengan menandahkan tangan kepada yang Maha Mendengar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Bila  Anda pernah menyaksikan film Ar-Risalah, atau Mesangger. Film yang  disahkan oleh para Ulama Mesir untuk dapat disiarkan diseluruh penjuru  dunia. Mengisahkan tokoh no1 yang paling berpengaruh di dunia yaitu Nabi  Muhammad Saw. Diantara hal yang mungkin &lt;b&gt;Anda suka,&lt;/b&gt; juga saya,  dalam film tersebut, ucapan bilal kepada shahabat yang lain, Tatkala  perintah Da’wah secara terang-terangan diproklamirkan yaitu La ikraha  fiddin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Demikianpula  saat saya belajar mata pelajaran Agama kelas 5 SD. Ustazah di sekolah  dasar tempat saya mengenal baca tulis dan bermain segala permainan  anak-anak dimasa itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Sekolah  Dasar Negeri Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh besar. Ustazah  menjelaskan, Tidak ada paksaan dalam beragama. Jadi, kita tidak boleh  memaksakan seseorang untuk melakukan atau beribadah, bahkan harus  menganut sebagaimana keyakinan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Sampai  saya SMA dan juga kuliah, pemahaman La Ikraha Fiddin yang tertuliskan  dalam surat Albaqrah tetap masih seperti itu. Apalagi ditambahkan dengan  konsep Toleransi, Tenggang Rasa dan menghormati keyakinan orang lain  mata pelajaran PPKN dulu. Namun, saya kemarin menemukan maksud dan  pemahaman yang berbeda. Ini saya dapatkan dari proses pemebalajaran  diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Sementara itu, saya mau mengajak Anda untuk merefleksi diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Apakah Anda pernah mengambil keputusan      berdasarkan ke&lt;b&gt;MAU&lt;/b&gt;an dan      keinginan Anda sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Apakah Anda pernah memutuskan karena      mengikuti ke&lt;b&gt;mau&lt;/b&gt;an orang lain? (Orang      tua, Istri, Suami, Anak, Keluarga, teman dan siapapun). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Antara no 1 dan 2, manakah yang lebih&lt;b&gt; sering&lt;/b&gt; Anda lakukan ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Setelah Anda memutuskan, dan mengalami proses      serta hasilnya. Apakah ada dalam memori ingatan Anda,&lt;i&gt;  ”Seandainya saja aku melakukan itu maka tidak begini”. ”Coba aku       dengar nasehatnya”. ”Benarkan, dari awal sebenarnya saya tidak setuju,       tapi karena cinta, menghormati dan tidak mau dianggap tidak sayang,  ya      terpaksa aku ikuti kemauanmu”.&lt;/i&gt; Sehingga menyebabkan Anda menjadi      MENYESAL? bahkan terkadang merasa bersalah dan tidak bisa memaafkan diri?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Shahabat, saya pernah mengalami no 1 dan 2. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Dulu,  bisa saya katakan kebanykan adalah no.2. Dampaknya adalah penuh  penyesalan. Padahal itu sudah berlalu 5 bulan yang lalu atau bahkan ada  yang 3 tahun yang lalu. Tapi, masih terbawa sampai sekarang.  Alhamdulillah, dengan ilmu yang ada; (&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.terapinlp.com/" linkindex="29"&gt;Mind-Therapy&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;). Saya bisa menerima memori itu dengan penuh lapang dan SADAR, bukan dibuat-buat agar merasa nyaman. Apakah Anda juga demikian?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Barangkali  Anda sudah bisa menembak maksud dari tulisan ini sekarang. Sebagaimana  Allah telah memberi peringatan, agar kita mengambil &lt;b&gt;keputusan&lt;/b&gt;  dalam keadaan sadar bukan terpaksa. Karena, keterpaksaan akan membuat  keIMANAN mudah goyah. Keterpaksaan menimbulkan PENYESALAN. Mari kita  syukuri dengan keSADARan dan pemahaman sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Pernah  suatu ketika Almarhum Gusdur ditanya, ”Gus... anak-anaknya kok gak  disuruh berjilbab?” Gusdur menjawab ”Perintah berjilbab (menutup aurat)  sudah datang semenjak Gusdur belum dilahirkan. Dan saya mau anak-anak  saya berjilbab bukan karena Gusdur, malainkan karena Allah”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Terkadang lucu juga saya ini. Jelas-jelas dalam beragama aja tidak boleh ada unsur emosi &lt;b&gt;terpaksa&lt;/b&gt;,  kok dalam kehidupan ini, berbisnis, sekolah, kuliah, memilih pasangan  hidup, membeli rumah, menyekolahkan anak, bekerja dan aspek lain, Mau &lt;b&gt;memaksa&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;terpaksa&lt;/b&gt; ya? Apapun yang terjadi, mari kita syukuri dengan segala nikmat yang telah diberi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Apabila  ada diantara shahabat, yang masih mengalami rasa menyesal atau rasa  bersalah pada diri, Dampak yang terjadi dari memutuskan dengan&lt;b&gt; terpaksa. &lt;/b&gt;Mungkin langkah-langkah dibawah ini bisa meringankan rasa penyesalan Anda. Boleh anda memutuskan untuk mem&lt;b&gt;praktek&lt;/b&gt;kan latihan ini, dengan penuh keSADARan dan kiIkhlasan diri atau melakukannya sekarang. (&lt;i&gt;Jadi bukan terpaksa lagi ya...he..he....&lt;/i&gt;) ^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Karena Anda memutuskan dan melakukan      atas keMAUan sendiri. Jadi, bukan ingin mencoba-coba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Mari  kita Berdoa dan berniat      tulus mengharap hasil terbaik sesuai  rencana Allah. Mohon bimbingan, agar      proses anda lakukan sekarang  dimudahkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Fokuskan apa yang mau Anda      capai setelah melakukan ini sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Akses kembali memori      (pengalaman) yang menjadikan Anda, menyikapinya sebagai penyesalan atau      rasa bersalah pada diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah  emosi itu muncul,      mungkin bisa saja, Anda mengalami gejala atau  rasa tertentu pada bagian      tubuh anda; Kepala, leher, bahu, lengan,  punggung, pundak, perut, dada,      kaki atau bagian manapun. Entah itu  Sakit, nyeri, seperti terikat,      tergenggam, tertusuk, berdenyut,  sesak, berputar atau Anda tidak      merasakannya. Bahkan mungkin Anda  mengalami selain dari yang saya      tuliskan. Hanya Anda yang tau.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Bila  Anda merasa, ada      sesuatu pada bagian tertentu itu, seperti pada  langkah ke-5. Maka, Bisa letakkan      salah satu tangan Anda diatasnya.  Misalnya; di dada anda, (bagi shahbat      merasa diseputaran dada). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Sambil anda menyentuhnya,      boleh juga mengelus-elusnya, lalu katakan pada bagian itu &lt;i&gt;”Maafkan saya...maafkan saya...maafkan      saya...”&lt;/i&gt; kemduian lanjutkan dengan dialog, berkomunikasi pada bagian      itu, ”&lt;i&gt;Apa sebenarnya yang engkau/dirimu      mau?&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Bagus...Tetap  seperti itu, teruslah      berdialod, berkomunikasi kepada diri boleh  dengan bertanya. ”Apa maksud      baik dari peristiwa yang telah berlalu  itu? Apa makna positif yang bisa saya      petik dari pengalaman itu?  Apa hikmah yang bisa saya peroleh, sehingga menjadi      pembelajaran  sekarang dan selanjutnya?” &amp;nbsp;Sampai Anda sekarang mendapatkan emosi       sesuai yang anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Saat  ini, Pastinya Anda      menemukan makna berbeda dari sebelumnya kan?  Bisa jadi juga, sebagian      diantara kita, belum sampai benar-benar  mendapatkan EMOSI yang dinginkan      sebagaimana tujuan pada langkah  ke-3. Sedikit Apapun itu,&amp;nbsp; Setelah Anda mendapatkan Makna, Hikmah,       maksud dan Pembelajaran dari pengalaman itu. Bersyukurlah kepada Allah ”&lt;i&gt;Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah...&lt;/i&gt;”      Kemudian juga, berterima kasihlah kepada tubuh Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Nikmati pembelajaran ini      dengan penuh Kesyukuran, bahwa semua yang telah terjadi ada Hikmahnya...&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Saran  saya, sebaiknya pada saat Anda melakukan latihan diatas, fokuskan  kepada satu-persatu hal yang anda ingin release. Karena, Mungkin  keputusan yang pernah kita ambil tidak hanya satu, dan efek yang terjadi  membutuhkan proses penyelarasan EMOSI seperti langkah –langkah yang  telah Anda lakukan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Setelah  Anda merelease rasa itu menjadi emosi yang sesuai Anda inginkan  sekarang. Maka, langkah &amp;nbsp;selanjutnya yang kita lakukan adalah  menumbuhkan Tatanan pemikiran (State of Mind) keSADARan berfikir, agar  kita tidak mengulangi atau mengalami keputusan-keputusan yang  menyebabkan penyesalan pada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Tatkala  hendak memutuskan sesuatu, maka      pastikanlah Anda memahmi, Apa yang  menDASARi anda, memutuskannya? Guru      saya berpesan ;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Boleh  kamu melakukan apapun yang M A U kamu lakukan, Asal kamu MENYADARI apa  yang menjadi DASAR kamu melakukannya. Sehingga, saat kamu ingin menoleh  kebelakang (mengingat kembali) apa saja yang telah engkau perbuat, kamu  tahu harus melihat kemana dengan perbandingan emosi KEIKHLASAN dan  SADAR.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Tumbuhkan  kesadaran waktu, yaitu ingatan akan      perisitwa yang pernah dialami  dengan keputusan yang keliru pada masa lalu,      Dengan pemahaman,  hikmah dan makna yang memberdayakan diri Anda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Sehingga, state of mind ini,      menjadi DASAR pengambilan keputusan anda, dan menudukung poin no.1&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Setia  dan Tegas dengan PRINSIP hidup yang      dipegang. Yaitu hirarki  Nilai-nilai yang terpenting dalam kehidupan,      sehingga Anda jadi  tau, Apa yang menjadi PRIORITAS. Kemudian, menjadi      dasar dan  memudahkan Anda, saat mengambil keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Ketegasan  bukan karena dibuat-buat. Sebab,      terkadang kita tidak mau  melepaskan EGO dari Anggapan baik orang, sehingga      kita melakuan  sebagaimana keinginannya orang lain. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Dan saat      itu, tanpa kita sadari telah melakukan sesuatu bukan lagi karena Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://rahmadsyahnlp.blogspot.com/2010/07/bertanggung-jawab-atas-pilihan-hidup.html" linkindex="30"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bertanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt; terhadap apapun keputusan      yang diambil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;Terima  kasih, sampai detik ini Anda bersedia untuk menghabiskan membaca  keterbatasan pemahaman saya akan konteks ini. Kemudian juga, atas  kerelaan penuh iklas Anda melakukan latihan ini. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5669502781496958865?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://rahmadsyahnlp.blogspot.com' title='Tips Terapi Menyesal dan Rasa Bersalah Kepada Diri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5669502781496958865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5669502781496958865&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5669502781496958865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5669502781496958865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/tips-terapi-menyesal-dan-rasa-bersalah.html' title='Tips Terapi Menyesal dan Rasa Bersalah Kepada Diri'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-437645031705943727</id><published>2010-10-16T09:57:00.000+07:00</published><updated>2010-10-16T09:57:44.697+07:00</updated><title type='text'>Gurau dan Canda Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.google.co.id/" linkindex="21"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="art-PostHeader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="art-PostMetadataHeader"&gt;&lt;div class="art-PostHeaderIcons art-metadata-icons"&gt;&lt;a href="http://id-muslim.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL2lkLW11c2xpbS5jb20va2lzYWgta2lzYWgtaXNsYW1pLzE4My1raXNhaC1pc2xhbWkvOTI4LWd1cmF1LWRhbi1jYW5kYS1yYXN1bHVsbGFoLXNhdw%3D%3D" linkindex="22" title="E-mail"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="art-article"&gt;Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang.  Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau  dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan  orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.&lt;br /&gt;Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya.&lt;br /&gt;"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Ia tidak mampu", kata perempuan itu.&lt;br /&gt;"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".&lt;br /&gt;"Ia tidak mampu".&lt;br /&gt;Para sahabat yang berada di situ berkata,&lt;br /&gt;"bukankah unta itu juga anak unta?"   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".&lt;br /&gt;"Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".&lt;br /&gt;"Rasulullah  memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan.  "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.&lt;br /&gt;Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;"Ya  Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam  syurga". "Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".&lt;br /&gt;Perempuan itu lalu menangis.&lt;br /&gt;Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta  kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa,  serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah  disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka  bagai gunung yang teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka  bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya,  Rasulullah turut tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-437645031705943727?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.co.id/' title='Gurau dan Canda Rasulullah SAW'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/437645031705943727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=437645031705943727&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/437645031705943727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/437645031705943727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/gurau-dan-canda-rasulullah-saw.html' title='Gurau dan Canda Rasulullah SAW'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-6164244187817253673</id><published>2010-10-08T13:23:00.002+07:00</published><updated>2010-10-08T13:23:53.716+07:00</updated><title type='text'>Jangan Katakan, tapi Katakan</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: helvetica;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Wahai Allah, masalahku sangat besar&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Wahai masalah, Allah itu Maha Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Pelajaran Matematika, Bisa tapi Sulit&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Pelajaran Matematika, Sulit tapi bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Kamu memang anak nakal&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Yang Papah Tahu kamu ini anak yang sholeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Lho kok nilai ulangannya ancur gini sih?&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Yang mamah tahu kamu ini biasanya nilai ulangannya bagus, ga pernah kurang dari 8...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Kamu kok menyebalkan&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Biasanya kamu menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Jangan dekati narkoba&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;narkoba itu berbahaya, mati menggenaskan plus tiket langsung ke neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Jangan lari, awas jatuh...&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Ayo duduk di sini, Kakak ada sesuatu lho buat kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Pak Dani orangnya lincah, tapi kecil&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Pak Dani orangnya kecil, tapi lincah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Aku benci nilai yang jelek&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Aku suka nilai yang bagus&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: helvetica;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Bete, jutek, lebay, gajebo, pewe&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Astaghfirullahal ‘azhiim....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Saya tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Saya terus berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;(ketika hendak tidur malam) jangan kesiangan..jangan kesiangan&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Ya Allah, bangunkanlah aku jam 4 pagi dalam kondisi yang segar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Baso Mang Jaja Enak, tapi mahal&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Baso Mang Jaja memang mahal, tapi enak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Bu Ani orangnya cantik, tapi gemuk&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;Bu Ani orangnya gemuk, tapi cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;Jangan Buang sampah sembarangan&lt;br /&gt;atau,&lt;br /&gt;BUANG-lah sampah pada tempatnya&lt;br /&gt;Tapi Katakanlah :&lt;br /&gt;SIMPAN-lah sampah pada tempatnya&lt;br /&gt;atau,&lt;br /&gt;SIMPAN-lah sampah dengan YAKIN pada tempatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan :&lt;br /&gt;hal-hal negatif...dan kalimat yang berujung negatif&lt;br /&gt;Tapi katakanlah :&lt;br /&gt;hal-hal positif...dan kalimat yang berujung positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat semua..&lt;br /&gt;Insya Allah tahun ini menjadi lebih baik&lt;br /&gt;kalau kita berkata-kata dengan baik...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-6164244187817253673?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahaya-semesta.com/article/19609/jangan-katakan-tapi-katakan.html' title='Jangan Katakan, tapi Katakan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/6164244187817253673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=6164244187817253673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6164244187817253673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6164244187817253673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/jangan-katakan-tapi-katakan.html' title='Jangan Katakan, tapi Katakan'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2971102248984171846</id><published>2010-10-07T20:39:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T20:39:00.357+07:00</updated><title type='text'>Google</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.google.co.id/" linkindex="16"&gt;Google&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2971102248984171846?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.co.id/' title='Google'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2971102248984171846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2971102248984171846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2971102248984171846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2971102248984171846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/google.html' title='Google'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-1700267948460847052</id><published>2010-10-03T19:28:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T19:28:37.626+07:00</updated><title type='text'>أجمل نشيد في حب المصطفى الحبيب</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i4.ytimg.com/vi/sJu8gbtGpKE/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sJu8gbtGpKE?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/sJu8gbtGpKE?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-1700267948460847052?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/1700267948460847052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=1700267948460847052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1700267948460847052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1700267948460847052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/blog-post.html' title='أجمل نشيد في حب المصطفى الحبيب'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5807176601568865257</id><published>2010-10-03T19:23:00.000+07:00</published><updated>2010-10-03T19:23:25.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk dibaca'/><title type='text'>SUAMI HILANG NURANI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="date-comments" style="border-bottom-color: rgb(202, 202, 202); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #777777; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; height: 25px; line-height: 25px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Verdana, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Suami Hilang Nurani&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;oleh: Akhi Ibnu Abdul Bari el-’Afifi atas izin dan editan Ustadz Imtihan asy Syafi’i&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kutulis catatan ini bukan untuk mengata-ngatai atau membuka aib saudara sendiri. &amp;nbsp;Bukan. Sama sekali bukan. Aku sadar dan yakin pada nasehat salaf yang pernah disebutkan oleh Imam Ahmad dalam bukunya, az Zuhd,&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kiranya salaf telah berijmak, orang yang memaki-caci saudaranya yang diuji maksiat oleh Allah Ta’ala, ia akan diuji dengan maksiat&amp;nbsp; yang serupa sebelum ajal menjemputnya.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Aku sangt menghawatirkan kalau itu terjadi padaku.&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nas’alullahal ‘afiyah.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Sekali lagi, ini kutulis bukan untuk membuka aib saudara sendiri. Sebaliknya aku berharap ini justru sebagai bentuk ishlah, usaha melakukan perbaikan, dan wujud saling nasehat-menasehati. Ya, “Jadilah penolong saudara kalian (yang terjerumus maksiat dengan memberi nasehat)” kata Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, “dan jangan menjadi penolong-penolong syetan (dengan mencaci dan membongkar aibnya).”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aku juga teringat dengan pesan&amp;nbsp; Abu Hazi&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;m Rahimahullahu&lt;/em&gt;, “Sesungguhnya seorang hamba bisa saja melakukan kebajikan yang dia senangi, namun ternyata Allah menjadikannya sebagaikeburukan yang paling berbahaya bagi dirinya. Sebaliknya, adakalanya seorang hamba melakukan keburukan yang ia benci, namun ternyata Allah menjadikan kebaikan paling bermanfaat yang tidak ada bandingannya bagi dirinya. &amp;nbsp;Sebabnya, ketika seorang hamba melakukan kebajikan, ia bersikap takabbur, menganggap dirinya memiliki keutamaan yang tidak dimiliki orang lain. Karena ketakaburannya itulah Allah menggugurkankebajikannya itu bersamaan dengan banyaknya kebajikan lainnya. Sementara ketika si hamba melakukan keburukan yang dibencinya itu, bisa jadi Allah menumbuhkan perasaan takut dalam dirinya, kemudian ia&amp;nbsp; menghadap Allah dalam keadaaan rasa takut yang masih tertanam di dalam hatinya.” (Shifatush Shafwah : II/164).&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ini juga yang membuatku tidak berani terdetik untuk berkesimpulan bahwa aku lebih baik darinya. Sama sekali tidak berani. Karena akupun tak tahu kesudahan amal yang kulakukan; kebajikan mana yang diterima&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Allah Ta’ala, dan dosa mana yang sudah diampuni oleh-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jujur, ada selaksa rasa berkecamuk dalam jiwa ketika menuliskan kisah ini. Malu. Marah. Sedih. Sesal. Gemeretak. Semua rasa bersatu-padu. Hingga terbesit dalam hati, “Sedemikian tegakah dirinya? Di manakah nuraninya? Apakah ia tidak sadar dan paham bahwa saat ia berpamitan kepada istrinya untuk suatu ‘urusan penting’ dan melangkahkan kakinya melewati pintu rumah cintanya, ia sedang berjalan menuruti bimbingan syetan? Tidakkah terbersit dalam benaknya, bagaimana pun ia menyembunyikan ‘bangkai’ toh akan tercium juga dan yang akan menyesali perbuatannya bukan hanya dirinya, tetapi juga orang-orang yang dikenalnya, terutama istri dan anak-anaknya. Tidak adakah suara hati yang mengingatkannya saat kaki kanannya menaiki bus yang ditumpanginya untuk segera membatalkan safar maksiatnya? Kenapa saat kaki kirinya turun dari bus itu, ia tidak segera mencari bus lain yang akan membawanya kembali pulang menemui keluarganya yang amat mencintai dan menyayanginya? Entah pergi ke mana nuraninya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Semua bermula dari FACEBOOK&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Sebagaimana aktivis islam pada umumnya, keinginan awal berkecimpung dalam dunia maya, terkhusus&amp;nbsp; facebook yang tengah menjadi fenomena yang menghipnotis semua usia, adalah untuk mereguk ilmu dan hikmah dengan seefektif dan seefisien mungkin. Mendapat banyak manfaat tanpa perlu berpindah-pindah tempat mendatangi majlis ilmu dan pengajian. Cukup&amp;nbsp; duduk di depan monitor. Semua catatan yang berisi nasehat dan siraman&amp;nbsp; ruhani bisa dengan mudah didapatkan dan dibaca sesuka hati. Itu niatan awalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bukan berfacebook jika tidak berteman. Awalnya hanya menerima lelaki sebagai teman. Namun seiring dengan pergantian hari hati pun berganti.&amp;nbsp; Satu dua perempuan menjadi temannya juga. Terutama perempuan yang&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;tidak menampilkan foto diri. Dan setelah memasuki hitungan bulan, perempuan tak bermalu pun mulai menghiasi daftar teman-temannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Update status, berbalas komentar, curhat lewat inbox, corat-coret di&amp;nbsp; “dinding” dan “colek-mencolek” pun menjadi sesuatu yang wajar dan lumrah. Entah kapan tepatnya syetan menembakkan panah muslihatnya. Semua&amp;nbsp; terjadi begitu saja. Seperti awan yang tampak tak bergerak, sekian detik kita palingkan pandangan, awan telah berkelana. Tiba-tiba saja&amp;nbsp; nafsu telah meraja. Tanpa dirasa syetan telah berkuasa, membutakan&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;hati, dan membuatnya jauh dari Allah Ta’ala.&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kehabisan bahan diskusi, alamat rumah, pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya pun ditanyakan hingga berlanjut dengan curhat. Hati melayang mengangkasa, dan pikiran nakal mulai memenuhi otak. Lelaki&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;berusia duapuluhan itu pun bersepakat dengan salah seorang perempuan teman facebooknya untuk jumpa darat.&amp;nbsp; Seribu tanya menjejali otaknya. Benarkah ia secantik fotonya? Benarkah ia selembut tutur bahasa tulisnya? Benarkah ia secerdas update statusnya? Benarkah ia sehalus curhat-curhatnya? Benarkah ia … dan&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;benarkah ia …?&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Bayangan perempuan itu telah merampas akal sehatnya dan memasung pikirannya. Dia sering tidak tidur&amp;nbsp; dibuatnya. Duduk berjam-jam melewati tengah malam dilaluinya demi menunggu kabar, komentar, dan update status perempuan yang haram baginya itu. Laki-laki itu jatuh&amp;nbsp; cinta. Cinta terlarang. Dan laki-laki itu buta. Benar sabda Nabi,&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Hubbuka lisy syai’ yu’mi wa yushimmu,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;cintamu kepada sesuatu bisa membutakan dan menulikanmu.”&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Amatlah mudah mencari alamat yang diberikan perempuan itu. Bagaimana&amp;nbsp; tidak, sedangkan jarak ratusan kilo telah ditempuh. Perjalanan lebih&amp;nbsp; dari tiga jam telah dilakukan. Dan saat keduanya bertemu, mata saling beradu pandang, jantung pun menderu kencang. Lalu mereka lempar jauh-jauh pakaian malu mereka sebelum mereka lempar pakaian yang&amp;nbsp; menutup aurat mereka. Ya, mereka berzina dalam makna yang sebenarnya. Zina yang mengharuskan laki-laki itu dirajam sampai mati untuk membuktikan pertaubatan yang murni.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Padahal lelaki yang tak hanya sepekan sekali mengikuti kajian itu mestinya sadar…..,&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Pada saat ia melakukan semuanya; saat ia mencumbui perempuan yang tidak halal baginya, saat ia menikmati semua lekak-lekuk tubuh perempuan yang dizinainya…..,&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Di sana ada malaikat&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;hafazhah,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang akan mencatatkan semua perbuatannya…&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Di sana ada bumi yang akan merekam semua jejak amalnya …&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Di sana juga ada anggota badan yang membersamainya, yang kelak akan menggugat dirinya sendiri; tangan akan bicara dan kaki akan menjadi saksi atas semua yang pernah terjadi; atas lezatnya maksiat yang pernah ia cicipi, besar-kecilnya, samar-jelasnya, tersembunyi-nyatanya….&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Lebih dari itu, Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segalanya. Dzat yang telah memberikan berbagai karunia dan nikmat tak terhingga itu ia khianati, dan ia maksiati…, sedang Allah masih bersabar karena masih memberikan kesempatan bertaubat kepadanya. Padahal Allah Maha Kuasa memberikan balasan setimpal seketika itu juga….., Demi Allah, Dia Maha Kuasa memberikan balasan setimpal seketika itu juga….,&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Laki-laki itu mengkhianati keshalihan istrinya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Perempuan rapuh yang selalu menantikan kedatangannya dengan lantunan doa kebaikan baginya di setiap bait doanya, perempuan yang merindui pelukan hangatnya, dan berusaha sepenuh dayanya untuk melaksanakan&amp;nbsp; kewajiban sebagai seorang&amp;nbsp; istri.&amp;nbsp; Saat pulang, tak ada yang berubah dengan sambutan istrinya. Suara lembut penuh kasih, sentuhan manja, dan semua yang biasa didapatkannya dari perempuan pilihan hatinya itu… semua masih ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Namun justeru semua itulah yang membuatnya tak mampu lagi berdusta. Ia menjujuri istrinya, berterus terang kepadanya. Disampaikannya sebuah rencana. “Dinda, bagaimana jika Kanda meninggalkanmu dalam jangka waktu yang lama?”&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Tanpa menaruh secuil buruk prasangka, perempuan itu menjawab,&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: blue; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kanda hendak berjihad? Dinda ikhlas ditinggal jika memang Kanda telah bertekad untuk itu.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: blue; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Suami mana pun pasti bangga dengan jawaban yang mencerminkan keshalihan itu. Tetapi jawaban itu malah menjadi pukulan mematikan baginya. Ia serasa dihunjam tombak dan dihujani peluru yang menembus tubuh kekarnya. Ia tertunduk, lemas, dan terkulai. Serasa tak mampu ia menyangga tubuhnya. Dalam hati, ia berkata kepada diri sendiri,&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dinda, aku sudah tidak pantas menjadi suamimu lagi. Tubuh yang kotor ini tak pantas membersamaimu yang shalihah. Jiwa yang terkoyak ini tak&amp;nbsp; layak menemanimu dalam perjalanan suci. Tubuh ini telah kotor. Jiwa&amp;nbsp; ini telah ternoda.”&lt;/em&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: blue; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kanda bukan hendak pergi berjihad.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Suara lelaki itu terdengar aneh. Keanehan yang segera diikuti oleh&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;pengakuan pahit.&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: blue; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Maafkan aku, Dinda! Aku telah berzina. Maafkan kanda, Dinda!”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: blue; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Perempuan itu mencari kejujuran di mata suaminya. Dan didapatinya mata belahan jiwanya itu tidak&amp;nbsp; berbohong atau sedang menggodanya. Ada keseriusan di sana. Tiba-tiba perempuan itu merasa sendiri di padang&amp;nbsp; gersang, bumi menenggalamkan separuh tubuhnya, dan bebatuan besar menghujaninya. Wajah perempuan itu memucat, matanya berkunang-kunang, dan akhirnya, ia ambruk. Perempuan itu tidak sanggup mendengar pengakuan yang barusan terlontar dari mulut suaminya. Suami, yang beberapa tahun lalu meminangnya itu sekarang berbalik mengkhianati ikatan suci pernikahannya. Suami, yang memberikan sejuta kenangan indah sekarang&amp;nbsp; itu memberikan pil pahit yang menghancurkan segala miliknya. Adakah perempuan lain yang lebih malang darinya?&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Istrinya pun menangis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Hanya menangis. Dia tidak tahu harus berkata dan berbuat apa. Dia tidak tahu harus bagaimana. Beberapa malam kemudian, bersama suami yang duduk di sampingnya, diteleponnya seorang ustadz yang dianggapnya dapat memberikan pencerahan dan solusi atas peristiwa terberat yang pernah ia lalui dalam rumah tangganya. Peristiwa yang mungkin tidak akan pernah dilupakannya, bahkan mungkin sampai ajal menjemputnya kelak.&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Dengan suasana hati yang masih berkelindan duka dan tangis yang tertahan, ia tunggu respon panggilannya. Telepon tak diangkat. Redial dilakukannya. Namun telepon tak juga diangkat. Selang beberapa waktu, nada penanda pesan berbunyi.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Pesan tertampilkan, “Siapa ini?”&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Segera di-dialnya dan ia pun beruluk salam, “Assalamu’alaikum.”&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Dari seberang telepon, terdengar jawab salamnya, “Wa’alaikumussalamu wa rahmatullahi wa barakatuh.”&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ditelepon pada jam sahur, apalagi oleh seorang perempuan bukanlah sesuatu yang biasa. Ustadz itu menyelidiki identitas peneleponnya, “Maaf, saya tidak kenal dengan Anda. Siapa Anda?”&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Saya fulanah, Ustadz, istrinya Fulan.” Jawabnya memperkenalkan diri seperlunya saja. Nama yang barusan disebut tidaklah asing bagi sang ustadz. Dia kenal dengan laki-laki suami perempuan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ada yang bisa saya bantu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Begini, Ustadz,” dan perempuan itu pun menceritakan badai yang tengah mengamuk di rumahnya. Semua dibeberkannya dengan gamblang. Tak ada&amp;nbsp; yang ditutupinya. Dia benar-benar ingin mendapatkan jawaban atas&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;prahara yang menderanya.&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Bagi sang ustadz, curhat itu terasa lama. Sangat lama bahkan. Karena mengkhawatirkan terjadinya fitnah, sang ustadz langsung mengingatkan,&amp;nbsp; “Maaf, kita bukan mahram jadi tidak baik ngobrol di telepon sepertiini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kemudian beliau melanjutkan tanya, “Di mana suamimu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Suami saya duduk di samping saya, Ustadz,” jawabnya dengan suara terbata.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Biarkan saya berbicara langsung dengan suamimu saja,”pinta sang ustadz.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: blue; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dia tidak sanggup, Ustadz. Dia tidak sanggup dan tidak berani berbicara dengan Ustadz. Dia malu.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Tangis perempuan itu tak tertahankan lagi.&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Perempuan itu memungkasi kisah pedihnya dengan pertanyaan, “Ustadz, apa yang harus kami lakukan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;“Saya belum bisa menjawab,” jawab ustadz itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Selang beberapa hari kemudian, perempuan itu mendapatkan pesan elektronik dari ustadz yang beberapa hari lalu diteleponnya.&amp;nbsp;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Status pernikahan kalian masih tetap, namun jika Anti mengajukan&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;khulu’ (gugat cerai), syariat membolehkannya.”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Saudaraku….,&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ini fakta. Dan betul-betul terjadi. Seorang ikhwah berbuat nista dan&amp;nbsp; melakukan perbuatan keji dengan teman facebooknya. Catatan ini&amp;nbsp; berdasarkan kisah yang dipaparkan oleh ustadz yang dicurhati istri ikhwah di atas, dan penulisan ini pun berdasarkan izinnya. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semuanya, betapa kita harus menjaga masing-masing diri kita.&amp;nbsp;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ila aina nahnu, ila naarin au&amp;nbsp; ila jannatin,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kemana langkah ini kita ayunkan…., ke neraka ataukah ke surga? Semua tergantung pada pilihan kita. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik agar kita mudah beramal shalih dan meninggalkan maksiat, hingga akhir hayat kita. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Himbauan kami, bila ada pesan moral yang tersampaikan dalam tulisan&amp;nbsp; ini, sangat dipersilahkan bagi para pembaca untuk menyebarluaskannya.&amp;nbsp; Agar manfaatnya bisa dinikmati oleh teman-teman yang lainnya. Semoga&amp;nbsp; usaha kita dalam nasehat-menasehati dicatat oleh Allah sebagai kebaikan di sisi-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Salam ukhuwah dari akhukum fillah,&lt;br style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ibnu Abdul Bari el-’Afifi.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5807176601568865257?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5807176601568865257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5807176601568865257&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5807176601568865257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5807176601568865257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/suami-hilang-nurani.html' title='SUAMI HILANG NURANI'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-4573582134429758271</id><published>2010-10-02T10:45:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T10:45:13.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk PWanita'/><title type='text'>Inilah penjelasan hadits Ummu Zar’in (kisah 11 wanita yang bercerita tentang kondisi suami masing2)</title><content type='html'>&lt;h1 class="entry-title"&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt; &lt;h3&gt;Hadits Ummu Zar’ (sebuah nasihat untuk istri)&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;Hadits yang cukup panjang yang terdapat di HR. Al-Bukhari (no. 5189) di dalam kitab &lt;em&gt;an-Nikaah &lt;/em&gt;dan   HR. Muslim (no. 2448) ini berisi tentang sebelas wanita yang   menceritakan tentang kondisi suaminya masing-masing, yang didalamnya   banyak terkandung pelajaran. Hadits Ummu Zar’ ini dimasukkan ke dalam   kategori: &lt;em&gt;“Pergaulilah mereka dengan cara yang ma’ruf.”&lt;/em&gt; Untuk   selanjutnya karena panjangnya hadits ini, maka kami akan memisahkan tiap   bagiannya, kemudian membahasnya satu-persatu dan disertai &lt;em&gt;Ibroh&lt;/em&gt; (pelajaran yang dapat dipetik) diakhir pembahasan. &lt;em&gt;InsyaaAllah&lt;/em&gt; akan mempermudah bagi pembaca KIC.&lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan, dalam Shahiihnya pada bab “Ber­gaul dengan   Baik terhadap Keluarga,” sebuah hadits marfu’ dari ‘Aisyah . Ia   menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Abdurrahman] dan [Ali  bin Hujr] keduanya berkata, Telah mengabarkan kepada kami [Isa bin  Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Abdullah  bin Urwah] dari [Urwah] dari [Aisyah] ia berkata; Sebelas wanita  duduk-duduk kemudian berjanji sesama mereka untuk tidak mnyembunyikan  sedikitpun seluk-beluk suami mereka. Wanita pertama berkata, “Suamiku  adalah daging unta yang kurus, berada di puncak gunung yang sulit, tidak  mudah didaki, dan tidak gemuk sehingga mudah diangkat.” Wanita kedua  berkata, “Suamiku? Aku tidak akan menyebarkan seluk-beluk tentang  dirinya. Aku takut tidak bisa meninggalkannya jika aku menyebutnya, aku  menyebutkan kebaikan dan keburukannya sekaligus.” Wanita ketiga berkata,  “Suamiku jangkung. Jika aku berkata, ia menceraikanku. Jika aku diam,  ia menggantungkan (urusanku).” Wanita keempat berkata, “Suamiku sedang,  seperti cuaca gunung Tihamah. Ia tidak panas, dingin, menakutkan, dan  membosankan.” Wanita kelima berucap, “Suamiku? Jika ia masuk, ia seperti  anak singa. Jika ia keluar, ia seperti singa. Ia tidak pernah bertanya  apa yang ia ketahui.” Wanita keenam mengemukakan, “Suamiku? Jika makan,  ia mencampur semua jenis makanan. Jika minum, ia menghabiskan seluruh  air. Jika tidur, ia berselimut. Ia tidak memasukkan telapak tangan untuk  mengetahui kesedihan (tidak penyayang kepadanya).” Wanita ketujuh  berkata, “Suamiku tidak tahu kemaslahatan dirinya dan bodoh. Baginya,  semua penyakit adalah obat. Ia membelah kepalamu atau memecahkanmu, atau  melakukan kedua-duanya terhadapmu.” Wanita kedelapan berkata, “Suamiku  halus sehalus kelinci dan harum seharum zarrab (tanaman yang harum).”  Wanita kesembilan mengatakan, “Suamiku tinggi tiangnya, panjang  bantuannya, besar asapnya, dan rumahnya dengan api.” Wanita kesepuluh  mengemukakan, “Suamiku adalah majikan dan tidak ada majikan sebaik dia.  Ia mempunyai unta yang banyak sekali dan dekat pengembalaannya. Jika  unta-unta tersebut mendengar suara rebana sebagai tanda kedatangan tamu,  unta-unta tersebut merasa yakin bahwa mereka akan disembelih.” Wanita  kesebelas berkata, “Suamiku adalah  Abu Zar’in. Tahukah kamu siapakah  Abu Zar’in? Ia menggerak-gerakkan perhiasan kedua telingaku, memenuhi  lemak kedua lenganku, dan membahagiakanku hingga jiwaku berbahagia. Ia  mendapatiku di tempat pemilik kambing kecil di gunung kemudian membawaku  ke pemilik kuda yang banyak, unta yang banyak, penggiling makanan, dan  pengusir burung. di tempatnya, aku berkata dan tidak  menjelek-jelekkan,  tidur hingga pagi, dan minum hingga puas. Ibu Abu Zar’in. siapakah ibu  Abu Zar’in? Tempat makanannya besar dan rumahnya luas. Anak laki-laki  Abu Zar’in. Siapakah anak laki-laki Abu Zar’in? Tempat tidurnya seperti  pedang yang diambil dari sarungnya (ringan) dan ia dibuat kenyang dengan  lengan kambing yang  berusia empat bulan. Anak perempuan Abu Zar’in.  Siapakah anak perempuan Abu Zar’in? Ia patuh kepada ayah ibunya dan  membuat marah tetanggganya. Budak wanita Abu Zar’in. Siapakah budak  wanita Abu Zar’in? Ia tidak merusak pembicaraan kami, tidak memindahkan  warisan kami, dan tidak memenuhi rumah kami dengan kotoran seperti  rumput. Abu Zar’in keluar sedang tempat-tempat susu digerak-gerakkan  dengan keras, kemudian ia bertemu dengan seorang wanita bersama dua  anaknya seperti anak singa yang sedang bermain di bawah pinggangnya  dengan dua buah delima, kemudian Abu Zar’in menceraikanku dan menikahi  wanita tersebut. Sesudahnya aku menikah dengan seorang laki-laki yang   mulia, mengendarai dengan cepat, mengambil tombak, mengembalikan hewan  ternak kepadaku, dan memberiku bau harum semuanya sepasang. Ia berkata,  ‘Makanlah hai Ummu Zar’in dan berilah makan keluargamu.’ Jika aku  kumpulkan semua yang diberikan suami keduaku tersebut, tidak  mencapai  bejana terkecil Abu Zar’in. Aisyah berkata; Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda: “Terhadapmu aku seperti Abu Zar’in terhadap  Ummu Zar’in.” berkata Abu Abdullah; berkata [Sa'id bin Salamah] dari  [Hisyam] dan janganlah engkau penuhi rumah kami dengan sisa-sisa rumah  (sampah). Abu Abdullah mengatakan, sebagian mengatakan “Maka aku minum  hingga puas.”. Dan ini lebih sahih.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;[dicopy dari &lt;a href="http://lidwa.com/app/" linkindex="37"&gt;lidwapusaka&lt;/a&gt; online]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Sebelas wanita duduk lalu mereka berjanji  untuk tidak  menyembunyikan tentang kabar-kabar yang bertalian dengan  suami mereka  sedikit pun.&lt;br /&gt;Wanita yang pertama berkata: ‘Suamiku adalah daging unta jantan kurus di   atas puncak gunung yang tidak mudah didaki, dan tidak pula berdaging   sehingga mudah berpindah.’ &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita pertama ini bermaksud mencela suaminya. Ia mengistilahkan bahwa daging suaminya seper­ti &lt;em&gt;daging unta yang kurus&lt;/em&gt;, selain itu juga terletak di &lt;em&gt;puncak gunung yang sulit didaki&lt;/em&gt;. Kemudian ditambahkan lagi bahwa suaminya tidak pula gemuk untuk mampu memikul beban.&lt;br /&gt;Wanita ini tidak menikmati suaminya. Sebab, ia adalah  seorang pria  yang lemah dan dagingnya tidak bagus. Sepertinya ia  menyifati aktifitas  seksualnya bersamanya. Sekalipun ia menikmati  aktifitas seksual  bersama suaminya, namun ia melihatnya seperti daging  unta yang kurus.  Disamping kurus, ternyata dia sangat buruk akhlaknya.  Tidak ada seorang  pun yang tahu bagaimana seharusnya berbicara  dengannya. Bahkan ketika  dia sampai kepada suaminya setelah bersusah  payah, dia tidak  mendapat­kan sesuatu pun yang layak diambil dan  dinikmati darinya. &lt;em&gt;Wallaahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kedua berkata: ‘Tentang suamiku, aku  tidak ingin  menyebarkan beritanya. Sesungguhnya aku khawatir  mengatakannya. Jika  aku mengingatnya, maka aku akan mengingat urat di  wajah dan di  perutnya.’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita yang kedua ini tidak mau  membicarakan aib-aib  suami­nya baik yang nampak maupun yang tersembunyi.  Hal ini dikarenakan  suaminya ini memiliki banyak aib. Ia khawatir bila  mengingatnya akan  menyebutkan semua aibnya. Seakan-akan ia khawatir  tidak dapat  membiarkan beritanya sedikit pun karena sedemikian  banyaknya. Tetapi ia  merasa cukup mengisyaratkan aib-aibnya. &lt;em&gt;Wallaahu a ‘lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang ketiga berkata: ‘Suamiku orang yang  berakhlak buruk;  jika aku berbicara, maka aku akan ditalak dan jika aku  diam, maka aku  akan terkatung-katung.’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: wanita yang ketiga ini menyebutkan bahwa  suaminya  memiliki akhlak yang buruk. Jika wanita ini berbicara disisinya  dan  mengoreksinya tentang suatu perkara, maka dia akan dicerai oleh   suaminya. Namun jika dia diam, maka suaminya tidak menghiraukannya dan   meninggalkannya seperti wanita terkatung-katung yang tidak mempunyai   suami dan tidak pula janda. Dia memiliki suami, namun suaminya ini tidak   bisa diambil manfaat bila disisinya. &lt;em&gt;Wallaahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang keempat berkata: ‘Suamiku seperti malam  yang tenang,  tidak panas, tidak dingin, tidak ada ketakutan dan tidak  membosan­kan.’  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita keempat menyifati suaminya, bahwa  dia hidup  bersamanya dengan rasa aman dan keadaannya menyenangkan. Ia  tidak takut  dan tidak bosan dengan kehidupan­nya. Ia seperti penduduk  Tuhamah  dalam menikmati malam mereka yang tenang dan cuaca yang lembut.  Ia  menikmati suaminya karena pergaulannya yang bagus dan keadaannya   sederhana. &lt;em&gt;Wallaahu a ‘lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kelima berkata: ‘Suamiku, apabila ia  masuk, ia seperti  macan kumbang dan apabila keluar, ia seperti singa,  dan tidak ber­tanya  tentang apa yang terlihat (di dalam rumah).’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Pensifatan wanita kelima ini pada suaminya mengandung dua kemungkinan:&lt;br /&gt;Kemungkinan pertama, ia menyifati suaminya bahwa ia  seperti macan,  karena terlalu sering menyetubuhinya. Wanita ini  dicintainya sehingga  ia tidak tahan ketika meli­hatnya. Sementara ketika  ia di tengah-tengah  manusia (ketika keluar) ia adalah pemberani seperti  singa. Selain itu  suaminya ini (&lt;em&gt;tidak bertanya tentang apa yang bisa dilihat&lt;/em&gt;) memberikan kepadanya makanan, minuman dan pakaian, dan ia tidak menanyakan dikemanakan semua itu habis.&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua, ia mencela suaminya dan  menyifatinya bahwa ketika  masuk, ia seperti macan. Ia tidak mencumbuinya  sebelum  menyenggamainya. Ia juga berakhlak buruk, meninju, memukul dan  ia tidak  bertanya tentang isterinya. Ketika ia keluar, sedangkan  isterinya  sakit, maka ketika kembali, ia tidak bertanya ten­tang  keadaannya. &lt;em&gt;Wallaahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang keenam berkata: ‘Suamiku, jika ia makan  sangat rakus.  Jika minum, ia meminumnya sekali tenggak. Jika tidur, ia  tidur pulas  sendirian Gauh dari isteri). Ia tidak memasukkan telapak  tangannya (ke  dalam tubuh isterinya) untuk mengetahui berita (tentang  kesedihan  isterinya).’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita keenam ini menyifati suaminya sebagai orang yang   rakus dalam makan dan minum sehingga tidak menyisakan sedikit pun. Jika   ia tidur, maka ia tidur di pojok dan berselimutkan dengan pakaiannya   sendirian dalam keadaan berpaling dari isterinya, dan dia (si isteri)   bersedih karenanya. Ia tidak mengulurkan tangannya untuk mengetahui   kesedihannya terhadapnya, dan ia (si isteri) sakit tapi ia tidak   bertanya tentang penyakitnya. &lt;em&gt;Wallaahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang ketujuh berkata: ‘Suamiku dungu -atau  tidak mampu  bersenggama dengan isterinya bahkan sangat dungu. Setiap  penyakit ada  padanya. Ia melukai kepalamu, melukai tubuhmu atau  melaku­kan  kedua-duanya kepadamu.’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita ketujuh ini menyifati suaminya  sebagai orang yang  dungu, sebab ia tidak mampu me­menuhi hajatnya.  Meskipun demikian, ia  selalu menyakitinya jika ia berkata kepadanya.  Suaminya ini kemudian  menahannya, memukulnya dan melukai kepala serta  badannya. Ia tidak  menyisakan satu anggota badan pun bisa terbebas.  Kadang­kala ia  melakukan segalanya. &lt;em&gt;Wallaahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kedelapan berkata: ‘Suamiku sentuhannya selembut sentuhan kelinci dan aromanya seharum aroma Zarnab (pohon berbau harum).’ &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita kedelapan ini menyifati suaminya sebagai orang yang suka berdandan dan memakai par­fum untuk dirinya. &lt;em&gt;Wallaahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kesembilan berkata: ‘Suamiku tinggi pilarnya, panjang sarung pedangnya, banyak abunya dan rumahnya dekat dengan kebaikan.’ &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita kesembilan ini menyifati suaminya,  bahwa rumahnya  tinggi dan panjang, dan demikianlah rumah para  bangsawan. Ia  berperawakan tinggi, yang membutuhkan sarung pedang yang  panjang, dan  itu karena keberaniannya. Apinya tidak padam karena  kedermawanannya.  Rumahnya dekat dengan tempat pertemuan, sehingga ia  tidak tertutup dari  para peserta pertemuan dan ia tidak jauh dari mereka  serta selamanya  berada di tengah-tengah khalayak agar mudah bertemu  dengan­nya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kesepuluh berkata: ‘Suamiku adalah raja,  raja yang  seperti apa? Seorang raja yang lebih baik dari semua raja. Ia  memiliki  unta-unta yang banyak, menderum dan sedikit digembalakan. Jika   hewan-hewan tersebut mendengar suara pisau, maka hewan-hewan tersebut   merasa yakin, bahwa mereka akan binasa.’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita kesepuluh ini mengatakan, bahwa  suaminya adalah  raja yang lebih baik dibandingkan raja-raja yang  disebutkan dalam hal  kedemawanannya. Ia memiliki banyak hewan peliharaan  yang sedikit  digembalakan (kebanyakan dikandang). Jika hewan  peliharaannya ini  mendengar suara pisau, maka ia tahu bahwa ada tamu  yang datang. Jika  tamu telah datang, maka ia yakin bahwa ia akan  disembelih. Hal ini  dikarenakan kedermawanannya sang suami.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kesebelas berkata: ‘Suamiku Abu Zar’,  dan siapakah Abu  Zar’? Yaitu, orang yang memakaikan perhiasan di kedua  telingaku. Ia  memenuhi tubuhku dengan lemak (sehingga aku menjadi  gemuk). Ia  membahagiakanku, sehingga aku menjadi bahagia dan bangga. Ia   mendapatiku (ketika menikahiku) dalam keluarga penggembala kambing yang   sengsara, lalu menempatkanku dalam keluarga penggembala kuda dan unta   serta memiliki banyak tanaman dan hewan ternak. Di sisinya aku   berbicara, dan aku tidak dicela. Aku tidur di awal siang hari dan aku   minum hingga puas.’ &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibu Abu Zar’, dan siapakah ibu Abu Zar’ itu? Hartanya banyak dan rumahnya luas. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Putera Abu Zar’, dan siapakah putera Abu Zar’  itu? Tempat  tidurnya seperti selembar serat tikar (karena sempitnya)  dan sudah  merasa kenyang dengan makan kaki kambing. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Putri Abu Zar’ dan tahukah kamu siapakah  putri Abu Zar’ itu?  Ia mentaati ayahnya dan mentaati ibunya, pakaiannya  ter­penuhi dan  tetangganya iri kepadanya. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sahaya wanita Abu Zar’, dan tahukah kamu  siapa sahaya wanita  Abu Zar’ itu? Ia tidak menyebarkan pembicaraan kami.  Tidak berkhianat  maupun mencuri makanan kami, dan tidak me­menuhi rumah  kami dengan  sampah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Wanita kesebelas ini (Ummu Zar’)  menyifati Abu Zar’  banyak memberinya perhiasan dan makanan yang enak.  Dan dia berbahagia  atas perlakuan Abu Zar’. Ia menceritakan bahwa Abu  Zar’ ini dahulu  menikahinya padahal dia berada pada keluarga yang  miskin. Yang kemudian  Abu Zar’ menempatkannya dikeluarga yang kaya.  Meskipun begitu, ketika  berbicara (berpendapat) disisi Abu Zar’  pendapatnya diterima (meskipun  dulu keluarganya merupakan keluarga yang  miskin). Selain itu dia sangat  menikmati hidup bersama Abu Zar’ yang dia  bisa tidur dan minum  sepuas-puasnya karena dia tidak perlu melakukan  pekerjaan rumah (karena  memiliki banyak pembantu)&lt;br /&gt;Selanjutnya karena senangnya hidup bersama Abu Zar’  maka dia  kemudian menyebutkan, bagaimana ibu, putera, puterinya dan  hamba  sahayanya.&lt;br /&gt;Ia menggambarkan Ibu Abu Zar’ mempunyai banyak perabotan, harta, pakaian, dan rumah yang luas.&lt;br /&gt;Ia menggambarkan putera Abu Zar’ bahwa pembaringannya  hanya selebar  selembar serat tikar, maksudnya ia tidak banyak  memanfaatkan atau  mengambil tempat di rumah, dan sedikit makannya,  sehingga sudah merasa  kenyang dengan makan sebelah kaki depan kambing  kecil, dan ini gambaran  bahwa anak tirinya tersebut tidak banyak  membebaninya seakan-akan  tidak hidup bersamanya.&lt;br /&gt;Ia menggambarkan puteri Abu Zar’ yang taat kepada orangtuanya, mempunyai pakaian yang banyak dan membuat iri tetangganya.&lt;br /&gt;Ia menyifati sahaya itu bahwa ia tidak menyebarkan  rahasia dan tidak  meng­khianati mereka dalam hal makanan dan perbekalan  serta membawanya  kabur. Ia pandai mengatur rumah dan peka dengan  kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ia (Ummu Zar’) mengatakan: ‘Abu Zar’ keluar  mem­bawa  wadah-wadah untuk memerah susu, lalu dia bertemu dengan seorang  wanita  bersama dua orang anaknya seperti dua ekor macan kumbang.  Keduanya  memainkan dua payudaranya di pangkuannya. Kemudian dia  menceraikanku  dan menikahinya. Kemudian sesudah itu aku menikah dengan  seorang  laki-laki bangsawan, me­naiki kuda dan memegang tombak. Ia  menghiburku  dengan berbagai nikmat yang banyak dan memberikan kepadaku  dari segala  hal yang menyenangkan,· serta mengatakan kepadaku: ‘Makanlah  wahai Ummu  Zar’ dan berikan kepada keluargamu.’ Ia (Ummu Zar’)  mengatakan:  ‘Sekiranya aku kumpulkan segala sesuatu yang dia berikan  kepada­ku,  maka itu tidak mencapai sebejana terkecil Abu Zar’.” &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Abu Zar’ keluar pagi-pagi sekali dari rumahnya ketika  akan bekerja.  Dia keluar ketika musim kurma dan musim semi yang indah,  Kemudian Abu  Zar’ melihat seorang wanita. Wanita itu sedang dalam  keadaan yang  lelah, ia berbaring sambil beristirahat. Abu Zar’  melihatnya demikian  bersama dua orang anak, seperti dua ekor macan  kumbang yang bagus.  Kebanyakan orang-orang Arab menginginkan  wanita-wanita yang dapat  melahirkan. Dikarenakan wanita yang ditemuinya  ini adalah wanita yang  subur (punya 2 anak), sedangkan Ummu Zar’ tidak  memiliki anak (dari  pernikahannya), maka Abu Zar’ kemudian menikahi  wanita tadi dan  mencerai Ummu Zar’.&lt;br /&gt;Selanjutnya Ummu Zar’ menikah dengan seorang  laki-laki bangsawan,  dan ia mendapatkan banyak kenikmatan darinya.  Meskipun demikian  kecintaannya kepada Abu Zar’ tidak dapat digantikan  oleh laki-laki ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;‘Aisyah melanjutkan: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’ terhadap Ummu Zar’.” &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Point-Point Penting Berkaitan dengan Hadits Ini :&lt;/strong&gt; (berdasarkan komentar al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (IX/277), dengan diringkas)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, suami itu keadaannya sangat  bermacam-macam.  Barangsiapa yang mendapati sifat yang tercela padanya,  maka hendak­lah  dia berusaha melepaskan sifat tersebut semaksimal  mungkin. Dan  barangsiapa yang merasa memiliki sifat terpuji, maka  hendak­lah dia  memohon kepada Allah tambahan karunia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, berlemah lembut dan berbicara dalam perkara yang mubah, selagi hal itu tidak membawa kepada hal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, penjelasan tentang bolehnya menyebut  kelebihan  dalam perkara-perkara agama, dan seorang suami memberitahukan  kepada  keluarganya mengenai gambaran keadaannya bersama me­reka,  terutama  karena kaum wanita mempunyai tabi’at mengingkari kebaikan. Oleh  karena  itu, Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda kepada ‘Aisyah, “Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’ bagi Ummu Zar’.”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, hadits ini berisi pembicaraan  tentang umat-umat  terdahulu dan membuat permisalan dari mereka untuk  diambil sebagai  pelajaran. Tidak mengapa menyebut sekelumit kisah dan  kisah-kisah unik  yang dinilai baik untuk memotifasi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;, boleh memuji seseorang di hadapannya jika pujian tersebut tidak merusaknya; karena ‘Aisyah &lt;em&gt;Rodhiallahu ‘anha&lt;/em&gt;  mengatakan: “Wahai Rasulullah, bahkan engkau lebih baik daripada Abu   Zar’. Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, sungguh engkau lebih baik   bagiku.”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keenam&lt;/em&gt;, menyebut aib yang ada pada diri  seseorang  dibolehkan, jika diniatkan agar perbuatan tersebut dijauhi,  dan hal  tersebut tidaklah termasuk dari ghibah. Hal ini disinggung oleh   al-Khaththabi, kemudian oleh Abu ‘Abdillah at-Tamimi, guru dari al-Qadhi   ‘Iyadh, bahwa argumen dengan hal ini adalah akan sempurna seandainya   Nabi &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wasallam &lt;/em&gt;mendengar wanita menggunjing   suaminya lalu menyetujui­nya. Adapun hikayat tentang orang yang tidak   hadir, maka tidaklah demikian. Ini adalah sebagaimana orang yang   mengatakan: “Di antara manusia ada seseorang yang berbuat buruk.”   Mungkin inilah yang dimaksud oleh al-Khaththabi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketujuh&lt;/em&gt;, hadits ini membolehkan menyifati  wanita dan  kebaikannya kepada seorang pria. Ini dibolehkan jika kaum  wanita  tersebut tidak ada (tidak diketahui).&lt;br /&gt;Sumber: ‘Isratun Nisaa’ minal alif ilal yaa’ (terjemahan)&amp;nbsp;&lt;a href="http://muslimpulsa.com/2009/10/hadits-ummu-zar-sebuah-nasihat-untuk-istri/" linkindex="38" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-4573582134429758271?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://lautanilmu.ridhofitra.info/2010/09/inilah-penjelasan-hadits-ummu-zarin-kisah-11-wanita-yang-bercerita-tentang-kondisi-suami-masing2/' title='Inilah penjelasan hadits Ummu Zar’in (kisah 11 wanita yang bercerita tentang kondisi suami masing2)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/4573582134429758271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=4573582134429758271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4573582134429758271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4573582134429758271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/inilah-penjelasan-hadits-ummu-zarin.html' title='Inilah penjelasan hadits Ummu Zar’in (kisah 11 wanita yang bercerita tentang kondisi suami masing2)'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5890654714136954328</id><published>2010-10-01T19:59:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T19:59:03.061+07:00</updated><title type='text'>Haddad Alwi - I'tiroof   (with subtitle )</title><content type='html'>&lt;object style="BACKGROUND-IMAGE: url(http://i4.ytimg.com/vi/sUtazaSO0AM/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sUtazaSO0AM?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/sUtazaSO0AM?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5890654714136954328?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5890654714136954328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5890654714136954328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5890654714136954328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5890654714136954328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/10/haddad-alwi-itiroof-with-subtitle.html' title='Haddad Alwi - I&apos;tiroof   (with subtitle )'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-4501527169976785398</id><published>2010-09-26T16:16:00.001+07:00</published><updated>2010-09-26T16:16:46.205+07:00</updated><title type='text'>Facebook | Video Dikirim oleh Savaş Akgün'ün Video Takipçileri: ebru gündeş/ sabahlar uzak gel vefasız</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=games#%21/video/video.php?v=162695407079926" linkindex="16"&gt;Facebook | Video Dikirim oleh Savaş Akgün'ün Video Takipçileri: ebru gündeş/ sabahlar uzak gel vefasız&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-4501527169976785398?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/?sk=games#!/video/video.php?v=162695407079926' title='Facebook | Video Dikirim oleh Savaş Akgün&apos;ün Video Takipçileri: ebru gündeş/ sabahlar uzak gel vefasız'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/4501527169976785398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=4501527169976785398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4501527169976785398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4501527169976785398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/facebook-video-dikirim-oleh-savas.html' title='Facebook | Video Dikirim oleh Savaş Akgün&apos;ün Video Takipçileri: ebru gündeş/ sabahlar uzak gel vefasız'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7774819483617389066</id><published>2010-09-26T06:46:00.000+07:00</published><updated>2010-09-26T06:46:18.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUSIBAH'/><title type='text'>Mendulang Hikmah Di Balik Musibah</title><content type='html'>Dibuat : Abu Raihana , MA * &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TJ6JYX2o9rI/AAAAAAAAA_E/FVZNhxCbcII/s1600/awan+hitam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" px="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TJ6JYX2o9rI/AAAAAAAAA_E/FVZNhxCbcII/s320/awan+hitam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala Artikel Baru Hikmah - Nya KESAWAN yang, menguji kesabaran mereka ketika ditimpa musibah , Maka Siapa Yang menerimanya Artikel Baru kesabaran dan ketundukan Diri , dosa mengadukan - dosa dan kelalainnya ke - Nya dan memohon curahan rahmat ampunan dan - Nya , niscaya besarbesaran adalah Orang Yang terpuji beruntung dan kesudahan mendapatkan Yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan kena pajak musibah Gempa melanda berbagai Daerah di Kita udara Tanah , METODE mengemukakan BANYAK Orang , tanggapan komentar dan , Mulai Dari Yang bernilai Ilmiyah hingga Yang mistis berbau . Diantara Yang METODE mereka kemukakan bahwa Gempa terjadi KARENA pergerakan lempengan Benua dan ADA Juga Yang mengungkapkan bahwa Indonesia berada di tetap Permanent berlipat rawan Gempa dan APA Yang terjadi hanyalah gejala Biasa alam . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana Kita sebagai Yang menyikapinya beriman seorang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita regular tidak mengingkari bahwa sebab Yang diungkapkan Dibuat para Ahli tersebut Ilmu bumi , tetapi ingat Kita Yang Harus , mampukah lempeng Benua tersebut sendirinya Artikel Baru Bergerak ? Mampukah bumi ITU bergoncang sendirinya Artikel Baru ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;logika Jawaban Orang Yang berakal , regular tidak tentu ! Pasti ADA zat Yang menggerakkan mengguncangkannya dan yang. Dialah Allah , Sang Pencipta semesta alam , Yang menggerakkan Benua lempeng , mengguncangkan dan mendiamkan bumi sekehendak - Nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia - Allah lah Yang memanggil langit dan bumi untuk menghadap Datang - Nya , Lalu keduanya Datang tunduk Artikel Baru Penuh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ ثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال لها وللأرض &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ائتيا طوعا أو كرها قالتا أتينا طائعين }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dia Menuju ke penciptaan langit dan ITU merupakan Masih langit asap , Lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi : " Datanglah Kamu keduanya perintah menurut - Ku Artikel Baru suka hati terpaksa atau " . menjawab Keduanya : " Kami Datang Artikel Baru suka hati " . ( QS. Fusshilat : 11) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau Saja langit dan bumi Datang menghadap Allah Artikel Baru ketundukan Penuh , apalagi Hanya sekedar Bergerak atau selama berguncang beberapa menit Yang menyebabkan Gempa terjadinya musibah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan kena pajak Kita Yakin bahwa musibah Gempa Suami tetap Permanent kehendak Allah Azza wa Jalla , Lalu APA hikmahnya Allah menimpakannya ke Kita ? Bukankah Kita shalat mendirikan , membayarkan zakat dan berpuasa di bulan Ramadhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala Artikel Baru Hikmah - KESAWAN Nya Yang , hujjah - Nya Yang Ilmu dan iuran pasti - Nya Yang meliputi segala Sesuatu memberi Bencana dan cobaan terhadap para Hamba - Nya , untuk menguji kesabaran mereka ketika ditimpa musibah , Maka Siapa Artikel Baru menerimanya Yang kesabaran Diri ketundukan dan , mengadukan dosa - dosa dan kelalainnya ke - Nya dan memohon curahan rahmat ampunan dan - Nya , niscaya besarbesaran adalah Orang Yang beruntung dan kesudahan mendapatkan Yang terpuji , Allah berfirman KESAWAN kitab - Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألم . أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولقد فتنا الذين من قبلهم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliif lam mim . Apakah Manusia ITU mengira bahwa mereka dibiarkan Saja mengatakan , " Kami telah beriman " , sedang mereka regular tidak diuji Lagi ? dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - mereka at Orang yang, Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - Orang Yang Benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang - dusta Yang Orang " ( QS , Al ' Ankabuut : 1-3) . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menjelaskan di KESAWAN BANYAK ayat Al Quran bahwa Bencana , dan azab siksaan Yang Umat menimpa - Umat terdahulu , berbentuk , Topan , angin Bahorok , petir menyambar yang, menenggelamkan Banjir yang, dibenamkan Yang Negeri , lain dan - lain , semuanya dikarenakan dosa - dosa dan kekafiran mereka , sebagaimana firman Allah subhanahu ta'ala wa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ فكلا أخذنا بذنبه فمنهم من أرسلنا عليه حاصبا ومنهم من أخذته &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الصيحة ومنهم من خسفنا به الأرض ومنهم من أغرقنا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما كان الله ليظلمهم ولكن كانوا أنفسهم يظلمون }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka masing - masing ( mereka ITU ) Kami siksa disebabkan dosanya , Maka diantara mereka ADA Yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ADA Yang ditimpa suara Keras Yang mengguntur , dan diantara mereka ADA Yang Kami benamkan ke bumi KESAWAN , dan diantara mereka ADA Yang tenggelamkan Kami , dan Allah Sekali - kali regular tidak akan menganiaya mereka , akan tetapi Yang merakalah menganiaya Diri mereka Sendiri . " ( Ankabuut QS. Al : 40) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIBOR :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan - Yang Tuan Membaca artikel Suami Memang mungkin shalat melakukan , Membayar daya zakat berpuasa dan Ramadhan . Akan tetapi Saat Tuan - Tuan Keluar Dari rumah coba bandingkan , mana Aset BANYAK Orang Artikel Baru shalat Yang Yang regular tidak ? Coba modem.jpg di jalan - jalan lebih BANYAK mana Aset wanita Yang menutup auratnya Dari PADA auratnya memamerkan Yang ? Coba modem.jpg di kantor - kantor , Anak - lebih mana BANYAK anak pajak tangguhan Orang menghasilkan Yang cara Artikel Baru uang Yang Dari halal Yang halal regular tidak ? Tontonan Kita di terkait masih berlangsung rumah berdendangkan musik dan kemanusiaan Yang dikutuk Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( إذا ظهر الزنا والربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila zina dan riba merajalela di Negri sebuah , berarti mereka Allah siksaan kedatangan mengundang . HR . , hadits hasan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Diatas menjelaskan bahwa Bencana Datang Bukan Saja Bila regular tidak ADA sama Sekali Orang Yang shalat , berpuasa dan berzakat , akan tetapi Aset maksiat lebih BANYAK merajalela sehingga .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESAWAN hadis Yang diriwayatkan Zainab binti Lagi Jahsy ditegaskan lebih . Dia bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam , " Apakah Kami akan ditimpa Bencana Juga sedangkan Masih Ada Orang ditengah saleh - Kami Tengah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab , " Iya , dikala kemaksiatan dan perzinahan BANYAK " . HR . Bukhari .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Masa pemerintahan Umar bin katthab Pernah terjadi Gempa mengguncang kota Madinah , Lalu Umar berbicara Seraya berkata , " Wahai Manusia , Gempa Suami terjadi disebabkan dosa lakukan Kalian Yang Jika terjadi Lagi Aku tinggalkan akan ! ( hijrah ) Dari kota Madinah " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Yang Dilakukan Harus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan kena pajak Kita industri tahu penyebab Hakiki terjadinya Bencana Gempa , Lalu APA tindakan Yang dapat disajikan Sesudah Kita perbuat untuk mencegah terulangnya ITU Bencana Datang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa Yang lakukan Kita hal Harus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 . Bertaubat dan beristighfar kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berjanji KESAWAN Alquran bahwa Dia regular tidak akan menyiksa kaum Yang Selalu beristighfar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Sekali - kali regular tidak akan mereka mengazab , sedang Kamu berada di ANTARA mereka . Dan regular tidak ( pula ) Allah akan mereka mengazab , sedang Ampun mereka meminta . ( QS. Al Anfaal : 33) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Allah Suami terbukti PADA Umat Nabi Yunus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Nabi Yunus telah berputus asa , Mampu regular tidak Lagi mengajak kaumnya untuk beribadah kepada Allah , Maka diameter mengancam akan kaumnya ditimpa Bencana . Lalu Nabi Yunus meninggalkan Negri tersebut . Tepat PADA hari Yang dijanjikan Dibuat Nabi Yunus .. TIBA - TIBA langit berubah menjadi seluruh Siap merah menyala membakar tersebut penduduk Negri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan , seluruh penduduk Negri Neinawa ( Irak ) Menuju Keluar padang Luas ... ketakutan ... bertobat ... beristighfar ... Menangis meminta ampunan Allah selama 40 hari , Melihat kesungguhan mereka bertobat Penghasilan kena pajak Allah mencabut azab - Nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ فلولا كانت قرية آمنت فنفعها إيمانها إلا قوم يونس لمآ آمنوا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كشفنا عنهم عذاب الخزي في الحياة الدنيا ومتعناهم إلى حين }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengapa regular tidak ADA ( penduduk ) kota suatu Yang beriman , Lalu imannya ITU bermanfaat Yunus selain kaum kepadanya ? Tatkala mereka ( kaum Yunus ITU ) , beriman , Kami hilangkan Dari mereka azab Yang menghinakan Dunia KESAWAN kehidupan , dan Kami beri kesenangan kepada mereka Sampai kepada julian Yang tertentu . ( QS. Yunus : 98) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Juga Pernah ITU terbukti ke PADA abad - 7 Hijriyah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" PADA years 654 H muncul api di Daerah Hijaz menerangi punuk unta di kota Bashrah Api ( Yang diakibatkan panas semburan Dibuat lahar ) . muncul Daerah Yang Hijaz Dari diawali Artikel Baru terjadinya Gempa Yang Dahsyat malam PADA Rabu 5 Jumadil Akhir years 654 H , Terus ITU api menyala , dan Baru Padam di julian Dhuha PADA hari Jumat , api tersebut muncul Dari desa Quraizha ( bekas perkampungan Yahudi ) Dekat kota Madinah , dan ( lumpur panas ) Terus Pegunungan menghanguskan Lalu menjalar dilewatinya melewati terkait masih berlangsung Yang . Bentuknya udara Pembongkaran debit sungai berwarna merah , suara nyalanya Pembongkaran petir . Api ( lumpur panas ) Terus menjalar ITU dan at berakhir ± 7 KM Dari kota Madinah , anehnya hembusan angin ke kota Madinah Dingin Tetap Api ITU menyala di Angkasa selama 5 hari , . lidah api terlihat Dari pengunungan di kota Mekkah " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafiz Abu Syamah menjelaskan , " Para penduduk kota Madinah semuanya mengungsi ke nabawi masjid , mereka bertobat , beristighfar , mereka bersedekah dan memerdekakan budak seluruh , sehingga lahar semburan menghentikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 . Memperbanyak amal Salih , diantaranya ; bersedekah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARENA sedekah dapat meredam Amarah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( إن الصدقة لتطفئ غضب الرب وتدفع ميتة السوء )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya , dapat meredam sedekah kemurkaan Allah dan dapat menolak Kematian menggenaskan yang. HR . Tirmizi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits , bahwa Saat terjadi Gempa PADA Masa khalifah Umar bin Abdul Aziz , Maka beliau memerintahkan para pejabatnya untuk BANYAK bersedekah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 . Amar makruf - nahi munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembongkaran telah Yang Kita jelaskan bahwa Kita Saja Yang menjadi Belum ADA Salih OTHER Bencana tertolak akan tetapi Kita Harus mengajak * Semua Orang untuk kebajikan Serta beramal mencegah kemungkaran terjadinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARENA Pembongkaran Yang Nabi digambarkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Perumpamaan Orang Yang beramar ma'ruf nahi dan munkar Orang melanggar larangan Yang Allah kaum suatu Pembongkaran Yang menaiki sebuah Kapal .. Lalu mereka Membuat suara Maka sebagian mereka berada Atas Ruang di , dan sebagaian mereka Bawah di Ruang . Orang Yang berada di Bawah Ruang Bila Ingin mengambil melewati laut Harus udara Orang Yang di Atas Ruang , mereka berkata : . " Jikalau Kita Lubangi Bawah Dinding ( Kapal ) niscaya Kita regular tidak akan mengganggu Orang Yang berada di tetap Permanent " Andai Orang Yang berada di tetap Permanent membiarkan mereka melakukan hal tersebut seluruh niscaya mereka celaka , Andai dan Orang Yang di tetap Permanent tindakan mencegah Orang Bawah , selamatlah Orang Yang berada di dan selamatlah mereka Bawah seluruhnya " . HR . Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 . Berdo'a .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARENA nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( لا يرد القضاء إلا الدعاء )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regular tidak ADA Satu halpun Yang dapat menolak Takdir Allah doa melainkan . HR . Tirmizi . Hadis hasan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah , Kita Bersama - sama berdoa kepada Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم ادفع عنا البلاء , والوباء , والغلاء ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والزلازل , والمحن , ما ظهر منها وما بطن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah , cegahlah Bencana terjadinya , penyakit wabah , kenaikan Barang harga , Bencana Gempa dan cobaan seluruh , Baik Yang Tampak maupun Yang Tampak regular tidak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-7774819483617389066?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islam-indo.org/kajian/akhlaq-wa-suluk/39-akhlaq-wa-suluk/200-mendulang-hikmah-di-balik-musibah.html?lang=' title='Mendulang Hikmah Di Balik Musibah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/7774819483617389066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=7774819483617389066&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7774819483617389066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/7774819483617389066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/mendulang-hikmah-di-balik-musibah.html' title='Mendulang Hikmah Di Balik Musibah'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TJ6JYX2o9rI/AAAAAAAAA_E/FVZNhxCbcII/s72-c/awan+hitam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5324900645980412080</id><published>2010-09-24T19:47:00.000+07:00</published><updated>2010-09-24T19:47:30.554+07:00</updated><title type='text'>old arabic songs</title><content type='html'>&lt;object style="BACKGROUND-IMAGE: url(http://i2.ytimg.com/vi/QiDoHy0Pmfc/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QiDoHy0Pmfc?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QiDoHy0Pmfc?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5324900645980412080?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5324900645980412080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5324900645980412080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5324900645980412080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5324900645980412080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/old-arabic-songs.html' title='old arabic songs'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-379283540384151900</id><published>2010-09-21T20:21:00.003+07:00</published><updated>2010-09-21T20:24:03.290+07:00</updated><title type='text'>Sumber-Sumber Dosa Manusia?</title><content type='html'>&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Mashadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia modern dikelilingi dengan dosa. Hakikatnya manusia modern sama dengan manusia di zaman jahiliyah. Mereka melakukan dosa dan maksiat dengan sengaja dan sadar. Mereka tidak takut dengan perbuatan mereka lakukan itu. Berbuat dosa seperti menjadi pilihan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbuat dosa, karena itu menjadi kenikmatan hidup mereka. Berzina, minum minuman keras, memakan makanan haram, dan perbuatan keji lainnya, semuanya mereka nikmati. Karena kemaksiatan sesuai dengan nafsu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dosa dan maksiat itu bertingkat-tingkat, dan kerusakan dan hukumannya berbeda pula. Namun, akar dan asal-usul dosa itu ada dua hal, pertama, meninggalkan perintah Allah, dan kedua melanggar larangan Allah. Maka, hakikatnya orang-orang mukmin yang muttaqin, ialah mereka yang dengan ikhlas melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Inilah bentuk ketundukan, kepatuhan, dan berserah diri secara total kepada Allah Azza Wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dosa ini dibagi dalam empat kategori, yang masing-masing mempunyai pengaruh dalam kehidupan seseorang. Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa mulkiyah, adalah perbuatan atau sifat makhluk yang mengadopsi sifat-sifat Allah. Seperti merasa suci, kultus, kesombongan, kesemena-menaan, merasa tinggi, kezaliman, menjajah, dan memperbudak manusia. Perbuatan ini masuk dalam katagori syirik (menyekutukan) Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, yang sering menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan syirik, merasa suci, berlaku sombong dengan kekuasaan dan harta yang dimilikinya. Para penguasa, pemimpin gerakan, jamaah, partai, bisa berlaku sombong, disebabkan kekuasaan yang dimilikinya. Bisa mengatur, menentukan, memerintah, dan bahkan bertindak sewenang-wenang, dan tidak ada lagi yang berani mengingatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya bisa berlaku sebagai orang suci, yang kemudian dikultuskan pengikutnya, atau menciptakan tata-cara yang membuat para pengikutnya melakukan kultus, dan pemimpin itu seolah-olah berubah menjadi seorang tuhan, yang kemudian dapat menentukan nasib seseorang. Seseorang menjadi bergantung hidupnya kepada mereka yang memiliki kuasa. Entah itu para penguasa, pemimpin gerakan, jamaah, partai dan organisasi, jika tidak ada lagi yang dapat mengingatkan bisa berubah menjadi ‘tuhan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menjadi pelaku jenis dosa ini, mak ia telah merampas ketuhanan dan kerajaan (kedaulatan) Allah dan menjadi tandingan bagi-Nya. Ini adalah dosa yang paling besar disisi Allah dan amal perbuatan yang baik tidak gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak manusia yang sekarang telah berlaku dan berubah dirinya menjadi tuhan, karena hanya sedikit memiliki kekuasaan, kekayaan, dan kesempatan (waktu), dan kemudian mereka mengubah sifat-sifat dasar mereka, dan mereka berubah menjadi ‘tuhan-tuhan’ yang sejatinya tidak layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa syaithoniyah adalah dosa di mana palakunya menyerupai perilaku dan sifat setan, seperti melampui batas, penipuan, dengki, memakan harta yang haram, makar, memerintahkan perbuatan maksiat kepada Allah, menghiasi kemaksiatan dengan kebaikan, melarang melakukan ketaatan kepada Allah, melakukan bid’ah, serta mendakwahkan bid’ah dan kesesatan. Ini dosa yang akan menjerumuskan para pelakuknya ke dalam neraka jahanam.&lt;br /&gt;Betapa banyak manusia yang berwujud manusia, tetapi perbuatan mereka seperti setan, dan menjadi hamba setan. Perbuatannya selalu durhaka dan melawan kepada Allah. Tidak mau bertahkim (berhukunm) dengan hukum Allah, dan hanya mengikuti hwa nafsunya, yang akhirnya menjerumuskan diri mereka ke dalam kesesatan yang nyata. Tetapi, mereka masih berani mengatakan yang mereka kerjakan adalah kebajikan. Inilah orang-orang yang sudah menjadi pengikut setan.&lt;br /&gt;Dosa bahimiyah adalah binatang, yang menampakkan pelakunya berbuat kejam dan biadab, seperti menumpahkan darah, melakukan peperangan, menindas kaum yang lemah, dan menghancurkan kehidupan mereka. Dengan tanpa merasa menyesal atas perbuatan mereka.&lt;br /&gt;Manusia berubah menjadi binatang buas, hanya mengikuti syahwat perut dan seksual. Dari sini lahir perzinahan, pencurian, memakan harta yang haram, memakan harta anak yatim, bakhil, pelit, penakut, keluh-kesah, yang menyebabkan manusisa sudah tidak lagi memiliki landasan hidup yang benar.&lt;br /&gt;Manusia telah terjatuh ke dalam bentuk baru, sebagai binatang. Karena menjadi bahimiyah, dan menjauhkan dari perintah dan larangan dari Allah Ta’ala. Wallahu’alam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/sumber-sumber-dosa-manusia.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-379283540384151900?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/sumber-sumber-dosa-manusia.htm' title='Sumber-Sumber Dosa Manusia?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/379283540384151900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=379283540384151900&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/379283540384151900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/379283540384151900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/sumber-sumber-dosa-manusia.html' title='Sumber-Sumber Dosa Manusia?'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2967722763120097959</id><published>2010-09-19T12:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T12:30:50.896+07:00</updated><title type='text'>PESAN SYEIKH ABDULLAH AZZAM (SUBTITLE BAHASA)</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i1.ytimg.com/vi/D62vNGclgMA/hqdefault.jpg)" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/D62vNGclgMA?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/D62vNGclgMA?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2967722763120097959?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2967722763120097959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2967722763120097959&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2967722763120097959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2967722763120097959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/pesan-syeikh-abdullah-azzam-subtitle.html' title='PESAN SYEIKH ABDULLAH AZZAM (SUBTITLE BAHASA)'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-6324664025346749120</id><published>2010-09-19T07:55:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T07:55:14.981+07:00</updated><title type='text'>Apakah Kita Benar-benar Orang yang Beriman??</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TJVfSo3Wg_I/AAAAAAAAA-M/JDOuCiifpKg/s1600/menara.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" qx="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TJVfSo3Wg_I/AAAAAAAAA-M/JDOuCiifpKg/s320/menara.jpg" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS. 3:139)&lt;br /&gt;Ayat ini ditujukan kepada Rasulullah (S.A.W) oleh Allah S.W.T dari atas surga ketujuh, sesaat setelah kaum Muslim kalah dalam perang Uhud dan kembali ke Al-Madinah dengan perasaan sedih dan tertindas. Ini ditujukan sebagai dorongan kepada orang-orang yang beriman setelah kemenangan yang mereka peroleh diambil paksa dari mereka dan kembali kepada kekalahan. Dan mengapa para Sahabat (R.A.) tidak merasa hancur atas kekalahan tersebut? 70 orang terbaik di dunia pada saat itu terbunuh dan tidak terhitung jumlahnya mereka yang terluka. Bahkan Rasulullah (S.A.W) sendiri terluka serius hingga darah mengalir dari wajahnya dan beliau berkata dengan penuh derita bersamaan dengan membersihkan darah yang ada di pipinya: ”Murka Allah adalah sebaik-baik orang yang mengotori wajah Rasul-Nya dengan darah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kekalahan tersebut hanya kemunduran sementara sehingga orang-orang yang beriman tersebut dapat merefleksikan alasan kekalahannya, dan dijelaskan secara gamblang pada ayat dalam Surah Ali-Imran, Kesalahan-kesalan dan dosa-dosa beberapa orang yang beriman mencabut kemenangan seluruh bala tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar bin Al-Khattab (R.A.) membunuh tentara Saad bin Abi Waqqas (R.A.) dalam peperangan Al-Qadisiyyah, beliau menyarankan kepadanya: ”Takutlah akan dosamu melebih ketakutanmu pada musuh, karena dosa-dosa lebih berbahaya dibanding dengan musuhmu.” Kita sebagai Muslim menang melebihi musuh-musuh kita hanyalah karena dosa-dosa mereka melebih kita, bukan untuk alasan lainnya. Jika dosa-dosa kita sebanding dengan musuh-musuh kita tersebut, maka mereka akan mengalahkan kita dengan jumlah dan sumber daya mereka yang sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Saad (R.A.) mempersiapkan pasukannya berperang melawan tentara-tentara Persia, dan dengan bersungguh-sungguh menyarankan pemimpinnya, dan memenjarakan pecandu alkohol Abu Mahjan Ath-Thaqati, agar tidak turut serta karena dapat menghambat kemenangan para tentara. Sampai saat, Abu Mahjan meratap dalam ikatannya dan membuat syair-syair yang sangat menyentuh istri Saad (R.A.) dimana untuk sementara membebaskannya sehingga dapat berpartisipasi dalam peperangan bersama saudara-saudaranya. Abu Mahjan kemudian pergi menunggang kuda milik Saad (R.A.) (karena Saad (R.A) adalah penunggang kuda yang buruk) dan dengan kegagahan yang tiada tandingannya, sebelum kembali ke selnya di petang hari dan mamakaikan sendiri ikatannya kembali. Hal ini berlangsung terus hingga 3 hari, sampai ketika Saad (R.A) mengenali kepahlawan akan Abu Mahjan, dia melepas ikatannya seraya berkata: ”Demi Allah! Aku tidak akan memenjarakan engkau lagi karena meminum alkohol!” Kemudian Abu Mahjan menjawab, ”Demi Allah! Aku tidak akan pernah lagi menyentuh alkohol setelah hari ini!”. Bala tentara tersebut mengalami kemenangan dan Saad (R.A.) dinobatkan oleh Khalifah Salman Al-Farsi (R.A) sebagai pemimpin baru di Persia, yang menetap disana dengan gaji 1 dirham per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan dan kekalahan, keuntungan dan kerugian, sukses dan gagal tidak didasari dengan uang, sumber daya, jumlah atau keahlian. Tetapi lebih kepada didasari oleh keseimbangan akan kepatuhan dan ketidakpatuhan kepada Allah Yang Maha Agung. Semakin kita mematuhi perintah Allah, baik individu maupun berkelompok, semakin kita akan memperoleh Kemenangan-Nya. Semakin kita tidak patuh kepada Allah, semakin kita memperlambat kedatangan akan Kemenangan-Nya. Dosa-dosa salah satu orang Muslim akan menghambat kemenangan untuk yang lainnya. Sangat mudah untuk menyalahkan Bush dan Blair, orang ’Barat’, orang ’Kafir’, atau lebih mudahnya ’mereka’ untuk semua kesengsaraan dan kekhawatiran kita. Tetapi tidak mudah untuk mengaca dan menghitung jari pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pada diri kita dan betapa menyedihkannya kita. Kita mengabaikan sholat atau menundanya atau bahkan terburu-buru dalam melakukannya. Kita terlalu pelit untuk mengeluarkan zakat, membiarkan amal sebagai pilihan sendiri. Kita lebih memilih pergi untuk liburan daripada pergi menunaikan ibadah Haji. Kita meminum alkohol, menggunakan dan mengedarkan obat-obatan terlarang (orang-orang Muslim merupakan pengedar terbesar obat-obatan terlarang di dunia saat ini). Kita membiasakan keluar dari ikatan perkawinan, kita mencuri, melakukan kecurangan, memakan makanan haram, menghasilkan sesuatu yang haram dan menjual yang haram. Kita menyiksa istri-istri kita dan memaksa anak-anak perempuan kita untuk menikah dengan dalih ajaran Islam. Kita lebih cepat mengeluarkan dana untuk fashion dan barang-barang mahal lainnya, tetapi lambat untuk mengeluarkan dana untuk rakyat jelata dan orang-orang yang membutuhkan. Kita gagal untuk mengungkapkan satu kata, biarkan sendiri meraih jari, ketika kita melihat saudara muslim kita dipenjara, disiksa, ditangkap, diekstradisi atau dibunuh, dan ketakutan jika harus berhubungan dengan mereka. Kita membuang-buang waktu kita menonton televisi dan bermain dengan computer game, kemudian komplain tidak memiliki cukup waktu untuk menjadi Muslim yang lebih baik. Kita terlalu kecanduan akan musik untuk mendapatkan waktu untuk mendengarkan atau untuk mengingat Al-Qur’an. Kita telalu sibuk untuk bersenang-senang dan bermain-main untuk mengisi tanggung jawab kita sebagai Wakil di dunia milik Allah ini. Dan setelah semua itu (bahkan lebih) kita memiliki ganjalan untuk berpikir Mengapa Kemenangan Allah tidak juga datang. Dengan kekurangan kita, kita harus lebih mengharapkan Murka dan Hukuman Allah dibanding dengan Kemenangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dosa yang kita lakukan menghambat datangnya Kemenangan Allah. Setiap sholat yang kita tunda memperpanjang penahanan para tahanan di pantai Guantanamo. Setiap obat terlarang yang kita gunakan membiarkan satu lagi Al-Qur’an dibuang ke toilet. Setiap jam yang kita buang untuk menonton TV membiarkan satu lagi umat muslim diculik dan diekstradisi ke tangan orang-orang jahat. Setiap saat kita renungkan sesuatu yang dilarang, kita menempatkan suatu kendala dalam Kemenangan Allah. Suatu dosa bukan merupakan hal yang bersifat pribadi antara hamba dan Allah, tetapi satu dosa dapat membuat perbedaan antara kemenangan dan kekalahan. Setiap dosa yang kita lakukan merupakan satu alasan lagi mengapa Allah tidak kunjung memberikan kita kebebasan, keamanan dan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan kita suatu Janji di dalam ayat Al-Qur’an yang telah disebutkan di awal: ”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjanjikan kita kebebasan bantuan, keunggulan, dan kemenangan dalam kondisi bahwa kita benar-benar orang yang beriman. Jika kita merasakan kekalahan saat ini, bukan berarti Janji Allah itu salah. Lebih kepada, pertanyaan yang harus kita pertanyakan pada diri kita sendiri: Apakah kita benar-benar orang Beriman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Narapidana Politik Inggris Babar Ahmad MX5383&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-6324664025346749120?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://indonesian.iloveallaah.com/apakah-kita-benar-benar-orang-yang-beriman/' title='Apakah Kita Benar-benar Orang yang Beriman??'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/6324664025346749120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=6324664025346749120&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6324664025346749120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6324664025346749120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/apakah-kita-benar-benar-orang-yang.html' title='Apakah Kita Benar-benar Orang yang Beriman??'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TJVfSo3Wg_I/AAAAAAAAA-M/JDOuCiifpKg/s72-c/menara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-8081380294152926825</id><published>2010-09-19T07:12:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T07:12:27.930+07:00</updated><title type='text'>Shadmehr Aghili Adat [HQ] - Original Clip</title><content type='html'>&lt;object height="344" style="background-image: url(http://i3.ytimg.com/vi/Fdrwzwxjxpk/hqdefault.jpg);" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Fdrwzwxjxpk?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Fdrwzwxjxpk?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-8081380294152926825?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/8081380294152926825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=8081380294152926825&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8081380294152926825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8081380294152926825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/shadmehr-aghili-adat-hq-original-clip.html' title='Shadmehr Aghili Adat [HQ] - Original Clip'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-8347610607374779448</id><published>2010-09-19T07:11:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T07:11:25.983+07:00</updated><title type='text'>Meraih Kelezatan Beribadah</title><content type='html'>Posted by nunika • 16/09/2010 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.. Amma Ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara anugrah Allah kepada hambaNya adalah kelezatan dalam beribadah, yang aku maksudkan adalah apa yang dirasakan oleh seorang muslim dari ketenangan jiwa dan kebahagian kalbu, lapang dada dalam menjalankan beribadah, dan kelezatan yang dirasakan oleh seorang hamba akan berbeda-beda tergantung pada kekuatan dan kelemahan iman seseorang. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. QS. Al-Nahl: 97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya bagi seorang muslim untuk berusaha semaksimal mungkian agar dirinya bisa merasakan kelezatan dalam beribadah. Nabi saw bersabda kepada Bilal: “Bangkitlah wahai Bilal dan tenangkanlah kita dengan shalat”, karena beliau merasakan kelezatan dan kebahagian hati yang tinggi padanya, dan Nabi saw memanjangkan shalat malam sebagai bukti atas yang dirasakannya berupa ketenangan dan kebahagiaan bermunajat kepada Allah. Dan kebenaran perkara ini telah disebutkan di dalam firman Allah swt. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”, QS. Al-Baqarah: 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Mu’adz bin Jabal menangis pada saat kematiannya dan ditanyakan kepadanya perihal tersebut, dia menjawab: Aku hanya menangis karena akan meninggalkan kehausan saat meninggalkan kelezatan makanan dan berkumpul besama para ulama pada halaqah-halaqah zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah rahimhullah berkata: Sesungguhnya di dalam dunia ini ada surga di mana jika seseorang tidak memasukinya maka dia tidak akan bisa memasuki surga akherat”.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama salaf berkata: Orang-orang miskin penghuni dunia adalah orang yang keluar meninggalkan dunia sementara dia tidak merasakan kelezatan apa yang ada padanya, dikatakan kepadanya: Apakah yang paling lezat di dunia ini?. Dia menjawab: Mencintai Allah dan mengenalNya serta berdzikir kepadaNya atau yang serupa dengannya”.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi saw menjelaskan bahwa ketaatan itu memiliki kelezatan yang bisa dirasakan oleh orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra bahwa Nabi saw bersabda: Tiga perkara yang apabila terdapat pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya keimanan: Allah dan RasulNya lebih dicintainya dari selain keduanya, tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah dan benci kembali kepada keburukan sama seperti kebencian dirinya dicapakkan ke dalam api neraka”.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah riwayat disebutkan: Orang yang dicampakkan ke dalam api lebih disukainya daripada kembali kepada Yahudi atau Nashrani”.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara cara meraih kelezatan di dalam beribadah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berusaha semaksimal mungkin untuk selalu taat kepada Allah sehingga dia terbiasa dan senang dengannya. Terkadang jiwa ini menjauh pada permulaan langkah mengawali usaha namun jika dia tetap telaten mengencangkan lengan bajunya, dan dia memiliki keinginan yang tinggi maka dia insyallah akan mendapatkannya. Maka urusan ini menuntut kesabaran dan kekuatan menanggung derita. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. QS. Ali Imron: 200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. QS. Thaha: 132&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fudholah bin Ubaidillah ra bahwa Nabi saw bersabda: Mujahid yang sebenarnya adalah orang yang berjihad melan hawa nafsunya karena Allah”.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama salaf berkata: Aku senantiasa mengarahkan jiwaku agar beribadah kepada Allah padahal dia menangis dan mengeluh, sehingga aku tetap mengarahkannya sementara dia telah tersenyum (menikmati ibadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu R ajab berkata: Ketahuilah bahwa jiwamu itu bagai tungganganmu, jika dia mengetahui dirimu sedang bersemangat maka diapun bersemangat dan jika dia mengetahui bahwa dirimu sedang merasakan kemalasan maka dia menuntut darimu dan meminta bagian istirahat memenuhi syahwat”.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menundukkan kesulitan dengan mudah atau asaku tercapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab tidaklah angan-angan itu tunduk kecuali kepada orang yang sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Menjauhi dosa baik yang kecil atau besar. Sesungguhnya kemaksiatan adalah dinding yang menghalangi seseorang merasakan kelezatan beribadah, karena dia melahirkan kekerasan hati, kekasaran dan kegersangan jiwa. Sebagian ulama salaf berkata: Allah tidak menghantam seseorang dengan siksa yang lebih besar dari pada hati yang kasar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim rahimullah berakata: Setiap kali dosa-dosa menumpuk maka kegelisahan akan meningkat, dan kehidupan yang paling pahit adalah kehidupan orang yang dihantui rasa gelisah dan takut dan hidup yang paling indah adalah kehidupan orang yang tenang, seandainya orang yang berakal melihat dan membandingkan kelezatan bermaksiat, dan apa-apa yang diakibatkannya dari rasa takut dan gelisah, maka di sanalah dia menyadari keburukan keadaannya dan ketertipuannya, yaitu pada saat seseorang telah menggadai ketanangan kemanan dan kemanisan beribadah dengan kegelisahan maksiat dan apa-apa yang dilahirkannya dari sifat rasa takut dan bahaya yang diakibatkannya”.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam rahimhullah berkata: Jika engkau tidak mendapatkan suatu pekerjaan tidak mendatangkan ketenangan di dalam hatimu dan kelapangan bagi dadamu maka hendaklah engkau mewaspadainya, sebab Allah Ta’ala adalah Tuhan Yang Maha Bersyukur, yaitu Dia pasti memberikan balasan bagi amal hambaNya yang telah dikerjakannya di dunia memberikan rasa lezat di dalam hatinya, kekuatan dan kelapangan serta kesenangan dan jika dia tidak mendapatkan hal tersebut berarti amal itu telah bercampur dengan sesuatu yang lain”.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supyan ATsauri berkata: Aku tercegah mengerjakan bangun malam akibat suatu dosa yang pernah aku lakukan”.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuhaib bin Al-Ward ditanya: kapankah seseorang kehilangan kelezatan beribadah?. Apabila dia terjerembab dalam kemaksiatan atau setelah dia selesai menjalankannya?. Dia menjawab: Seseorang akan kehilangan lezatnya beribadah pada saat dia ingin melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Meninggalkan makanan, minuman dan pembicaran serta pandangan yang berlebihan, maka cukup bagi seorang muslim untuk memakan makanan dan meminum minuman yang bisa membantunya menunaikan ibadah dan amalnya, maka janganlah dia makan dan minum secara berlebihan. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. QS. Al-A’raf: 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Miqdad bin Ma’di Kari ra bahwa Nabi saw bersabda: Tidaklah seorang anak Adam mengisi sebuah bejana yang lebih buruk dari perutnya, maka cukup bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, namun jika hal itu mesti dilakukan maka hendaklah dia mengisi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya”.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama salaf berkata: Ketenangan hati pada sedikitnya dosa dan ketenangan perut pada sedikitnya makanan dan ketenangan lisa pada sedikitnya berbicara. Dan aku mengakhiri dengan perakataan Ibnul Qoyyim rahimhullah di mana berkata: Janganlah engkau menyangka bahwa firman Allah yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. QS. Al-Infithar: 13-14)) khusus terjadi pada hari kebangkitan semata, namun mereka mendapat kenikmatan pada tidak fase kehidupan dan mereka yang lain mendapat siksa neraka jahim pada tiga fase kehidupan, kelezatan dan kenikmatan apakah di dunia ini selain baiknya hati dan kelapangan dada, ma’rifat kepada Allah serta mencintaiNya dan beramal sesuai dengan apa yang dikehendakiNya, dan bukankah kehidupan yang sebenarnya itu kecuali kehidupan hati yang sehat? Allah swt telah memuji Nabi Ibrahim alaihis salam karena hatinya yang selamat. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ إِذْ جَاء رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh). (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci. QS. Al-Shoffat: 83-84&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menceritakan tentang hati di dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَإِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, QS. Al-Syu’ara’: 88-89&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hati yang selamat adalah hati yang selamat dari kesyirikan, rasa dengki, hasad, iri, pelit, sombong dan ambisi terhadap dunia dan jabatan. Dia selamat dari segala bencana yang menjauhkannya dari Allah, dan selamat dari segala syubhat yang bertenentangan dengan apa diberitakan olehNya, dan selamat dari syahwat yang melawan perintahNya, selamat dari segala keinginan yang menyaingi kehendakNya, selamat dari segala sesuatu yang memutusakannya dari Allah, hati yang selamat ini berada dalam surga yang disegerakan di dunia ini, mendapat kenikmatan di dalam alam Barzakh dan kenikmatan pada hari pembalasan”.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Hendaklah seorang hamba merasakan bahwa ibadah yang dilakukannya ini, baik shalat, puasa, haji dan shadaqah adalah sebagai waujud ketaatan dirinya kepada Allah dan guna mengharap keridhaan Allah, dan ibadah ini sebagai perbuatan yang disenangi oleh Allah dan diridhaiNya dan ibadah inilah yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah bahwa Nabi saw bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi hambaKu maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya, dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub kepadaku dengan suatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah aku wajibkan baginya, dan hambaku senantisa beribadah kepadaku dengan ibadah-ibadah yang sunnah sehingga aku mencintainya, maka jika aku mencintainya maka aku menjadi pendengaran yang dipergunakannya untuk mendengar, menjadi pandangannya yang dipergunakannya untuk melihat, menjadi tangannya yang dipergunakan untuk memegang, dan menjadi kaki yang dipergunakan untuk melangkah, jika dia meminta kepadaku niscaya aku mengasihinya dan jika meminta ampun kepadaKu niscaya Aku akan mengampuninya dan jika dia berlindung denganKu niscaya Aku pasti melindunginya, dan tidaklah aku pernah ragu melakukan sesuatu seperti keraguan diriku mengambil nyawa seorang yang beriman, dia membenci kematian dan Aku tidak suka berbuat buruk kepadanya”.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Hendaklah seorang hamba menyadari bahwa semua ibadah yang dilakukannya ini tidak sia-sia dan tidak akan menghilang, sebagaimana punahnya harta duniawi, baik harta dan jabatan serta kelezatannya, bahkan seorang hamba akan merasakan kelezatannya bahkan itulah yang paling dibutuhkannya, bahkan juga dia akan mendapatkan buahnya di dunia selain dari apa yang akan disimpankannya baginya oleh Allah di akherat dan itu adalah balasan yang paling mulia dan besar. Maka barangsiapa yang menyadarinya niscya dia tidak akan menghiraukan jika gagal meraih dunia dan merasa senang dengan ibadah yang telah dirasakan manisnya ini. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. QS. Thaha: 112&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Al-Abbas bin Abdul Muththalib ra bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang akan merasakan ledzatnya keimanan adalah orang yang rela Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah”.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Ashahihaini dari hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang berinfaq dengan dua pasang di jalan Allah maka dia akan diseur dari pintu surga: Wahai hamba Allah ini adalah lebih baik, maka barangsiapa yang termsuk orang yang ahli shalat maka dia akan dipanggil dari pintu shalat, dan barangsiapa yang termasuk ahli jihad maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu jihad, serta barangsiapa yang termasuk ahli puasa maka dia akan diseur dari pintu Al-Rayyan, dan barangsiapa yang termasuk ahli shadaqah maka dia akan dipanggil dari pintu shadaqah”.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-8347610607374779448?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://indonesian.iloveallaah.com/kisah-nyata-selalu-lolos-dari-kecelakaan-derajatnya-ditinggikan-allah/' title='Meraih Kelezatan Beribadah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/8347610607374779448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=8347610607374779448&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8347610607374779448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8347610607374779448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/meraih-kelezatan-beribadah.html' title='Meraih Kelezatan Beribadah'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-1579328364084567623</id><published>2010-09-18T20:03:00.000+07:00</published><updated>2010-09-18T20:03:27.303+07:00</updated><title type='text'>turkish belly dance music</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/laQ4U-1EGuc?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/laQ4U-1EGuc?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-1579328364084567623?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/1579328364084567623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=1579328364084567623&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1579328364084567623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/1579328364084567623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/turkish-belly-dance-music_18.html' title='turkish belly dance music'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-8531974610357458150</id><published>2010-09-15T20:26:00.000+07:00</published><updated>2010-09-15T20:26:20.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Napsu'/><title type='text'>Pengendalian Hawa Nafsu</title><content type='html'>&lt;div class="title-news" id="detail-berita"&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="right" class="changefont"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1150918664316906442&amp;amp;postID=8531974610357458150#" rel="small"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div id="newstext"&gt;Cinta kita kepada Allah SWT dan keyakinan bahwa kehidupan di  dunia ini suatu saat akan berakhir dan di akhirat nanti masing-masing kita harus  mempertanggungjawabkan setiap detik perjalanan hidup di dunia, memiliki andil  yang sangat besar dalam mengendalikan kecenderungan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  saat terjadi dialog antara Rasulullah SAW dengan Hudzaifah Ra. Rasulullah Saw  bertanya kepada Hudzaifah. Ya Hudzaifah, bagaimana keadaanmu saat ini? Jawab  Hudzaifah: “Saat ini saya sudah benar-benar beriman, ya Rasulullah”. Rasul  kemudian mengatakan, “Setiap kebenaran itu ada hakikatnya, maka apa hakikat  keimananmu, wahai Hudzaifah?” Jawab Hudzaifah: Ada "dua", ya Rasulullah.  Pertama, saya sudah hilangkan unsur dunia dari kehidupan saya, sehingga bagi  saya debu dan mas itu sama saja. Dalam pengertian, saya akan cari kenikmatan  dunia, lantas andaikata saya dapatkan maka saya akan menikmatinya dan bersyukur  kepada Allah SWT.  Tapi, kalau suatu saat kenikmatan dunia itu hilang dari  tangan saya, maka saya tinggal bersabar sebab dunia bukanlah tujuan. Bila ia  datang maka Alhamdulillah, dan bila ia pergi maka, Innalillaahi wa inna ilaihi  raji'un. Yang kedua, Hudzaifah mengatakan, “setiap saya ingin melakukan sesuatu,  saya bayangkan seakan-akan surga dan neraka itu ada di depan saya. Lantas saya  bayangkan bagaimana ahli surga itu me-nikmati kenikmatan surga, dan sebaliknya  bagaimana pula ahli neraka itu merasakan azab neraka jahanam. Sehingga  terdoronglah saya untuk melakukan yang diperintahkan dan meninggalkan yang  dilarang-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban Hudzaifah ini, Rasul langsung saja  memeluk Hudzaifah dan menepuk punggungnya sambil berkata,  "pegang erat-erat  prinsip keimananmu itu, ya  Hudzaifah, kamu pasti akan selamat dunia akhirat".  Bila kita cermati dialog tersebut, paling tidak, ada "dua" hikmah yang bisa kita  petik. Pertama, iman kepada Allah, dengan mencintai Allah itu di atas cinta  kepada selain Allah. Dan yang kedua, selalu membayangkan akibat dari setiap  perbuatan yang dilakukan di dunia bagi kehidupan yang abadi di akhirat  nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam beberapa ayat, Allah SWT menjelaskan tentang sifat-sifat  orang-orang yang muttaqin, mereka di antaranya adalah yang meyakini akan adanya  kehidupan akhirat. Orang yang beriman akan adanya kehidupan akhirat, akan  membuat dia mampu mengendalikan kecenderungan hawa nafsunya. Sebaliknya,  orang-orang yang tidak meyakini akan adanya kehidupan akhirat, "Mereka tidak  pernah takut dengan hisab Kami, dan mereka telah mendustai ayat-ayat Allah  dengan dusta yang nyata." (An Naba', 78 : 27-28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alquran, Allah  SWT mengisahkan dialog sesama Muslim di akhirat yakni antara Muslim yang ahli  surga dengan Muslim berdosa yang masuk dalam neraka jahanam. Muslim yang  langsung masuk surga bertanya kepada Muslim berdosa yang masuk ke dalam neraka.  “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka ? Mereka menjawab: “Kami dahulu  tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula)  memberi makan orang miskin, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan hingga  datang kepada kami kematian.” (Al Muddatstsir, 74 : 42-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Alquran, kebanyakan orang-orang yang kufur adalah mereka yang akhir hidupnya  penuh dengan kemaksiatan. Ini terjadi karena mereka tidak mengimani bahwa  kehidupan mereka akan berakhir di alam akhirat dan mereka harus  mempertanggungjawabkan seluruh aspek kehidupan mereka selama di dunia. Demikian  pula, Allah SWT mengisahkan kesombongan Fir'aun dan orang-orang yang  menyembahnya, "Sombonglah Fir'aun itu dengan seluruh pengikutnya di muka bumi  tentu dengan alasan yang tidak benar. Dan mereka mengira, bahwa mereka tidak  akan pernah kembali kepada Kami." (Al Qashash, 28 : 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan  Fir'aun berakhir saat sakaratul maut. Saat dia menyadari bahwa dia harus  mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Ketika rombongan malaikat yang  bengis-bengis itu mendatanginya saat dia sedang berada di tengah laut, yang  dikisahkan para malaikat itu langsung memukul wajah dan punggung mereka. Allah  SWT berfirman: “..Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu  orang-orang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para  malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”.  Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu  selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu  selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (Al An'aam, 6 : 93)      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sakaratul maut itu, Fir'aun menyatakan: “Sekarang saya  benar-benar beriman dengan Tuhannya Nabi Musa dan Harun”. Namun saat sakaratul  maut pintu taubat sudah ditutup. Karena sudah tidak ada lagi ujian keimanan,  sebab yang ghaib termasuk alam dan makhluk ghaib sudah terlihat nyata. Allah SWT  berfirman: “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka  Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada  hari itu amat tajam.” (Qaaf, 50 : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman kepada Allah dan  beriman kepada hari pembalasan/akhirat, yang diharapkan dapat mengendalikan  kecenderungan hawa nafsunya untuk hanya mencintai yang dicintai Allah dan  membenci yang dibenci Allah, yang hanya mencintai sesuatu di dunia jika yang  dicintainya itu dicintai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis dikisahkan, suatu  ketika pada siang hari, Sayidana Umar ra. berkunjung ke rumah Rasulullah SAW di  mana saat itu Rasul sedang tidut beristirahat, dengan dada telanjang. Ketika  beliau bangun tampaklah pada punggungnya garis-garis merah karena kasarnya alas  tidur beliau yang dibuat dari pelepah kurma. Melihat pemandangan ini, Sayidina  Umar menangis. Beliau yang terkenal keras saat itu luluh hatinya ketika melihat  Rasulullah dalam kondisi seperti itu. Rasul bertanya: “Apa yang membuat kamu  menangis wahai Sayidina Umar ? “Umar berkata:” saya malu ya Rasulullah, engkau  adalah pemimpin kami, engkau adalah Rasul Allah, manusia pilihan, manusia yang  dimuliakan-Nya. Engkau adalah pemimpin ummat, namun engkau tidur di atas alas  yang kasar seperti ini, sementara kami yang engkau pimpin tidur di atas alas  yang empuk. Saya malu ya Rasusulullah, selayaknya engkau mengambil alas tidur  yang lebih dari ini”. Rasul menjawab: “Apa urusan saya dengan dunia ini? Tidak  ada! Urusan diri saya dengan dunia ini kecuali seperti orang yang sedang  mengembara dalam musim panas menempuh sebuah perjalanan yang cukup panjang, lalu  sekejap mencoba bernaung di bawah sebuah pohon yang rindang untuk sekejap  melepas lelah. Setelah itu dia pun kemudian pergi meninggalkan tempat  peristirahatannya”. Kata Rasul: haruskah saya korbankan kehidupan yang abadi  hanya untuk bernaung sejenak menikmati itu? (HR. Ahmad, Ibnu Habban,  Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kisah di atas, ada kisah lain yang layak kita renungkan  di mana suatu ketika Khalifah Umar kedatangan putranya, Abdullah, yang meminta  dibelikan baju baru. Secara spontan saja Sayidina Umar langsung marah sambil  mengatakan: “Apakah karena kamu seorang anak Amirul Mu’minin lantas kamu ingin  bajumu selalu lebih baik dari anak-anak yang lain ? Jawab Abdullah: Tidak! Saya  khawatir malah kondisi saya ini akan menjadi fitnah, menjadi bahan cemoohan  orang lain di mana anak Amirul mu’minin pakaiannya tidak pernah ganti-ganti,  sebab dia hanya memiliki dua baju, di mana bila yang satu dipakai maka yang satu  dicuci dan seterusnya. Sayidina Umar berkata: “Baiklah Nak, saya ingin belikan  kamu baju baru hanya saja ayah saat ini tidak punya uang. Untuk itu kamu saya  utus menemui “Khoolin Baitul Maal’ (bendahara negara), sampaikan kepada beliau  salam dari ayah dan katakan pula bahwa ayah bermaksud mengambil gajinya bulan  depan untuk membelikan kamu baju baru. Abdullah langsung menemui bendaharawan  negara dengan mengatakan: “Ada salam dari ayah. Dan, ayah minta supaya gaji  bulan depan bisa diserahkan saat ini untuk membelikan saya baju baru”.  Bendaharawan tersebut mengatakan: “Nak, sampaikan kembali salamku kepada ayahmu,  dan katakan bahwa aku tidak bersedia mengeluarkan uang itu”. Tanyakan kepada  ayahmu, apakah ayahmu yakin sampai bulan depan beliau masih menjabat Amirul  Mu’minin, sehingga berani mengambil uang gajinya bulan depan sekarang ?  Andaikata dia yakin sampai bulan depan dia masih Amirul Mu’inin, yakinkah sampai  besok dia masih hidup, bagaimana kalau besok ia meninggal dunia padahal gajinya  bulan depan sudah dikeluarkan. Mendengar jawaban bendahara negara yang demikian  itu, pulanglah Abudullah segera menemui ayahnya sambil menyampaikan pesan dari  bendaharawan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan anaknya, Umar langsung  menggandeng tangan anaknya sambil mengatakan, antarkan saya menemui bendaharawan  tadi. Begitu sampai di hadapan bendaharawan tersebut, Sayidina Umar langsung  memeluknya, sambil mengatakan, terima kasih, saudara telah mengingatkan saya  terhadap satu keputusan yang nyaris saja salah. Demikianlah kisah Sayidina Umar  dan masih banyak lagi kisah lain dari perjalanan hidup para sahabat yang patut  kita teladani untuk menghadapi dinamika kehidupan yang terus berkembang  mengikuti perputaran zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mengingatkan tentang  bahayanya manusia-manusia yang menjadikan dunia ini sebagai tujuan hidupnya,  “Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.” (An Naazi’aat, 79 : 39) “Maka  berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami dan  tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi. Itulah sejauh-jauh pengetahuan  mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang tersesat  dari jalan-Nyadan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat  petunjuk” (An Najm, 53 : 29-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah  SAW dan para sahabat yang sedemikian mulianya bisa terwujud tiada lain karena  adanya benteng keimanan yang sangat kuat dan kokoh. Semoga kita bisa meneladani  apa yang menjadi perilaku Rasul dan para sahabatnya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam  bish-shawab &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-8531974610357458150?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com' title='Pengendalian Hawa Nafsu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/8531974610357458150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=8531974610357458150&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8531974610357458150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8531974610357458150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/pengendalian-hawa-nafsu.html' title='Pengendalian Hawa Nafsu'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-9099981583718638232</id><published>2010-09-12T15:50:00.002+07:00</published><updated>2010-09-12T15:50:38.737+07:00</updated><title type='text'>Makna Idul Fitri</title><content type='html'>Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini (Ramadhan 1412H) atau tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khatib (penceramah/muballigh) di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu maknanya -menurut persangkaan mereka- ialah “Kembali kepada Fitrah”, Yakni : Kita kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan mereka di atas, adalah batil baik ditinjau dari jurusan lughoh/bahasa ataupun Syara’/Agama. Kesalahan mana dapat kami maklumi -meskipun umat tertipu- karena memang para khatib tersebut (tidak semuanya) tidak punya bagian sama sekali dalam bahasan-bahasan ilmiyah. Oleh karena itu wajiblah bagi kami untuk menjelaskan yang haq dan yang haq itulah yang wajib dituruti Insya Allahu Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz Fithru/ Ifthaar” artinya menurut bahasa : Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fithri artinya “Hari Raya berbuka Puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa. Sedangkan “Fitrah” tulisannya sebagai berikut [Fa-Tha-Ra-] dan [Ta marbuthoh] bukan [Fa-Tha-Ra]“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun kesalahan mereka menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa “Idul Fithri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abi Hurairah (ia berkata) : Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. “Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adlha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan beberapa jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan semua sanadnya di kitab saya "Riyadlul Jannah" No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha pada hari kamu menyembelih hewan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adlha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat I’ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri artinya ! Demikian pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan artinya bukan “kembali kepada fithrah”, karena kalau demikian niscaya terjemahan hadits menjadi : “Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci”. Tidak ada yang menterjemahkan dan memahami demikian kecuali orang-orang yang benar-benar jahil tentang dalil-dalil Sunnah dan lughoh/bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa puasa itu ialah pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adlha, maksudnya : Waktu puasa kamu, Idul Fithri dan Idul Adha bersama-sama kaum muslimin (berjama’ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok sehingga berpecah belah sesama kaum muslimin seperti kejadian pada tahun ini (1412H/1992M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi mengatakan -dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas- sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang maknanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama’ah dan bersama-sama orang banyak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kaum muslimin kembali bersatu menjadi satu shaf yang kuat berjalan di atas manhaj dan aqidah Salafush Shalih. Amin![1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Ditulis akhir Ramadlan 1412H/awal April 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengucapkan " Selamat Iedul Fitri 1431 H, Taqobbalallahu minna wa minkum and mohon maaf Lahir Bathin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-9099981583718638232?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/9099981583718638232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=9099981583718638232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/9099981583718638232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/9099981583718638232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/makna-idul-fitri.html' title='Makna Idul Fitri'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-6882539483012847469</id><published>2010-09-09T15:31:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T15:31:39.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahir Romadhon 1431 H'/><title type='text'>Hari Raya: Ibadah dan Pengungkapan Rasa Syukur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIiac0XvFyI/AAAAAAAAA7M/ZSs9tYoyStw/s1600/sholat-taubat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" ox="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIiac0XvFyI/AAAAAAAAA7M/ZSs9tYoyStw/s320/sholat-taubat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah I yang dengan nikmat-Nya sempurna amal-amal shalih. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada yang termulia dari para nabi dan rasul yaitu nabi kita Muhammad r, dan terhadap keluarga dan para sahabatnya, wa ba'du:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, lembaran hari telah berlalu dan jam-jam waktu telah lewat. Baru kemarin kita menyambut kekasih dan pada hari ini kita melepasnya. Baru beberapa hari terbit hilal Ramadhan dan pada hari ini belalulah hari-harinya. Sekalipun bangsa-bangsa –di sekitar kita- merasa bangga dengan hari-hari dan hari besarnya, memberikan perhatian besar padanya dan kebahagiaan yang palsu, maka sesungguhnya ia dibuat dalam kebingungan dan berjalan dalam kesesatan. Kebenaran dan petunjuk tetap berada di jalan umat Muhammad r. Segala puji bagi Allah I yang memberi petunjuk jalan kepada umat Islam, memberi ilham kepada petunjuk-Nya, memberikan karunia khusus yang belum pernah ada sebelumnya. Bukalah lebar-lebar matamu untuk melihat umat yang mendapat rahmat ini bersama tibanya hari lebaran yang ia beribadah kepada Allah I dengan berbuka, sebagai ia (umat islam) sebelumnya beribadah kepada-Nya dengan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas t, sesungguhnya Nabi r, tatkala datang ke kota Madinah, beliau mendapatkan mereka merayakan dua hari lebaran, beliau r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ كان لكم يومان تلعبون فيهما، وقد أبدلكم الله بهما خيرا منهما، يوم الفطر، ويوم الأضحى }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[رواه أبو داود والنسائي]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu memiliki dua hari lebaran yang kamu bermain-main padanya, sungguh Allah I telah menggantikan untukmu yang lebih baik darinya, yaitu hari raya Iedul Fithri dan Iedul Adha." HR. Abu Daud dan an-Nasa`i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran merupakan salah satu syi'ar Islam dan penampakan yang paling besar. Sebagian manusia ada yang meremehkannya dan membuat hari-hari besar yang bid'ah. Maka engkau melihat orang yang bersiap-siap untuk merayakan hari lahir, hari ibu dan yang lainnya. Ia dan anak-anaknya merasa bahagia menyambut kedatangannya dan mengeluarkan uang untuk menghidupkanya. Adapun hari besar Islam, maka tidak ada nilai baginya. Bahkan mungkin lebaran berlalu sedangkan dia berpaling darinya, tanpa memperdulikannya. Firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ ﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (QS. al-Hajj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hari lebaran adalah hari bahagian bagi yang baik batinnya dan murni niatnya karena Allah I. Lebaran bukanlah bagi orang yang memakai pakaian baru dan berbangga diri dengan jumlah dan persiapan. Sesungguhnya lebaran adalah bagi orang yang merasa takut terhadap hari ancaman dan takut kepada pemilik arsy, menumpahkan air mata karena bertaubat, berharap di hari pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku seiman: berikut ini ada beberapa sikap, disertai adab dan hukum-hukum lebaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Pujilah Allah I yang telah menyempurnakan untukmu hari-hari di bulan yang agung ini, dan menjadikanmu terhadap orang yang melaksanakan puasa dan shalat malam. Perbanyaklah berdoa agar Allah I menerima puasa dan shalatmu, serta memaafkan kesalahan dan kekuranganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: bertakbir, disyari'atkan bertakbir setelah tenggelam matahari di malam lebaran hingga shalat ied. Firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴾ [البقرة:185].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bacaannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan laki-laki menyaringkan suara takbir di masjid, pasar, dan rumah untuk menyatakan pengagungan Allah I dan menampakkan ibadah dan syukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: zakat fitrah: Rabb engkau I mensyari'atkan kepadamu di penutup bulan ini untuk menunaikan zakat fitrah, yaitu untuk membersihkan orang yang puasa dari perbuatan keji dan sia-sia serta memberi makan kepada orang-orang miskin. Ukurannya adalah sebanyak satu sha', yaitu sekitar 2,40 Kg dari gandum atau kurma, atau keju atau anggur atau besar atau makanan sejenisnya, untuk anak kecil dan orang tua, laki-laki dan wanita, orang yang merdeka dan budak dari kaum muslimin. Waktu paling utama untuk mengeluarkannya adalah sebelum shalat ied dan boleh mengeluarkannya sebelum lebaran satu atau dua hari, dan tidak boleh menundanya setelah shalat ied dan tidak boleh mengeluarkannya, karena hal itu menyalahi perintah Rasulullah r. Zakat fitrah itu dari jenis makanan manusia, dan harus mencari orang miskin untuk memberikannya kepada mereka. Dan di antara gambaran pendidikan di rumah keluarga muslim adalah membiasakan keluarganya untuk mengeluarkannya dengan mengikut sertakan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: mandi dan memakai minyak wangi bagi laki-laki serta memakai pakaian yang paling baik, tanpa berlebihan, tanpa menutup mata kaki serta tanpa mencukur jenggot, maka ini hukumnya haram. Adapun wanita, disyari'atkan baginya keluar menuju mushalla ied tanpa tabarruj (membuka aurat) dan tanpa berminyak wangi. Alangkah ruginya wanita muslimah yang keluar untuk taat kepada Allah I sedangkan ia melakukan maksiat kepada Allah I dengan tabarruj, membuka kepala dan memakai minyak wangi di hadapan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: memakan kurma dengan bilangan ganjil, tiga atau lima sebelum pergi ke mushalla berdasarkan perbuatan Rasulullah r.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: shalat bersama kaum muslimin dan mendengarkan khutbah: menurut pendapat para ahli tahqiq dari para ulama seperti Syaihul Islam dan yang lainnya sesungguhnya shalat ied hukumnya wajib dan tidak gugur kewajibannya kecuali karena uzur. Para wanita juga menghadiri shalat ied bersama kaum muslimin hingga wanita yang sedang haid, sekalipun ia harus menjauh dari mushalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: melewati jalan yang berbeda: disunnahkan pergi ke masjid melewati satu jalan dan pulang melewati jalan yang lain, berdasarkan perbuatan Nabi r.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: tidak mengapa mengucapkan selamat hari lebaran, seperti ucapan: 'Semoga Allah I ibadah kami dan kamu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengingatkan engkau, wahai saudaraku yang tercinta, beberapa kesalahan yang sangat disayangkan terhadap di hari dan malam lebaran, agar menjauhinya. Yang mengherankan sebagian kaum muslimin menutup taat ini dengan perbuatan maksiat, dan yang lain mengganti istighfar di akhir setiap ibadah dengan perbuatan sia-sia, dan di antara kesalahan itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Takbir berjamaah dengan satu suara atau diulangi di belakang satu orang dengan ucapan 'Allahu Akbar' atau membuat salah satu shighat takbir yang tidak disyari'atkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Meyakini disyari'atkan menghidupkan malam lebaran dan mengutip hadits-hadits yang tidak shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Menentukan hari lebaran untuk ziarah kubur dan memberi salam kepada mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Bercampur laki-laki dan perempuan di sebagian mushalla, jalanan, dan tempat permaianan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Sebagian orang berkumpul di hari lebaran untuk menyanyi, perbuatan sia-sia dan percuma, dan ini tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Sebagian orang merasa bahagia dengan tibanya lebara karena bulan Ramadhan telah selesai dan berhenti ibadah padanya, dan seolah-olah ia merupakan beban berat di atas punggungnya, ini adalah bahaya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Tenggelam dalam perkara yang dibolehkan, dari pakaian dan minuman, hingga mengarah kepada berlebihan dalam hal itu. Firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ﴾ [الأعراف:31].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. al-A'raaf:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang tercinta, jangan lupa bahwa Rabb bulan Ramadhan adalah Rabb semua bulan. Tetaplah selalu dalam taat dan mohonlah ketetapan dalam agama ini hingga engkau bertemu dengan-Nya. Dan ketahuilah bahwa berakhirnya waktu taat dan ibadah bukanlah pendorong hari lebaran, seperti yang disangka sebagian orang, sebagaimana firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ ﴾ [الحجر:99]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. al-Hijr:99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakin adalah kematian. Sebagian salaf berkata: amal ibadah seorang muslim tidak berakhir sebelum kematian. Al-Hasan berkata: 'Sebagian kaum ada yang enggan terus menerus ibadah. Demi Allah, bukan seorang mukmin yang beramal satu atau dua bulan, satu tahun atau dua tahun. Tidak demi Allah, amal ibadah seorang mukmin tidak ada batas sebelum kematian. Saat khutbah di antara minbar, Umar bin Khathab t membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ ﴾ [فصلت:30].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:"Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):" (QS. Fushshilat:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata: demi Allah, mereka istiqamah dengan taat kepada Allah I, kemudian tidak melakukan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau –wahai muslim- meninggalkan bulan taat dan ibadah, musim kebaikan dan kemerdekaan dari nereka, maka sesungguhnya Allah I menjadikan untuk kita taat dan ibadah yang menenangkan jiwa orang yang beriman dan mendinginkan mata seorang muslim, berupa berbagai macam ibadah sunah sepanjang tahun, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Puasa enam hari bulan Syawal: dari Abu Ayyub al-Anshari t, sesungguhnya Nabi r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ من صام رمضان ثم أتبعه ست من شوال كان كصيام الدهر } [رواه مسلم]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangispa yang puasa Ramadhan kemudian meneruskan puasa enam hari bulan Syawal, ia seperti puasa satu tahun." HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau mempunyai kewajiban mengqadha, maka bayarlah kemudian puasa Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Puasa hari-hari putih dan hari Arafah bagi orang yang tidak berhaji, demikian pula puasa hari Senin dan Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Shalat malam dan menjaga shalat witir dan ikutilah orang-orang yang terpilih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ﴾ [الذاريات:17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; (QS. adz-Dzariyat:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Selalu melaksanakan shalat rawatib yang menyertai shalat fardhu yang berjumlah 12 rekaat: 4 rekaat sebelum Dhuhur, dua rekaat sesudahnya, dua rekaat setelah Maghrib, dua rekaat sesudah Isya', dan dua rekaat sebelum Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Membaca al-Qur`an dan serius atasnya setiap hari, sekalipun hanya satu juz saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Bersungguh-sungguh terhadap amal kebajikan dan istiqamah di atas taat. Firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ ﴾ [هود:112].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu. (QS. Hud:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tadharru' dan merendahkan diri, serta berdoa kepada Rabb-mu agar menghidupkan engkau di atas Islam dan mematikan engkau atasnya, mintalah ketetapan di atas kalimah tauhid. Di antara doa nabi umat ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك } [رواه الترمذي].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Yang Membolak balikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu." HR. at-Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam bentuk ibadah sangat banyak dan pahalanya sangat besar. Firman Allah I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴾ [النحل:97].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.an-Nahl:97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah, wahai saudara muslimku, untuk selalu melaksanakan amal shalih dan waspadalah terhadap datangnya kematian saat engkau berbuat maksiat. Renungkanlah bahwa di antara tanda diterimanya amal ibadahmu di bulan Ramadhan adalah engkau terus menerus di atas ibadah sesudahnya, kebaikan diikuti oleh kebaikan dan keburukan diikuti oleh keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kekasih, hari-hari lebaran bukanlah hari-hari permainan dan melupakan diri, tetapi ia adalah hari-hari untuk ibadah dan bersyukur. Seorang mukmin berbolak balik di dalam berbagai macam ibadah dan tidak ada batas baginya. Dan di antara ibadah tersebut yang dicintai Allah I dan diridhai-Nya adalah: menyambung tali silaturrahim, mengunjungi keluarga, meninggalkan kebencian dan kedengkian, kasihan terhadap orang muskim dan anak yatim, dan membuat senang para janda dan orang fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah perputaran hari yang cepat berlalu, segeralah bertaubat dan kembali kepada Allah I dengan benar. Tanamkanlah, wahai kekasih, di dalam jiwamu untuk selalu taat dan ibadah, maka sesungguhnya dunia hanyalah hari-hari yang sangat sedikit. Ketahuilah, sesungguhnya hati seorang mukmin tidak bisa tenang dan tenteram sehingga kakinya menginjakkan surga. Maka segeralah menuju surga yang lebarnya seperti langit dan bumi. Jauhkanlah dirimu dari api neraka yang menyala-nyala, tidak ada yang memasukinya kecuali orang yang celaka. Peganglah hadits Rasulullah r:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سددوا وقاربوا، وأعلموا أن لن يدخل أحدكم عمله الجنة، وأن أحب الأعمال أدومها إلى الله وإن قل [رواه البخاري].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luruskan dan dekatkan, ketahuilah bahwa amal ibadah seseorang darimu tidak bisa memasukkannya ke dalam surga, dan sesungguhnya amal yang paling disukai kepada Allah I adalah yang terus menerus, sekalipun hanya sedikit.' HR. al-Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, tetapkanlah kami di atas iman dan amal shalih. hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik dan hubungkanlah kami dengan orang-orang shalih. Wahai Rabb kami, terimalah kami, sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Ampunilah kami dan kedua orang tua kami serta semua kaum muslimin. Dan akhir doa kami adalah segala puji bagi Allah I Rabb semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Abdul Malik al-Qasim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-6882539483012847469?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://indonesian.iloveallaah.com/hari-raya-ibadah-dan-pengungkapan-rasa-syukur/' title='Hari Raya: Ibadah dan Pengungkapan Rasa Syukur'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/6882539483012847469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=6882539483012847469&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6882539483012847469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/6882539483012847469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/hari-raya-ibadah-dan-pengungkapan-rasa.html' title='Hari Raya: Ibadah dan Pengungkapan Rasa Syukur'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIiac0XvFyI/AAAAAAAAA7M/ZSs9tYoyStw/s72-c/sholat-taubat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5194188986600075495</id><published>2010-09-08T11:28:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T11:28:35.430+07:00</updated><title type='text'>Tanzil : Quran Navigator</title><content type='html'>&lt;a href="http://tanzil.info/"&gt;Tanzil : Quran Navigator&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5194188986600075495?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://tanzil.info/' title='Tanzil : Quran Navigator'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5194188986600075495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5194188986600075495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5194188986600075495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5194188986600075495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/tanzil-quran-navigator.html' title='Tanzil : Quran Navigator'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-278820511684744644</id><published>2010-09-07T20:49:00.000+07:00</published><updated>2010-09-07T20:49:58.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TUNJUKAN KAMI JALAN YANG LURUS'/><title type='text'>Meniti Proses Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIZCzLeW5jI/AAAAAAAAA60/7lKZF9QIWx4/s1600/surat-1-ayat-6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIZCzLeW5jI/AAAAAAAAA60/7lKZF9QIWx4/s320/surat-1-ayat-6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hidup ini terdiri dari beberapa episode. Dari segi usia, episode kehidupan manusia terangkai dari episode janin, kemudian menjadi bayi, balita, anak-anak, remaja, lalu dewasa dan tua. Semuanya ada bagian takdirnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia ini hanya mampir. Ada dan tiadanya dunia, tidak boleh mencuri hati. Resah, gelisah, tertimpa banyak musibah itu karena tabungan dosa-dosa. Selalu harus bersiap setiap saat. Siap dalam hal berbuat kebaikan. Siap melakukan banyak hal yang semuanya haruslah menjadi amal shaleh. Haruslah bersih lilahi ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini hanya permainan saja. Janganlah tergoda dengan kemilaunya. Karena, tidak ada satu pun nikmat kecuali dari Allah. Tidak ada jalan untuk sombong, karena Allah benci orang yang sombong. “Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” ( Ar-Rum:64 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun tak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Janganlah merasa tidak memiliki penolong, segala hal tidak akan bisa mencukupi, kecuali dalam janji dan jaminan Allah. Akan menjadi hal yang mudah bagi Allah untuk memberikan karunianya, asalkan hati tidak bergantung kepada selain-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan episode kehidupan ini, ridho kepada Allah adalah hal yang utama. Ridho kepada perintah Allah, Ridho kepada semua takdir yang telah ditetapkan Allah, karena tak ada yang terjadi tanpa izin-Nya. Allah yang memiliki kita berhak melakukan apapun termasuk menjadikan kita sakit, maka ridha dan ikhlas menjalaninya adalah satu kewajiban yang harus kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Ridho, hal utama yang harus kita miliki adalah keyakinan. Kemuliaan terbesar yang diberikan Allah pada hambanya adalah hati yang yakin. Keyakinanlah yang membuat kita lebih mantap dalam berbuat, bertindak dan bersikap. Keyakinan itulah yang mendatangkan ketenangan dalam hati dalam menjalani episode kehidupan yang telah ditakdirkan Allah. Secara teoritis terdapat tiga tahapan dalam menempuh ilmu keyakinan ini. Pertama, ‘ilmul yaqin. Ia meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau pengetahuan. Misal, Kabah itu tempatnya di Mekah, karena ilmu mengajarkan seperti itu. Kedua, ‘ainul yaqin, Ia akan naik setahap karena tidak hanya berdasarkan ilmu, melainkan telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah haji sangat yakin bahwa Kabah itu memang ada di Mekah karena ia telah melihatnya. Keyakinan karena melihat, akan lebih kuat dibandingkan keyakinan karena ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah haqqul yaqin. Orang yang telah haqqul yakin akan memiliki keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, keyakinan akan jauh lebih mendalam. Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut dari hati orang yang memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah jelas keyakinan dalam hidup ini, kita akan jelas pula mengambil sikap dan tindakan. Sedangkan ketidakyakinan akan menimbulkan kegelisahan. Bagaikan melalui jalan yang berkabut, mau tancap gas risau, cari alamat tidak jelas, resah, gelisah, tegang sepanjang jalan. Seperti masuk hutan, tidak jelas rutenya, tidak memiliki peralatan yang sesuai, maka akan gelisah. Seperti masukke dalam ruangan gelap, selalu gamang. Itulah orang-orang yang tidak jelas dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan itu berasal dari pemahaman. Pemahaman berawal ilmu. Ilmu itulah yang membuat cahaya. Cahaya dari Allah yang membuat faqih/paham kepada agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-278820511684744644?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/278820511684744644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=278820511684744644&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/278820511684744644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/278820511684744644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/meniti-proses-kehidupan.html' title='Meniti Proses Kehidupan'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIZCzLeW5jI/AAAAAAAAA60/7lKZF9QIWx4/s72-c/surat-1-ayat-6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-5632861560740799135</id><published>2010-09-07T20:38:00.000+07:00</published><updated>2010-09-07T20:38:43.196+07:00</updated><title type='text'>Langkah-Langkah Mengatasi Masalah</title><content type='html'>oleh Aa Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIZAPDAxX1I/AAAAAAAAA6w/88eSGjiyEA8/s1600/aa-gym-dpu-dt.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIZAPDAxX1I/AAAAAAAAA6w/88eSGjiyEA8/s1600/aa-gym-dpu-dt.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada masalah sibuklah memeriksa diri, dosa apa yang mengundang datangnya masalah tersebut. Jangan lebih sibuk dengan kemampuan diri dan orang lain. Dan berpikirlah bagaimana caranya agar Allah senantiasa menolong kita. Allah mengetahui persis bagaimana kita berjuang untuk taubat dan tawakal, dan pertolongan Allah tidak harus dari apa yang kita duga, seperti Siti Hajar yang mendapatkan zam-zam bukan dari tempat pencariannya bolak balik antara sofa dan marwah, tapi justru dari tempat lain yang tidak terduga. Yang terpenting adalah bagaimana kita yakin kepada pertolongan Allah, dan keyakinan itu seiring dengan kebersihan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). (QS Al-A’Laa : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian apa saja semestinya membuat kita taubat dan mendekat kepada Allah. Kalau hati sudah yakin, maka hati akan mantap; tapi kalau belum yakin, maka hati akan bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu diturunkan agar kita yakin kepada Allah. Sehebat apa pun ilmu Islam yang dimiliki, namun jika tidak yakin kepada Allah, maka perlu dipertanyakan bahwa ilmunya itu untuk apa? Sehebat apapun ibadah, lalu ia tidak kenal kepada Allah, maka perlu dipertanyakan motivasi ibadah itu untuk apa dan siapa? Harusnya ilmu itu bisa membersihkan hati, dan ibadah itu bisa makin menambah keyakinan. Bila tidak, maka taubatnya belum benar. Semua itu bisa jadi ia lakukan karena ingin dipuji oleh orang lain atau ia menuhankan makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun langkah-langkah yang bisa kita jalankan dalam mengatasi masalah yang tengah dihadapi di antaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Evaluasi diri sendiri Masalah yang terjadi sebenarnya bersumber dari diri sendiri. Jangan terbiasa menyalahkan orang lain atas masalah yang menimpa diri sendiri. Tanyakan pada diri, apa yang telah diperbuat atau kesalahan (dosa) apa yang dilakukan sehingga kejadian buruk menimpa kita. Dengan begitu, setiap orang akan termotivasi memperbaiki kekurangan yang ada dalam dirinya. Apabila belum diketemukan, bertaubatlah dan minta ampunlah kepada Allah, Allah-lah yang aka membimbing kita menemukan apa yang kita cari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ridho menerima. Jika hati ridho menerima, keadaan seburuk apapun tidak akan merusakkan hati. Sebaliknya, sikap menolak kenyataan atau tidak ikhlas malah akan menambah beban stres. Menerima kenyataan atau tidak, tetap saja hal itu sudah terjadi. Maka, sebaiknya ridho menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh jadi kamu sangat tidak menyukai peristiwa yang menimpa diri kamu, padahal itu sangat baik sekali bagimu. Boleh jadi sesuatu itu yang sangat kamu sukai, padahal sesuatu itu yang sangat tidak baik bagi kamu. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui, kalian tidak tahu apa-apa." (QS Al-Baqarah : 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridho bukanlah pelarian atas kejadian yang menimpa, jangan lantas bersembunyi di balik sikap ini ketika ada masalah menghampiri. Ridho bukan berarti berpasrah tanpa ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridho adalah awal dari solusi. Sebuah permisalan adalah apabila nasi telah menjadi bubur, yang pertama kali harus kita lakukan adalah ridho, dilanjutkan dengan mencari cakue, kacang polong, ayam dan bawang goreng. Jadikan bubur ayam spesial. Baru setelah itu kita evaluasi diri, kenapa kok bisa niat memasak nasi kok jadi bubur, temukan masalahnya, ambil hikmahnya, dan berubahlah untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan mempersulit diri dengan rasa iri. Daripada membuang waktu, lebih baik memperbaiki kualitas diri, dan bekerja keras. Orang yang selalu merasa iri, seringkali lupa cara memperbaiki diri. Mereka lebih sibuk mencaci dan merendahkan orang lain. Ia seakan-akan mempertanyakan rasa keadilan Allah, padahal hanya Allah Yang Maha Adil. Dengan menghindari rasa iri, kita bisa lebih obyektif dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Siapkan hati menghadapi masalah. Seringkali kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai harapan, keinginan dan perkiraan, padahal tidak semua hal yang kita anggap baik itu juga baik di hadapan Allah. Terkadang, banyak hal yang awalnya kita sesali namun di belakang sangat kita syukuri. Pasti ada hikmah yang ada di balik setiap kejadian tersebut. Misalnya, orang yang tidak jadi naik pesawat dan akhirnya pesawatnya kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jadikan Allah SWT sebagai penolong. Al Quran menyerukan agar menjadikan hanya Allah SWT sebagai penolong, di antaranya bisa dengan sabar dan sholat, dalam mengatasi masalah. Jangan sampai kita hanya mengandalkan kemampuan diri untuk mengatasi berbagai permasalahan, sehingga sikap tersebut seakan-akan ingin terlihat hebat di mata orang lain, padahal membuat kita menipu diri agarorang lain kagum. Akibatnya, manusia akan makin stres karena berupaya selalu ingin terlihat baik di mata orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (QS Al-Baqarah : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita senantiasa menyelidiki hati kita sendiri, sehingga kita tidak bersandar pada siapa pun termasuk diri kita sendiri. Cukuplah Allah bagi kita. Sempurnakan ikhtiar kita seperti Siti Hajar tadi. Dan biarlah Allah memberikan pertolongan kepada kita dari pintu mana saja yang Allah kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS Ali-Imran : 160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hidup lebih tenang, yakinkanlah diri bahwa Allah SWT sebagai pencipta tidak akan menurunkan masalah tanpa jalan keluar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-5632861560740799135?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/ramadhan/tausyiah/langkah-langkah-mengatasi-masalah.htm' title='Langkah-Langkah Mengatasi Masalah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/5632861560740799135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=5632861560740799135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5632861560740799135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/5632861560740799135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/langkah-langkah-mengatasi-masalah.html' title='Langkah-Langkah Mengatasi Masalah'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIZAPDAxX1I/AAAAAAAAA6w/88eSGjiyEA8/s72-c/aa-gym-dpu-dt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2166138205376778883</id><published>2010-09-06T09:09:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T09:09:24.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghuni Surga'/><title type='text'>Melihat Sifat-Sifat Penghuni SURGA</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sungguh  kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah tidak akan dicapai oleh indera  manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah  didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati  siapa pun.&lt;span id="more-1732"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Demikianlah  yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam  dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Allah  berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang  shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar  telinga, serta terlintas di hati manusia&lt;/em&gt;. (HR. Muslim no. 2824)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;  pembaca yang mulia, pada edisi ke 2 th. ke 5, 1427, telah kami angkat  sebuah tema tamasya ke surga, maka edisi kali ini akan melanjutkan  tamasya kita untuk menikmati keindahan sifat-sifat penghuni al jannah  (surga).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sungguh  kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah tidak akan dicapai oleh indera  manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah  didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati  siapa pun. Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu  ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah  radhiallahu ‘anhu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Allah  berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang  shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar  telinga, serta terlintas di hati manusia&lt;/em&gt;. (HR. Muslim no. 2824)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kenikmatan-kenikmatan  itu menggambarkan, rahmat Allah subhanahu wata’ala itu betapa luas  tanpa batas, bagaikan hamparan tiada bertepi. Yang Allah subhanahu  wata’ala sedialam bagi hamban-hamba-Nya yang shalih. Tapi itu bukan  semata-mata hasil amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba,  sekalipun ia seorang nabi. Bahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi  wasallam sebagai Imamul Anbiya’ (pemimpin para nabi), ia adalah orang  yang pertama kali mengetuk pintu al jannah, hal itu bukan semata  disebabkan amal shalih yang ia usahakan, namun berkat rahmat Allah  subhanahu wata’ala. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;فَإِنَّهُ  لَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ أَحَدًا عَمَلُهُ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا  رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ  مِنْهُ بِرَحْمَةٍ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Sungguh  bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat  bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu  wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku&lt;/em&gt;. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ciri Fisik Penghuni Al Jannah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penghuni al jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Berperawakan seperti Adam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;فَكُلُّ  مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ  ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ حَتَّى اْلآنَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Maka setiap orang yang masuk al jannah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Berusia masih muda. Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Penghuni  al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek,  jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau  tiga pulu tiga tahun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. At Tirmidzi no. 2468, dihasankan  Asy Syaikh Al Albani. Keraguan ini berasal dari perawi, namun dalam  riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dengan  riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33 tahun. Lihat Tuhfatul  Ahwadzi 7/215) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Orang Yang Pertama Mengetuk Pintu Al Jannah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Orang  pertama kali yang mengetuk pintu al jannah, lalu membukanya dan  kemudian memasukinya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dari  shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;أَنَا أَكْثَرُ اْلأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Saya  adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya  adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim no. 196)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi, dengan lafadz:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Saya  adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka dibangkitkan. Saya  adalah orang pertama kali bicara, jika mereka diam. Saya adalah pemimpin  mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah pemberi syafaat kepada mereka,  jika mereka tertahan. Saya adalah pemberi berita gembira, jika mereka  putus asa. Panji pujian ada digenggaman tanganku. Kunci-kunci al jannah  ada ditanganku. Saya adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi  Rabb-ku dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi  seribu pelayan setia laksana mutiara yang tersimpan&lt;/em&gt;.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Umat Yang Pertama Kali Masuk Al Jannah Dan Ciri-Cirinya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sekalipun  umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata’ala  (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali  masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;نَحْنُ  اْلآخِرُونَ اْلأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ  يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا  وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Kita  adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah  umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab  sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim no. 855)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Selain  itu, Allah subhanahu wata’ala pun menampilkan umat Islam dengan  penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu  ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;إِنَّ  أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ  لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ  دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Rombongan  pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan  berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit&lt;/em&gt;.” (HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Orang Fakir Miskin Lebih Dahulu Masuk Al Jannah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Lalu  siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah? Hal  yang sama pernah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tanyakan kepada  para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang  lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan:  “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang terlindungi dari hal-hal yang  dibenci. Salah seorang dari mereka meninggal dunia sementara  kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia tidak mampu menunaikannya.  Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami, kami adalah para malaikat-Mu,  penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu, janganlah Engkau dahulukan mereka  daripada kami memasuki jannah-Mu! Allah subhanahu wata’ala berfirman:  “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu  apapun. Mereka terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang  diantara mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di  dadanya yang tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti  itu, para malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya  berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini adalah  sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi, dari shahabat  Abdullah bin Umar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sementara  dalam riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan selisih waktu  antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang kaya masuk ke  dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ اْلأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Orang orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim no. 2979) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Istri-istri Penghuni Al Jannah, Pesona, Ciri-Ciri Dan Kecantikannya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Dan  sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat  baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir  sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam  surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan  kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk  mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di  dalamnya&lt;/em&gt;“. (Al Baqarah: 25)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pada  ayat di atas Allah subhanahu wata’ala memadukan antara kenikmatan fisik  berupa al jannah beserta taman-taman dan sungai-sungai di dalamnya,  dengan kebahagian jiwa berupa bidadari-bidadari sebagai istri-istri yang  suci lagi penyejuk mata bagi mereka. Dan Allah subhanahu wata’ala  memastikan bagi mereka keberlangsungan kehidupan yang abadi tiada pernah  terputus sedikitpun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mereka dipingit di kemah-kemah dalam keadaan putih bersih nan jelita. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “(&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (Ar Rahman: 72)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mereka  memiliki akhlak yang bagus nan indah sebagaimana kecantikan pesona  wajah-wajah mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang (berakhlak) baik-baik lagi cantik-cantik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (Ar Rahman: 70)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mereka  berusia sebaya, selalu tampil dalam keadaan perawan, penuh pesona dan  cinta. Allah subhanahu wata’ala berifirman (artinya): “&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Dan  Kami jadikan bidadari-bidadari itu perawan. Penuh cinta kasih lagi  sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Al Waqi’ah: 36-38) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penghuni Yang Masuk Al Jannah Paling Akhir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya  aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan  penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari  neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al  jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi  ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh  sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku  dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah  ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas  nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata,  ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena  Engkau Sang Raja Penguasa?”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata: “&lt;em&gt;Kulihat  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gigi  gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang  paling rendah&lt;/em&gt;.” (HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penghuni Al Jannah Melihat Rabb Mereka Dengan Mata Kepalanya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kenikmatan tertinggi di dalam al jannah adalah melihat wajah Rabbul ‘alamin. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Allah  menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang  dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang  berbuat baik, ada pahala yang terbaikb berupa surga dan ada tambahannya.  Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dengan  kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya&lt;/em&gt;.” (Yunus: 25-26)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Yang  dimaksud dengan ada tambahannya pada ayat di atas yaitu berupa  kenikmatan melihat Allah subhanahu wata’ala. Hal ini sebagaimana yang  dijelaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya: “&lt;em&gt;Jika  telah masuk penduduk al jannah ke dalam al jannah. Allah subhanahu  wata’ala berkata: “Apakah kalian ingin tambahan dari-Ku. Mereka seraya  menjawab: “Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami bercahaya?  Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam al jannah (surga) dan  menyelamatkan dari an nar (neraka). Kemudian Allah subhanahu wata’ala  membuka hijab-Nya. Maka tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka  sukai dibanding dengan melihat Allah subhanahu wata’ala&lt;/em&gt;. (HR. Muslim no. 181) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Akhir  kata, demikianlah tamasya kita untuk menengok sebagian keindahan para  penghuni al jannah. Dengan sebuah harapan dapat mendorong kita untuk  selalu berpacu dalam beramal shalih. Tuk meraih tamasya yang hakiki yang  penuh dengan kenikmatan yang abadi. Amien, Ya Rabbal ‘alamin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Do’a Mohon Dimasukkan Al Jannah dan Dijauhkan dari An Naar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdo’a:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;اللهم  إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ  وَعَمَلٍ, وَأَعُوذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ  قَوْلٍ وَعَمَلٍ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Ya  Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al jannah (surga) beserta  segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan  perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari an nar (neraka) beserta  segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan  perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.1542)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2166138205376778883?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/06/melihat-sifat-sifat-penghuni-syurga/' title='Melihat Sifat-Sifat Penghuni SURGA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2166138205376778883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2166138205376778883&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2166138205376778883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2166138205376778883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/melihat-sifat-sifat-penghuni-surga.html' title='Melihat Sifat-Sifat Penghuni SURGA'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2235006700250312702</id><published>2010-09-04T18:35:00.000+07:00</published><updated>2010-09-04T18:35:33.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lailaiyul qadhar'/><title type='text'>FAKTA ILMIAH MENGAPA 1 MALAM LAILATUL QODAR LEBIH MULIA DARI 1000 BULAN</title><content type='html'>&amp;nbsp;Ini artikel bagus tentang Lailatul Qadar yang bersumber dari karya Rajendra Kartawiria, Quranic Quotient Centre. Sebagian isi buku ini kemudian dipublikasikan di internet oleh Aulia Muttaqin dan beberapa sumber lainnya. Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIItY2mr6lI/AAAAAAAAA5I/PjheyYfuec4/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIItY2mr6lI/AAAAAAAAA5I/PjheyYfuec4/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengapa Ramadhan? Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIItosSnvjI/AAAAAAAAA5M/A8srmyc42Kk/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" ox="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIItosSnvjI/AAAAAAAAA5M/A8srmyc42Kk/s320/2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIt1MitKhI/AAAAAAAAA5Q/P0bxoyN5Kgg/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIt1MitKhI/AAAAAAAAA5Q/P0bxoyN5Kgg/s320/3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIt-fvCBDI/AAAAAAAAA5U/O9mDHXFmMQs/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="119" ox="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIt-fvCBDI/AAAAAAAAA5U/O9mDHXFmMQs/s320/4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIuJQN7o_I/AAAAAAAAA5Y/JllmPOsL0Bw/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIuJQN7o_I/AAAAAAAAA5Y/JllmPOsL0Bw/s1600/5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIuUaBo_1I/AAAAAAAAA5c/OtHypz8jELA/s1600/6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIuUaBo_1I/AAAAAAAAA5c/OtHypz8jELA/s320/6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIufgDhkZI/AAAAAAAAA5g/goEYfLad6Mg/s1600/7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" ox="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIufgDhkZI/AAAAAAAAA5g/goEYfLad6Mg/s320/7.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari “shaumul biidh” pada saat terang bulan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIuoMTVw4I/AAAAAAAAA5k/IUUsVge--e8/s1600/8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" ox="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIIuoMTVw4I/AAAAAAAAA5k/IUUsVge--e8/s320/8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Building Block … Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan. Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi ekstra untuk pembelajaran di bulan Ramadhan. Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Three in One di bulan Ramadhan. Efektif memahami Al Quran di malam hari Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan malam-malam Ramadhan. Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2235006700250312702?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2235006700250312702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2235006700250312702&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2235006700250312702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2235006700250312702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/09/fakta-ilmiah-mengapa-1-malam-lailatul.html' title='FAKTA ILMIAH MENGAPA 1 MALAM LAILATUL QODAR LEBIH MULIA DARI 1000 BULAN'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TIItY2mr6lI/AAAAAAAAA5I/PjheyYfuec4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-2675326994361054862</id><published>2010-08-28T08:25:00.000+07:00</published><updated>2010-08-28T08:25:07.251+07:00</updated><title type='text'>Ramadan Changed me Series - Eight episode *Being positive*</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/k-k80N-SsDw?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/k-k80N-SsDw?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-2675326994361054862?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/2675326994361054862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=2675326994361054862&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2675326994361054862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/2675326994361054862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/08/ramadan-changed-me-series-eight-episode.html' title='Ramadan Changed me Series - Eight episode *Being positive*'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-8814306455836166080</id><published>2010-08-25T21:18:00.000+07:00</published><updated>2010-08-25T21:18:28.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SABAR'/><title type='text'>KEUTAMAAN SABAR DALAM MENGHADAPI COBAAN</title><content type='html'>KEUTAMAAN SABAR MENGHADAPI COBAAN&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”. &lt;br /&gt;Wahai Ukhti Mukminah .!&lt;br /&gt;Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah ?&lt;br /&gt;Wasiat yang ada dihadapanmu ini disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menasihati Ummu Al-Ala’ Radhiyallahu anha, seraya menjelaskan kepadanya bahwa orang mukmin itu diuji Rabb-nya agar Dia bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosanya.&lt;br /&gt;Selagi engkau memperhatikan kandungan Kitab Allah, tentu engkau akan mendapatkan bahwa yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan mengambil nasihat darinya adalah orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. &lt;br /&gt;Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar , dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. &lt;br /&gt;Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. &lt;br /&gt;Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipatgandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. &lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. &lt;br /&gt;Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.&lt;br /&gt;“Artinya : Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, : ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. &lt;br /&gt;Benar. Semua ini merupakan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi cobaan. Lalu kenapa tidak? Sedangkan orang mukmin selalu dalam keadaan yang baik ?&lt;br /&gt;Dari Shuhaib radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. &lt;br /&gt;Engkau harus tahu bahwa Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu juga lebih ringan. Perhatikanlah riwayat ini.&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ? Beliau menjawab: Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya”. &lt;br /&gt;“Artinya : Dari Abu Sa’id Al-Khudry Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku memasuki tempat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau. Maka aku merasakan panas ditanganku di atas selimut. Lalu aku berkata. ‘Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimu’. Beliau berkata: ‘Begitulah kami . Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami’. Aku bertanya. ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ? Beliau menjawab: ‘Para nabi. Aku bertanya. ‘Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi? Beliau menjawab: ‘Kemudian orang-orang shalih. Apabila salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali mantel yang dia himpun. Dan, apabila salah seorang diantara mereka sungguh merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan”. &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :&lt;br /&gt;“Artinya : Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun”. &lt;br /&gt;Selagi engkau bertanya : “Mengapa orang mukmin tidak menjadi terbebas karena keutamaannya di sisi Rabb?”.&lt;br /&gt;Dapat kami jawab : “Sebab Rabb kita hendak membersihkan orang Mukmin dari segala maksiat dan dosa-dosanya. Kebaikan-kebaikannya tidak akan tercipta kecuali dengan cara ini. Maka Dia mengujinya sehingga dapat membersihkannya. Inilah yang diterangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap Ummul ‘Ala dan Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud pernah berkata. “Aku memasuki tempat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang demam, lalu aku berkata. ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau sungguh menderita demam yang sangat keras’.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata. “Benar. Sesungguhnya aku demam layaknya dua orang diantara kamu yang sedang demam”.&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata. “Dengan begitu berarti ada dua pahala bagi engkau ?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab. “Benar”. Kemudian beliau berkata. “Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. &lt;br /&gt;Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.&lt;br /&gt;“Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. &lt;br /&gt;Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman, sama seperti kedudukan kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala. Maka Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata. “Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran”. Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. Perhatikanlah riwayat berikut ini.&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Atha’ bin Abu Rabbah, dia berkata. “Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. ‘Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga ? Aku menjawab. ‘Ya’. Dia berkata. “Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata. ‘Sesungguhnya aku sakit ayan dan terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata. ‘Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo’a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu fiat’. Lalu wanita itu berkata. ‘Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. ‘Sesungguhnya terbuka. Maka berdo’alah kepada Allah bagi diriku agar tidak terbuka’. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut”. &lt;br /&gt;Perhatikanlah, ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadapi penyakitnya dan dia pun masuk sorga. Begitulah yang mestinya engkau ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewariskan sorga. Diantara jenis kesabaran menghadapi cobaan ialah kesabaran &lt;strong&gt; wanita muslimah &lt;/strong&gt; karena diuji kebutaan oleh Rabb-nya. Disini pahalanya jauh lebih besar.&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, dia berkata. “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman. ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga”. &lt;br /&gt;Maka engkau harus mampu menahan diri tatkala sakit dan menyembunyikan cobaan yang menimpamu. Al-Fudhail bin Iyadh pernah mendengar seseorang mengadukan cobaan yang menimpanya. Maka dia berkata kepadanya. “Bagaimana mungkin engkau mengadukan yang merahmatimu kepada orang yang tidak memberikan rahmat kepadamu ?”&lt;br /&gt;Sebagian orang Salaf yang shalih berkata : “Barangsiapa yang mengadukan musibah yang menimpanya, seakan-akan dia mengadukan Rabb-nya”.&lt;br /&gt;Yang dimaksud mengadukan di sini bukan membeberkan penyakit kepada dokter yang mengobatinya. Tetapi pengaduan itu merupakan gambaran penyesalan dan penderitaan karena mendapat cobaan dari Allah, yang dilontarkan kepada orang yang tidak mampu mengobati, seperti kepada teman atau tetangga.&lt;br /&gt;Orang-orang Salaf yang shalih dari umat kita pernah berkata. “Empat hal termasuk simpanan sorga, yaitu menyembunyikan musibah, menyembunyikan shadaqah, menyembunyikan kelebihan dan menyembunyikan sakit”.&lt;br /&gt;Ukhti Muslimah !&lt;br /&gt;Selanjutnya perhatikan perkataan Ibnu Abdi Rabbah Al-Andalusy : “Asy-Syaibany pernah berkata. ‘Temanku pernah memberitahukan kepadaku seraya berkata. ‘Syuraih mendengar tatkala aku mengeluhkan kesedihanku kepada seorang teman. Maka dia memegang tanganku seraya berkata. ‘Wahai anak saudaraku, janganlah engkau mengeluh kepada selain Allah. Karena orang yang engkau keluhi itu tidak lepas dari kedudukannya sebagai teman atau lawan. Kalau dia seorang teman, berarti dia berduka dan tidak bisa memberimu manfaat. Kalau dia seorang lawan, maka dia akan bergembira karena deritamu. Lihatlah salah satu mataku ini, ’sambil menunjuk ke arah matanya’, demi Allah, dengan mata ini aku tidak pernah bisa melihat seorangpun, tidak pula teman sejak lima tahun yang lalu. Namun aku tidak pernah memberitahukannya kepada seseorang hingga detik ini. Tidakkah engkau mendengar perkataan seorang hamba yang shalih : “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”. Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do’a”. &lt;br /&gt;Abud-Darda’ Radhiyallahu anhu berkata. “Apabila Allah telah menetapkan suatu takdir, maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai takdir-Nya”. &lt;br /&gt;Perbaharuilah imanmu dengan lafazh la ilaha illallah dan carilah pahala di sisi Allah karena cobaan yang menimpamu. Janganlah sekali-kali engkau katakan : “Andaikan saja hal ini tidak terjadi”, tatkala menghadapi takdir Allah. Sesungguhnya tidak ada taufik kecuali dari sisi Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-8814306455836166080?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://assunnah.or.id' title='KEUTAMAAN SABAR DALAM MENGHADAPI COBAAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/8814306455836166080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=8814306455836166080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8814306455836166080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/8814306455836166080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/08/keutamaan-sabar-dalam-menghadapi-cobaan.html' title='KEUTAMAAN SABAR DALAM MENGHADAPI COBAAN'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-4323483585927263465</id><published>2010-08-14T10:46:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T10:46:26.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUDAHKANLAH HAMBA-MU'/><title type='text'>Menolak Hukum Allah Dan Mengabaikan Kewajiban Sholat</title><content type='html'>&lt;div class="body-content" id="detail"&gt;      &lt;img alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vchjOSgj-Lk/SbW4WfT7WNI/AAAAAAAAAF0/B66nzPP2Hcw/s320/maulid-nabi-muhammad-saw.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanggal 27 Rajab biasanya ummat Islam segera teringat peristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;limabelas  abad yang lalu. Memang, peristiwa diperjalankannya hamba Allah dari  Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsho di Baitul Maqdis kemudian  menembus tujuh lapis langit hingga berjumpa langsung dengan Allah SWT di  Sidratul Muntaha merupakan sebuah kejadian menakjubkan dan penuh  mukjizat. Apalagi sepulang dari perjalanan itu Nabi&lt;i&gt; Shallallahu'alaihiWasallam &lt;/i&gt;membawa  perintah Allah SWT agar dirinya dan ummat Islam menegakkan kewajiban  sholat lima waktu sehari semalam. Inilah umumnya yang diingat oleh kita  ummat Islam setiap kali memasuki bulan Rajab.&lt;br /&gt;Padahal persis tanggal 27 di bulan Rajab ada peristiwa bersejarah  lainnya yang sepatutnya tidak dilupakan oleh ummat Islam. Yaitu pada  tahun 1342 Hijriyyah alias 89 tahun yang lalu bila menggunakan hitungan  kalender Hijriyyah. Bertepatan dengan 3 Maret tahun 1924 alias sekitar  86 tahun yang lalu bila menggunakan hitungan kalender Syamsiyyah. Pada  tanggal tersebut seorang pengkhianat bernama Mustafa Kemal telah  mengesahkan rancangan undang-undang pembubaran pemerintahan Islam  bernama &lt;i&gt;Khilafah Islamiyyah&lt;/i&gt;. Dan untuk selanjutnya Turki berubah  menjadi sebuah negara sekuler modern yang mengekor sepenuhnya ke Eropa.  Khilafah Islamiyyah yang diwakili oleh Kesultanan Ustmani Turki selama  sekian abad sebenarnya telah mengalami dekadensi cukup lama. Sehingga  dalam berbagai buku-buku Barat ia dujuluki sebagai &lt;i&gt;the Sick Old Man&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2010/02/khilafah1.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun sakit-sakitannya si Bapak Tua tersebut, namun baru pada  tanggal 27 Rajab 1342 itulah secara formal-konstitusional ia benar-benar  menghembuskan nafas terakhirnya. Maka sejak saat itu bubarlah sistem  pemerintahan Islam yang telah menghiasi sejarah dunia selama ribuan  tahun di Akhir Zaman semenjak pertama kali dibangun dan langsung  dipimpin oleh Nabi Akhir Zaman Muhammad Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam. &lt;/i&gt;Mulailah  sejak saat itu secara formal di muka bumi tidak lagi diberlakukan Hukum  Allah dan digantikan dengan hukum bikinan manusia. Praktis hal ini  terjadi di seantero negeri-negeri Islam. Bahkan tidak sedikit di antara  negeri-negeri Islam itu mengkombinasikan hukumnya dengan hukum mantan  penjajahnya dicampur dengan hukum adat dan sedikit hukum Islam yang  sifatnya hanya sebatas pada perkara NTRW (Nikah – Talak – Rujuk –  Waris). Akibatnya banyak sekali perkara yang dipandang legal menurut  hukum manusia tidak serta-merta berarti halal di mata Allah dan  sebaliknya banyak sekali perkara yang dipandang ilegal menurut hukum  manusia tidak serta-merta berarti haram di mata Allah.&lt;br /&gt;Lalu apa hubungan antara kedua peristiwa bersejarah di atas? Apa hubungan antara perjalanan Isra Mi’raj yang mana Nabi &lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam&lt;/i&gt; menerima perintah kewajiban menegakkan &lt;i&gt;sholat lima waktu&lt;/i&gt; dengan pembubaran Khilafah Islamiyyah terakhir sebagai wadah formal tempat ditegakkan dan diberlakukannya &lt;i&gt;hukum Allah&lt;/i&gt; ? Ternyata Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam&lt;/i&gt; pernah memprediksi bahwa proses dekadensi ummat Islam sangat terkait dengan dua indikasi yang sedang kita bicarakan ini:&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;قَالَلَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌتَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;(AHMAD - 21139) : Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah  Shallallahu'alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai  simpul demi simpul. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Setiap satu simpul terurai maka manusia akan  bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah  masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam&lt;/i&gt; memperingatkan kita yang  hidup di belakang hari menjelang semakin dekatnya Kiamat bahwa proses  dekadensi Ummat Islam akan terjadi seiring ditingalkannya pemberlakuan  aspek hukum Islam atau hukum Allah sampai diabaikannya kewajiban  menegakkan kewajiban sholat. Padahal kita menyaksikan dewasa ini bahwa  kedua kutub ekstrim tersebut jelas-jelas telah ditinggalkan oleh  sebagian besar ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://www.bantuanhukum.org/upload/Hak%2520tersangka%2520dalam%2520kuhap.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah &lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam&lt;/i&gt;  penutup para nabi, dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya  berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus), maka dia  kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan  lebih mengedepankannya atas hukum Allah? Siapa yang melakukannya maka  dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. [Al Bidayah Wan Nihayah: 13/119].&lt;br /&gt;Lalu Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan lebih lanjut tentang  tentang Kitab Yasiq/Ilyasa: “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang  dia (Raja Tartar, Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber; dari Yahudi,  Nashrani, Millah Islamiyyah, dan yang lainnya, serta di dalamnya banyak  hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya, lalu  (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih  mereka kedepankan dari pada &lt;i&gt;al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; (berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wasallam)&lt;/i&gt;.  Siapa yang melakukan itu, maka wajib diperangi hingga kembali kepada  hukum Allah dan Rasul-Nya, selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum  dalam hal sedikit atau banyak”.&lt;br /&gt;Sedangkan dalam kaitan dengan sholat, Nabi &lt;i&gt;Shallallahu'alaihiWasallam&lt;/i&gt; sangat menganjurkan agar kaum muslimin pria sedapat mungkin menegakkan sholat lima waktu berjamaah di masjid kecuali jika ada &lt;i&gt;uzur syar’i&lt;/i&gt;.  Dan mereka yang tanpa alasan benar meninggalkan sholat berjamaah ke  masjid dikaitkan dengan penyakit kemunafikan. Di antaranya kita dapati  hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًاوَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;(MUSLIM - 1041) : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda: "Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah  shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya,  niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh  aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan,  kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama  beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak  menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sungguh keras sekali anjuran Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/i&gt;agar  setiap muslim menghadiri sholat berjamaah di masjid. Bahkan beliau  mengancam akan membakar rumah-rumah mereka yang sengaja tidak menghadiri  sholat berjamaah di masjid. Dan lebih daripada itu Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/i&gt;menggambarkan  bahwa mereka yang enggan sholat berjamaah di masjid merupakan indikasi  kuat golongan munafik. Tidak mengherankan bilamana sahabat Abdullah bin  Mas’ud &lt;i&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/i&gt; sampai menyampaikan pendapat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ&lt;/div&gt;&lt;i&gt;(MUSLIM - 1046) : Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: "Menurut  pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat (berjamaah di  masjid), melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya  (munafik tulen)."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://semplice.blogsome.com/images/polimonkey.JPG" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh jika melihat begitu banyaknya masjid dewasa ini yang sepi di  waktu sholat lima waktu, kita sangat khawatir jangan-jangan ini indikasi  bahwa terdapat begitu banyak orang yang berpotensi munafik di  sekeliling kita. Dan jika hal ini benar adanya tidak mengherankan bila  pemberlakuan kembali Syariat Islam dan Hukum Allah menjadi sangat sulit.  Sebab jangankan kaum kafir di luar Islam, sedangkan di tengah tubuh  ummat Islam sendiri lebih banyak hadirnya kaum munafik daripada kaum  mu’min sejati. Padahal Allah telah menegaskan bahwa fihak yang paling  keras menolak diajak kepada pemberlakuan hukum Allah dan hukum  Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; ialah kaum munafik. &lt;i&gt;Wa na’udzubillah min dzaalika.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter"&gt;رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada  hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu  lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya  dari (mendekati) kamu.” (QS An-Nisa 61)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan mu’min sejati yang  senantiasa ikhlas memperjuangkan tegaknya hukumMu dan janganlah Engkau  masukkan kami ke dalam golongan al-munafiqun yang menolak Hukum Allah  dan Hukum Rasulullah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1150918664316906442-4323483585927263465?l=desasaga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/menolak-hukum-allah-dan-mengabaikan-kewajiban-sholat.htm' title='Menolak Hukum Allah Dan Mengabaikan Kewajiban Sholat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desasaga.blogspot.com/feeds/4323483585927263465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1150918664316906442&amp;postID=4323483585927263465&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4323483585927263465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1150918664316906442/posts/default/4323483585927263465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desasaga.blogspot.com/2010/08/menolak-hukum-allah-dan-mengabaikan.html' title='Menolak Hukum Allah Dan Mengabaikan Kewajiban Sholat'/><author><name>desa43saga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00239260060235049826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/SllDS_qmahI/AAAAAAAAADg/jGx64CP6ftI/S220/Foto0137.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vchjOSgj-Lk/SbW4WfT7WNI/AAAAAAAAAF0/B66nzPP2Hcw/s72-c/maulid-nabi-muhammad-saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1150918664316906442.post-7080077847873235292</id><published>2010-08-12T21:04:00.000+07:00</published><updated>2010-08-12T21:04:53.152+07:00</updated><title type='text'>Kejadian Aneh dan Ajaib Saat Perang Gaza (Tentara Jelmaan Malaikat dll)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TGP_RSqOfoI/AAAAAAAAA1I/T11sMTbfF5s/s1600/untitled.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_pjgam0UKDBw/TGP_RSqOfoI/AAAAAAAAA1I/T11sMTbfF5s/s1600/untitled.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza memunculkan banyak cerita dan pelajaran yang bisa kita petik. Selain kekejian dan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dari Israel, sesungguhnya dalam keyakinan saya Perang Gaza ini merupakan sebuah medium bagi kita untuk semakin meyakini kekuasan Allah SWT. Karena memang banyak ditunjukan kekuasaan Allah disaat perang ini berlangsung. Dengan kehendak Allah yang Maha Kuasa maka hingga sekarang Israel dan sekutunya tidak bisa menguasai Gazza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berikut adalah rangkaian kisah yang saya baca dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, saya kutif artikel dibawah ini dari berbagai sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza
